
Malam ini, aku disuruh mama ke supermarket belanja, karena saat ini, mama tidak enak badan.
"Vin, kamu belanja ke supermarket nya, ajak ila aja kalau takut."
"Vina bisa kok ma sendiri," jawabku.
"Ini daftar belanjanya, dan ini uangnya." Mama memberikan daftar sekaligus uangnya.
Aku mengambil nya, lalu berpamitan pada mama.
"Pakai motor apa jalan kaki ya?" ucapku sendiri.
"Jalan kaki aja deh biar sehat, gak terlalu jauh juga," jawabku.
Aku keluar berjalan kaki, pakaian yang ku gunakan sweater, celana kulot, tak lupa kerudung instan.
Sekitar 20 menitan, aku sampai disana. Aku langsung masuk, mencari barang-barang yang dipesan mama.
"Apalagi yah? nah itu dia cemilan buat aku dan ila." Aku mengambil beberapa cemilan, setelah semua sudah lengkap, aku lihat di troli juga udah banyak. "Kenapa tadi gak bawa motor sih!"
"Yaudah sih, lagian gak terlalu berat juga, paling sampe rumah berotot hihi." Aku menuju kasir untuk membayar belanjaan ku.
"Totalnya semua 49700.00 mbak," ucap mas kasir.
Aku menyerahkan uang yang mama berikan tadi.
"Kembalian nya 300.00 mbak terima kasih," ucapnya mengembalikan sisa uang ku.
"Iya mas terimakasih," jawabku tersenyum mengambil belanjaan ku lalu keluar.
Aku keluar dari supermarket itu.
"Ya ampun hujan deras banget, padahal tadi cerah deh," ucapku melihat hujan turun sangat deras.
"Aku telpon siapa ya, buat jemput aku. Papa lagi diluar kota, kalau aku telpon mama nanti khawatir." Aku duduk di kursi supermarket, hujan deras itu! membuatku merasakan kedinginan.
"Adek disini sendiri, hujan nya makin deras dek, gimana kalau bareng saya sekalian antar," ucapnya menawarkan untuk mengantarkan pulang.
__ADS_1
"Terima kasih pak, saya lagi nunggu jemputan," ucapku tersenyum. Aku takut untuk diantar bapak itu. Jadi, aku harus berbohong, ada seseorang yang akan menjemput, padahal tidak ada.
Lalu bapak itu pamit pergi.
Aku kepikiran seseorang yaitu Raka, aku mencoba minta tolong sama Raka.
Mengirim pesan, namun tidak ada balasan! lalu aku mencoba menelpon nya, Alhamdulillah masuk dan diangkat.
"Halo, apaan nelpon malam-malam."
"Raka aku minta tolong, tolong jemput aku di supermarket dekat rumah aku. Hujan deras banget, aku gak bawa motor." Aku sambil mengelap hidungku, yang mulai mengalir darah.
"Siapa suruh gak bawa motor, emang aku supir kamu," jawab nya.
"Raka aku mohon kali ini, aku kedinginan disini." Memohon pada Raka, karena diluar memang sangat dingin.
"TERSERAH.." balasnya lalu mematikan sambungan telepon nya.
"Raka ben-"
"Yah kok dimatiin sih Rak,a" ucapku memanyunkan bibir.
Lalu ada mas supermarket nya menghampiri ku.
"Mbak mimisan ya?" tanyanya.
Aku hanya mengangguk.
"Sebentar mbak," ujarnya ia kembali lagi kedalam.
Aku sedikit bingung dengan nya, "aku kan gak kemana-mana."
Tak lama mas nya datang, membawa tisu.
'oh ternyata dia ambil tisu' batinku
"Ini mbak pakai tisu." Mas nya memberikan tisunya, dan aku meraih nya.
__ADS_1
"Makasih mas."
"Kenalin mbak, Dimas," ucapnya mengulurkan tangannya.
Aku menoleh, "maaf mas tangan saya kotor."
"Gak apa mbak." Ia masih dengan posisi tangan yang terulur.
"Vina," jawabku menerima uluran tangannya.
"Kenapa belanja banyak, tapi gak bawa kendaraan Vina?" tanya nya.
"Tadi aku kira gak bakal hujan, biar sekalian olahraga, tapi malah hujan."
"Terus kenapa bisa mimisan?" tanya lagi
"aku alergi dingin mas" jawab ku jujur.
"Panggil Dimas aja," ucapnya dan aku tersenyum.
"Ini kamu pakai jake.t aku aja," Dimas membuka jaketnya
"Gak usah Dimas," aku menolak.
"Gak apa pakai aja," ia memaksa untuk aku memakai nya.
Aku hendak meraihnya, namun ada seseorang mencegah tangan ku.
Aku dan Dimas sama-sama menoleh ke arah orang itu.
.
.
.
bersambung 💃💃💃
__ADS_1