Di Jodohkan Namun Tak Berjodoh

Di Jodohkan Namun Tak Berjodoh
Sensi


__ADS_3

Aku dan Raka telah sampai di restoran.


Aku berjalan masuk kedalam restoran dan duduk.


"Kamu mau makan apa?"


"Terserah kamu aja."


"Nanti gak cocok, sama yang kamu mau."


"Mau apa aja ih, terserah samain aja gak apa."


"Aku mau makan lele sama sambal terasi kamu mau?" tanya Raka.


Ia mengatakan itu agar aku tidak mengikuti nya.


"Ya samain aja, tapi gak mau makan itu."


"Tapi aku mau makan itu Vin," ucap Raka lagi.


"Ya udah sama aja."


"Nanti kamu alergi."


"Itu kamu tau, yaudah deh apa aja."


'Kenapa sih, sensi amat'


"Permisi, mau pesan apa?"


"Jadi, kamu mau makan apa?"


"Apa aja Raka, kamu nanya sekali lagi, aku gak usah makan aja."


"Iya deh iya, kak saya pesan yang ini satu, ini, ini, ini, ini, ini," ucap Raka memesan beberapa makanan


"Minumnya apa mas?"


"Eee (Raka menatapku) air putih aja deh biar sehat," tersenyum pada pelayan restoran.


"Tunggu sebentar ya mas, mbak," ucap nya lalu pergi.


'Kenapa sih? pasti lagi dapet nih, aduhh gawat nih garangnya. Bentar lagi selalu salah apa yang gue lakuin pasti.' batin Raka menatap ku yang memainkan ponsel.


Raka menatap ku yang tiba-tiba tertawa, karena aku melihat video di ponsel bertingkah lucu.


"Bunglon," ucap Raka langsung menutup mulutnya.


Aku melihatnya, "apa kamu bilang barusan? bunglon? apa itu buat aku?"


"Iya, eh bukan maksudnya aku kalau misalnya pelihara bunglon lucu kali yah."


"Oh kirain, mau pelihara? terserah kamu aja sih," ucapku Raka tersenyum.


'Haduh aman, kenapa juga nih mulut keceplosan'

__ADS_1


"Permisi pesanannya."


"Oh iya kak makasih," ucap Raka, aku pun tersenyum.


Lalu pelayan restoran itu pergi setelah menata makanan di atas meja.


"Ayo makan Vin! simpan dulu hp nya."


"Banyak banget makanannya?" setelah sadar menatap makanan yang ada di meja begitu banyak.


"Iya, kamu suka semua kan?"


"Iya suka, eh kamu pesan banyak buat aku suka makan, biar gendut gitu?"


"Gak gitu vin, tapi kan ini kesukaan kamu, soalnya tadi kamu bilang terserah kan? kalau gak habis, nanti kita bungkus aja."


"Yaudah deh Vina makan," Aku dan Raka mulai makan, aku melihat spaghetti yang Raka makan, seperti nya enak.


"Raka," ucapku.


"Hm" jawabnya.


"Vina mau coba makanan kamu boleh?"


"Mau coba ini?" tanya Raka dan aku mengangguk.


"Aku suapin ya?" Aku mengangguk lagi


Raka menyuapkan makanan nya, dan aku melahapnya.


"Em enak," ucapku ingin mencoba nya lagi.


"Kita tukeran ya, aku mau itu," aku menunjuk nya.


Raka berhenti mengunyah.


"Tapi itu yang kamu makan?"


"Aku mau makan yang punya kamu, boleh ya please!"


"Ini udah aku makan, kita pesan 1 lagi ya?"


"Gak apa itu aja."


Raka terlihat menghela nafas, "Ini ambil aja" menyerahkan makanan nya.


"Beneran?" Raka mengangguk.


"Makasih Raka ganteng," aku mengambil nya dan langsung memakannya.


'Ya tuhan apa semua wanita yang lagi dapet, kelakuan nya begini.' batin Raka


"Kamu gak makan? kamu marah ya aku ambil makanan kamu?"


"Gak kok, nih aku makan." Raka memakan ayam dan nasi yang juga ia pesan tadi.

__ADS_1


Makanan yang sering aku makan, ayam, burger, siomay, sosis. Fix makanan gue kek bocah.


"Raka," ucapku setelah menghabiskan spaghetti Raka.


"Iya"


'Perasaan gue gak enak lagi'


"Vina mau yang itu juga."


"Yang mana?"


"Yang kamu pesan tadi buat aku," ucapku tersenyum.


"Berarti maksud nya?" Raka menunjuk makanan dan aku mengangguk


'Buset'


"Separuh aja ya? kita separuhan."


"Ya udah deh dikit aja gak apa."


'Sedikit ceunah, spaghetti nya aja habis seporsi cowok atau porsi 2 orang cewek, dia malah masih kurang? emang gak kenyang?'


Raka memberikan nya separuh-separuh. Namun sebelum memotong burger, aku menghentikan nya.


"Raka."


"Iya"


"Burger nya kan cuma satu," aku mengangkat jari telunjuk ku sejajar dada.


"Terus?" tanyanya menatapku.


"Makan aku semua ya?"


"A-eee boleh," ucap Raka.


"Kamu gak marah?" tanyaku.


"Gak kok, mana pernah aku marah sama kamu," ucapnya dengan senyuman terpaksa.


"Makasih, kamu memang yang terbaik," ucapku mengacungkan kedua jempol.


"Iya sama-sama," jawabnya aku langsung makan lagi burger nya.


'Aku selalu ingin melihat kamu bahagia seperti ini Vin, aku beruntung bisa memiliki kamu, kamu tidak seperti wanita lain yang meminta macem-macem. Dengan perbuatan kecil aja kamu udah bahagia. Aku hanya berharap, kalau aku tidak bisa tetap di samping kamu, semoga kamu tetap bahagia,' batin Raka menatap ku.


Jangan lupa like vote komen


Just call me chinggu (teman) oke 😉


Annyeong 🤗


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2