Di Jodohkan Namun Tak Berjodoh

Di Jodohkan Namun Tak Berjodoh
Pemakaman


__ADS_3

"Raka..." teriak Vina terbangun.


"Vina, kamu udah bangun nak?"


"Vina mimpi ternyata," ucapnya lalu melihat selang infus di tangan nya.


"Ini, apa maksudnya ma, pa?" tanya Vina.


"Kamu tadi pingsan Vin."


"Jadi tadi Vina gak mimpi, kalau Raka ninggalin Vina hiks."


"Vina ikhlasin Raka, supaya dia bisa pergi dengan tenang," ucap mama Dira menenangkan Vina.


"Kenapa aku dirawat, kenapa gak biarin aku ikut Raka ma?"


"Sayang, kamu harus ikhlas nak, Raka udah gak ada jangan seperti ini," mama kembali menenangkan Vina, namun Vina mencabut selang infus nya.


Arghhhh... sedikit nyilu saat jarum infus dicabut.


Vina mencoba untuk turun dari brankar, namun kepalanya sangat pusing.


"Tolong pa ma, bantu Vina untuk melihat Raka."


"Tapi nak, kamu masih belum sehat."


"Vina mohon pa, untuk terakhir kalinya Vina ingin melihat Raka, hiks" Vina tidak mampu menahan air mata nya, ia kira sedang bermimpi nyatanya tidak.


Papa dan mama membantu Vina berdiri dan mendudukkan tubuhnya di kursi roda, lalu mendorong Vina keluar.


Mereka berangkat menaiki mobil, untuk pergi ke pemakaman.


Vina hanya menangis menatap kaca jendela mobil, semua impian dirinya yang akan menikah dengan Raka hancur.

__ADS_1


"Kenapa tuhan, engkau kembali memisahkan hamba dengan orang yang hamba cintai? kenapa engkau buat hamba seperti ini, pertemukan segera hamba dengan Raka ya Allah" batin Vina


"Vina, ayo turun nak," ucap mama memanggil Vina namun Vina tetap saja tidak bergeming.


"Vina, cepat ayo turun, Raka sebentar lagi di kebumikan," papa menimpali namun tetap saja tatapan Vina kosong.


"Pa, coba bantu Vina sadar pa, kenapa dia jadi seperti ini pa, hiks."


"Sabar ma, papa juga gak ngerti."


"Vina ayo nak," papa memegang bahu Vina.


"Raka," ucapnya menoleh.


"Sayang, kita udah sampai ayo kita kesana," mama menunjuk di dalam TPU.


Vina mengangguk dan mencoba berjalan.


"Mau pakai kursi roda aja atau gimana?"


Sampai disana Vina tanpa suara kembali meneteskan air mata nya, ia tidak mampu menahan nya lagi.


"Raka." Semua orang menoleh ke arah Vina, disana sudah banyak teman-teman Raka dan orang sekitar serta ustadz.


Shena mendekati Vina yang berjalan ke arah nya.


"Vina, kamu kenapa kesini?" tanya nya.


"Vina mau lihat Raka kak, ini bohong kan? Raka bercanda aja kan? haha aku ngerti pasti prank, jangan keterlaluan gini dong ka, aku gak mau kamu pura-pura terus," ucapnya seperti orang tidak waras.


"Nak, ini tidak bercanda, ini nyata. Raka sudah pergi," ucap tante ria mendekati Vina, ria tau kalau sekarang Vina lebih terpukul, ia mencoba untuk tegar agar Vina bisa belajar ikhlas, walaupun itu sangat sulit untuk nya juga.


"Tante, Raka tante," ucapnya memeluk ria.

__ADS_1


"Raka udah gak sakit Vin, kamu harus ikhlas," ucapnya.


Raka sudah ada di dalam sana, akan segera di timbun tanah.


"Tolong jangan seperti itu, nanti Raka tidak bisa bernafas. hiks" beberapa penggali terhenti sejenak lalu melanjutkan lagi.


"Tante tolong Raka, nanti Raka kesusahan di dalam sana hiks."


"Nak Raka sudah gak ada, dia sudah aman di dalam sana," jawab tante ria membuat Vina menggeleng kan kepalanya.


"Raka bawa Vina pergi, jangan tinggalin Vina," ucapnya histeris dan akan ikut masuk kesana, namun Farhan yang menahan Vina agar tidak melakukan nya.


"Biar Vina ikut Raka kak, jangan tahan Vina," ucapnya pada Farhan.


Semua orang teman-temannya mengerti perasaan Vina saat ini, mereka tidak tau harus bagaimana, Farhan dan Shena, Adit, Hendri teman Raka dan Vina pun semuanya menatap sendu Vina.


Mereka tidak tega melihat itu, terutama Adit yang masih mengharapkan Vina kembali padanya, saat ini ia bingung mau merasa bahagia karena Vina sudah kembali tidak ada pasangan, atau malah sedih melihat Vina seperti itu.


"Raka, hiks jangan tinggalin Vina," ucapnya lirih.


Brughh...


Vina ambruk, untungnya Farhan berjaga-jaga disamping nya, saat melihat Vina yang memang terlihat sangat pucat .


"VINA...." teriak mereka.


Farhan membantu mengangkat Vina ke mobil papa Gilang, dan orang-orang pulang setelah pemakaman selesai.


Vina kembali dibawa kerumah sakit, diikuti oleh keluarga Raka.


Mereka memang berduka, namun Vina sudah di titipkan ke mereka semua oleh Raka, agar selalu menjaga Vina.


Sedih othor bebu Raka udah gak sakit lagi

__ADS_1


Call me chinggu or bebu sayang


Annyeong love


__ADS_2