Di Jodohkan Namun Tak Berjodoh

Di Jodohkan Namun Tak Berjodoh
Masih Tim penyakit


__ADS_3

Dari setelah sholat Dzuhur, sepupu penyakit yang masih saja memperebutkan aku dan ila untuk ikut ke mobil mereka.


"Ayo lah Vina, lu bareng gue," ucap Evan.


"Iya tengil, lu ikut mobil gue aja, kalau gak mau ya udah ila aja," ucap Ali sambil mengedipkan matanya.


"Kalian gak akan berangkat, kalau masih ribut, sampai besok juga masih tetap disini," ucap papa menengahi perdebatan.


"Iya, biar Vina sama Ali ya om?" ucap Ali meminta ku untuk bersamanya.


"Kalian 1 mobil aja! Pakai mobil Evan yang lebih besar. Vina sama ila di tengah, Raka dan Evan di depan, Ali dan Dani di belakang! udah, beres."


"Iya, ayo berangkat! kalau gak aku sama Vina dan ila aja," timpal Raka.


"Wah menang banyak dong lu."


"Ayo, langsung berangkat!" ujar Evan.


Kita semua masuk ke mobil, duduk di tempat sesuai arahan papa tadi.


"Woy tengil" ucap Ali mencolek ku dari belakang setelah mobil di jalankan Evan.


"Lu beda banget sekarang Vin, gak kek dulu yang kalau dekat kita, suka bercanda." Aku melihat ke arah kaca depan, yang terlihat Raka sedang menatap ku.


"Kamu apaan sih," ucapku.


"Dan baru kali ini juga, lu ngomong aku kamu sama kita."


"Vina-"


"Kak Vina masih gitu kok, tapi ke ila aja. Karena mama sama papa ngajarin kita, untuk bicara lebih sopan," ucap ila tak suka.


Ucapan ila membuat semuanya tidak bersuara.


Aku menoleh ke arah Ali, "Maaf" aku berucap tanpa bersuara dilihat oleh Dani di samping nya.


"Gue bangga banget sama lu il, lu bantuin kakak lu ngomong pas lagi ngeblank otaknya," ucapnya.


Seperti tidak tersinggung dengan ucapan ila.


"Biasa Vin, otaknya udah geser tuh orang," ucap Evan yang nyetir.


"Lu bangga kan Vin, sama gue. Karena wajah kita mirip?" Entahlah aku harus jawab apa, aku jadi canggung di dalam mobil ini.


"Oh iya Raka, lu kuliahnya bareng Vina?" tanya Evan pada Raka.


"Iya, gue kakak tingkatan Vina di kampus," jawab Raka.


"Kalian udah lama tunangan?" tanya Dani.


"Udah dari Vina sekolah," aku yang menjawab dan Raka menoleh tersenyum padaku.


"Hebat banget dong kalian, apa melewati proses pacaran?" tanya Dani lagi.


Aku dan Raka menggeleng dan menceritakan nya.


Aku yang tidak mendengar lagi suara Ali, merasa kalau dia sedikit kecewa, namun ia tidak memperlihatkan pada keluarga nya.


Ali adalah kakak sepupu ku, yang dari SMP papa nya sudah meninggalkan dia untuk selamanya. Aku tau Ali suka menjahili sepupu-sepupunya, hanya karena untuk membuat dirinya senang, dan sedikit lupa dengan apa yang ia pikirkan setelah kepergian papa nya.


Kehilangan seseorang yang berharga di hidup kita, sangat sulit melupakan.


Aku dan para sepupuku memang tidak bertemu, hanya waktu kecil dulu. Namun dengan adanya internet kita bisa kenal dekat, dan sering video call juga.


Hingga akhirnya kita sampai di sawah.


"What? jauh-jauh kesini cuma ke sawah?" hahahha pasti itu pertanyaan orang yang tidak suka dengan pedesaan.

__ADS_1


Bagus banget pemandangan hijau di daerah sini.


"Fotoin Vina dong tengil," aku meminta Ali untuk fotoin aku.


"Sini kamera nya," Ali lalu mengambil kamera nya dan memotret ku.


Raka menatapku yang ketawa-ketawa dengan Ali.


