Di Jodohkan Namun Tak Berjodoh

Di Jodohkan Namun Tak Berjodoh
Kebohongan Raka


__ADS_3

Hari ini aku sudah bisa pulang kerumah, mama sama papa menjemputku di rumah sakit. Karena aku sudah sembuh, tidak merasakan sakit lagi di bagian perut. Namun, dokter tetap menganjurkan minum obat yang sudah di resepkan secara teratur, dan minum air putih yang banyak.


"Ila kok gak ikut jemput ma?" tanyaku karena biasanya juga ngintilin.


"Gak mau ikut, lagi belajar di rumah," jawab mama.


"Tumben rajin dia, oh iya Raka kok gak kesini?" tanyaku.


Mama sama papa saling menatap.


"Tadi sih di telpon, bilang sama mama dan papa, Raka ada tugas kelompok. Jadi gak bisa ikut jemput kamu."


"Oh gitu," ucapku mengangguk karena Raka ada tugas, lagian juga gak seluruh waktu Raka buat aku.


Raka juga punya kehidupan sendiri dan me time, aku juga masih bukan bagian dari keluarga nya.


Aku mama dan papa, keluar dari ruang inap ku, berjalan menuju keluar.


'Itu Raka bukan sih?' batinku seperti melihat Raka.


Aku ingin mengejarnya, namun beberapa perawat menghalangi.


"Raka," aku memanggil Raka.


"Vin, kamu mau kemana?" tanya mama.


"Vina seperti nya lihat Raka ma, disana," tunjukku.


Mama dan papa melihat ke arah yang ku tunjuk, namun tidak terlihat Raka disana.

__ADS_1


"Mana sih Vin, kamu salah lihat kali, Raka kan gak bisa kesini, dia ada tugas kelompok."


"Masa sih ma gak ada, orang jelas banget Vina lihat Raka disana," ucapku menunjuk lagi ke arah yang kulihat ada Raka.


"Ayo kita pulang! kamu masih perlu istirahat Vin, makanya kamu jadi halu gini."


"Tapi pa Raka-


"Udah ayo pulang!"


Aku masih mencari Raka, dan lalu berbalik mengikuti mama dan papa.


"Maafin aku Vin, aku gak jujur sama kamu. Aku hanya ingin sembuh, tanpa kamu tau kalau saat ini aku sakit. Aku gak mau lihat kamu sedih," ucap Raka berkaca-kaca yang tadi sembunyi, karena mendengar teriakan ku memanggil nya.


Raka langsung kembali berjalan menuju ruangan dokter spesialis nya, raka udah janjian dengan dokter terbaik di rumah sakit dan kota ini.


"Oh Raka, silahkan duduk," dokter tersenyum menyuruh Raka untuk duduk.


Raka pun duduk di depan dokter.


Hari ini adalah jadwal Raka kontrol, jadi dia berbohong pada ku dan orang tua ku.


"Bagaimana keadaan kamu Raka?" tanya dokter.


"Saya baik dok, hanya saja batuk nya tak kunjung sembuh," jawab Raka.


Memang akhir akhir ini Raka batuk, walaupun tidak begitu sering. Namun sepertinya berdahak, dan sakit di tenggorokannya.


"Apa kamu yakin, mau kemo?" tanya dokter.

__ADS_1


"Saya yakin dok," jawab Raka yakin bahwa dirinya ingin sembuh.


"Tapi Raka, kemo tidak sepenuhnya menghilangkan kanker yang sudah ada di dalam tubuh kamu, apalagi kanker yang ada di tubuh kamu ini, sudah menjalar ke bagian organ tubuh yang lain. Kamu dulu juga pernah kemo kan?" ucap dokter.


"Iya dok, apa saya masih bisa sembuh?" tanya Raka lagi.


"Saya juga manusia, bukan tuhan. Jadi kita serahkan semuanya sama Allah, berserah diri pada pencipta, semoga masih bisa di sembuhkan, mengingat kanker kamu sudah stadium 3," ucap dokter mengingat kan Raka.


Raka menunduk lemah, mendengar dirinya sudah bisa di bilang akan memasuki stadium 4.


"Kalau gitu kita lakukan kemo nya mulai besok dok," ucapnya mantap.


"Kemo ini ada beberapa efek samping, yang umum terjadi pada tubuh setelah menjalani kemoterapi, seperti rambut rontok, muncul nyeri, nafsu makan menurun, mual dan muntah, sesak napas, kelainan detak jantung, hingga sulit tidur. Apa kamu masih mau melanjutkannya?" tanya dokter lagi.


Raka berpikir sejenak, kalau dia tidak melanjutkan apa mungkin ia tetap bertahan pikirnya.


"Saya mau melanjutkan nya dok," ucap Raka sudah yakin.


Jangan lupa like vote komen


Just call me chinggu (teman) oke 😉


Annyeong 🤗


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2