Di Jodohkan Namun Tak Berjodoh

Di Jodohkan Namun Tak Berjodoh
Penyakitan


__ADS_3

"Karena aku adik kelas, yang selalu merekam semua kejahatan Dea kak," ucapnya.


"Apa kamu tadi juga merekam, waktu Dea kunci Vina di toilet?" tanya Raka.


"Ini kak," adek kelas memperdengarkan rekamannya pada Raka.


Di rekaman itu merekam semua yang Dea lakukan, dan kejahatan Dea.


Bahwa Dea yang mengunci Vina di gudang waktu itu.


"Kamu harus ikut aku menyerahkan bukti ini! ke pihak sekolah dan juga kepolisian, agar Dea menerima hukuman," ujar Raka.


"Tapi aku takut kak, Dea malah mengeluarkan aku dari sekolah."


"Kamu tenang aja, aku hanya butuh bantuan kamu, supaya Dea menerima hukuman nya," balas Raka lagi.


Dekel itu mengangguk menyetujui Raka.


Sebelum ke kantor polisi, Raka memberi tau pihak sekolah, setelah selesai baru ia mengajak dekel ke kantor polisi.


...°~°...


Di kantor polisi Raka dan dekel itu menyerahkan bukti, semua yang dilakukan Dea sebenarnya bukan hanya pada Vina. Tapi pada orang yang selalu Dea anggap merebut miliknya.


Dea sebenarnya anak tunggal dan punya keluarga yang utuh, namun orang tua nya lebih memprioritaskan pekerjaan nya.


Dea merasa kesepian, ia hanya tinggal dengan sang asisten di rumahnya. Dea melampiaskan kemarahannya pada orang-orang yang menurut nya mengambil miliknya.


Kita tidak tau, apa yang membuat orang melakukan sesuatu yang menurut kita tidak baik.

__ADS_1


Mereka hanya ingin merasakan apa yang orang lain rasakan, yaitu kasih sayang.


Seperti misalnya kita baru punya adik, dan kita melihat mama lebih sayang pada adik kita.


Wajar sih! tapi bagi orang yang kurang kasih sayang, akan merasa iri dengan orang itu, walaupun dia adik kita sendiri.


Setelah selesai melaporkan Dea ke pihak kepolisian, Raka mengantar dekel itu ke sekolah lagi, dan Raka kembali ke rumah sakit


...°~°...


Di rumah sakit


"Kenapa bisa Vina gini lagi, gimana ceritanya?" tanya mama khawatir.


"Tenang dulu ma," papa menenangkan mama dengan menepuk-nepuk pundak nya.


Mama tidak percaya dengan perlakuan Dea, yang melakukan hal seperti itu pada ku.


Tante ria dan om dirga, masuk bersamaan dengan Raka yang juga baru tiba di rumah sakit.


"Ibu gimana keadaan Vina?" tanya tante ria.


"Vina masih shock buk, dia belum sadarkan diri," jawab mama.


Raka mendekati kaca, melihat ku dari sana. "Vina, aku gagal untuk jaga kamu," lirih nya menunduk.


Om dirga mendekati anaknya yang melihat ku. "Kamu sabar ya dek, kita berdoa saja semoga Vina cepat sadar," ucap om dirga pada Raka sambil menepuk-nepuk pundak nya.


Raka hanya mengangguk.

__ADS_1


Mama masih terduduk disana menunggu aku sadar.


Ila di rumah sendiri, dia sudah besar menurut nya, jadi berani sendiri dirumah.


Tak lama dokter dan juga perawat keluar.


"Dok gimana keadaan anak saya?" tanya mama.


"Anak ibu belum sadarkan diri, kalau ingin melihat anak nya di dalam silahkan, tapi hanya boleh 2 orang," jawab dokter.


"Iya dok makasih," ucap papa.


"Pa, ayo lihat Vina," ucap mama lalu masuk dengan papa ke ruangan ku.


Semua orang mungkin tidak percaya dengan keadaan ku, lemah dan sangat lemah. Cengeng juga! aku juga masih kekanak-kanakan, jadi jangan heran dengan kelakuan ku yang konyol apalagi sering masuk rumah sakit.


Karena apa? ya karena aku lemah, alergi an.


Aku paling tidak suka ada orang yang mengatakan aku penyakitan, padahal memang iya.


Namun aku bersyukur dibalik diriku yang lemah ini, banyak orang di sekeliling yang menyayangi ku.


.


.


.


bersambung 💃💃💃

__ADS_1


__ADS_2