"Raka sini," panggil ku karena ila juga foto-foto.


Raka menghampiri ku, "Ali, fotoin aku dan Raka yah," ucapku berdekatan dengan Raka.


'kenapa keduluan Raka Vin, gue yang mau di samping lu' batin Ali namun ia berusaha tersenyum.


Aku hanya berpose tidak mengerti dengan tatapan Ali dan Raka.


'setelah Adit, sekarang Ali, sepupu Vina sendiri' batin Raka.



Aku memang memakai pakaian yang senada dengan Raka, saat di foto aku menutup wajah Raka, dengan bunga yang ku bawa.


"Vin, lu ngapain foto kalau wajah Raka lu tutupin, dan lu ngadap ke belakang," ucap Dani.


"Siapa yang foto?" tanyaku.


"Ya lu lah," jawabnya.


"Terus masalah?" ucapku lagi cengengesan.


Aku melihat Ali tersenyum. "Keluar lagi aslinya nih anak ngeselin," ucap Evan dan Dani.


Aku hanya tertawa menanggapi nya.


'Apa yang orang katakan itu benar adanya, kalau jodoh kita mirip dengan kita, apa mungkin sepupu kamu sendiri yang akan- eh gak jadi ya Allah aku aja jodohnya vina' batin Raka.


Raka ke mobil menggandeng tanganku, entah apa Ali dari tadi diam saja, sampai ke mobil.


'Tumben' batinku


Mobil telah melaju menuju rumah.


...°~°...


Di malam hari


Aku sudah memasak untuk makan malam, biasanya papa masak sendiri, tapi karena ada aku, jadi aku yang bantuin.


Setelah makan kita ke ruang tamu.


"Pa, Raka tidur sama Reno gimana?" karena Raka dari tadi chat bilang suruh tidur sama Reno aja.


Reno seperti malu dengan ku dan ila, ia hanya main hp dan senyum senyum saat dilihat.


Reno masih SD kelas 5.


"Papa sih nyuruh sama sepupu-sepupu kamu aja Vin, biar dekat kan sama keluarga," ucap papa.


'aku gak mau tidur bareng mereka vina' begitu lah tatapan Raka padaku.


"Tapi pa-"


"Assalamu'alaikum," ucap dari luar.


"Wa'alaikum salam."


"Nah itu mereka udah datang," ucap papa.

__ADS_1


'Ngapain mereka datang lagi,' batin Raka.


"Hai tengil," ucap Ali duduk di samping ku.


"Hm" jawabku sambil main ponsel.


"Lihat apaan sih, coba aku lihat," ucap Ali merampas ponsel ku.


"Woy tengil balikin," ucapku mengejar Ali yang berlari keluar.


"Masih aja mereka seperti anak-anak," ucap papa menggeleng gelengkan kepalanya.


"Ila, kamu ngantuk ya?" tanya papa.


"Gak kok pa," jawabnya.


'Kenapa Vina sama Ali gak balik-balik' batin Raka.


"Lu kenapa ka?" tanya Dani


"Gak apa," jawabnya sambil melirik ke arah pintu.


...°~°...


Di luar


"Vina capek," ucapku.


"Yaudah duduk dulu," ujar Ali.


Aku sampai ngos-ngosan ngejar Ali dari dalam.


Memegang dada yang terasa sakit.


"Vin, lu gak pa-pa?" tanyanya


"Vina gak apa kok," jawabku.


"Vin, apa gue boleh bicara sama lu?" Aku mengangkat satu alisku bingung.


"Biasanya nyerocos gak nanya dulu, kalau bisa sih gak usah hehe."


"Ini gue mau ngomong serius Vin," ucapnya.


"Apaan?" tanyaku.


"Gue tau ini terlambat Vin, tapi gue harus bilang sama lu"


"Apaan sih, tengil banget," Aku beranjak dari tempat duduk, namun di tarik Ali.


Mata kita bertemu, dan akhirnya ia melepasnya.


"Maaf Vin, gue cuma mau ngomong sesuatu,"


Aku hanya menatap nya penuh tanya.


"Vina, gue-


Jangan lupa like vote komen


Just call me chinggu (teman) oke 😉


Annyeong 🤗


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2