Di Jodohkan Namun Tak Berjodoh

Di Jodohkan Namun Tak Berjodoh
Piknik


__ADS_3

Tidak sampai tengah malam, sahabat Vina dan Adit berpamitan. Karena tidak enak di rumah orang yang juga punya anak kecil. Namun mereka tetap menghabiskan makanan, masih banyak juga sisaan makanan, Adit dan keluarga nya menyuruh mereka untuk membawa, tapi mereka tidak mau.


Adit juga tidak masalah, karena sahabat nya bukan orang yang susah. Mereka hanya suka makan bersama.


...******...


Hari ini weekend, mereka tidak bekerja seperti biasa nya. Mereka jalan-jalan bersama keluarga masing-masing.


Ini adalah weekend pertama Dimas dan Naya, mereka bingung akan kemana. Namun lagi-lagi Adit dan Vina mengajak mereka dan Hendry juga Nina untuk piknik bersama. Menjadi rutinitas agar tetap menjaga tali persaudaraan dan silaturahmi.


Masing-masing dari mereka membawa makanan, termasuk istri mereka yang membawa. Karena kebanyakan dari yang laki-lakinya hanya tahu cara melahap makanan dan membantu membawanya.


Mereka mulai dengan melerai tikar untuk piknik mereka.


"Kenapa baby Dev gak dibawa sih Vin?"


"Iya soalnya kalau di rumah kamu, dilarang banget sama om Anton dan tante Dira."


Adit dan Vina tertawa, memang orang tua dan mertuanya yang paling sering menggendong Devan.


"Iya kalau mau menggendong baby Dev harus sabar menunggu dari papa dan mama, maklum saja cucu dari anak pertama. Makanya paling di sanjung-sanjung nya. Bisa saja nanti kalau udah anak kedua atau ketiga berubah, apalagi kalau adiknya Vina nanti menikah, paling mereka sudah bosan."

__ADS_1


"Tapi kalian akan leluasa nanti." Ucap Adit tersenyum.


"Kapan baby Dev akan kalian bawa?"


"Bukan baby Dev, tapi anak kandung kalian sendiri" Nina dan Naya langsung terdiam, Hendry malah tersenyum, sedangkan Dimas juga ikut diam.


"Itu mah proses dit, lagi proses pembentukan."


"Kalau lo gimana dim? Apa proses pembentukan juga?"


"Hah? Belum tahu, anggap aja proses juga."


"Maksud nya belum tahu? Lo sama Naya belum? Ak ek." Tanya Hendry


"Kak Adit jangan macam-macam, kak Hendry juga, itu pertanyaan sensitif. Kita disini kan mau piknik bareng, bukan lagi mau bahas yang lain."


"Habis gue kenak juga, lo sih hen, nanya aneh-aneh." Adit menyalahkan Hendry karena dirinya jadi termasuk kemarahan istrinya.


"Lah gue cuma lanjutin apa yang mau lo tanya." Jawab Hendry membela dirinya.


"Kak Hendry."

__ADS_1


"Kak Adit." Nina dan Vina menatap suaminya masing-masing, mereka makin kesal saat suaminya makin berdebat.


"Iya, lanjut makan aja semuanya. Pengen cobain yang kalian bawa."


"Iya gue juga mau cobain, tapi pasti enak kan gratis alias free yuhu." Hendry yang di pikirkan hanya makanan gratis.


"Sabar banget kamu nin, suami nya yang di pikirkan hanya makanan bukan kamu." Naya memancing keadaan.


"Enak aja lo, gue juga mikirin istri gue."


"Itu hanya di depan kita, buktinya yang ada hanya makanan di pikiran nya.


"Wah bahaya wanita yang satu ini, suka sekali kompor dan semakin menambah minyak tanah. Lama-lama meledak juga ntar."


"Ternyata bukan cuma doyan makan, tapi juga emosian nin." Ucap Naya, mereka tahu Naya hanya bercanda dan Hendry juga. Namun Hendry di campur dengan emosinya.


Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...


Baca juga cerita bebu yang lain 😘


IG : @istimariellaahmad98

__ADS_1


See you...


__ADS_2