
"Vina sayang, bangun yuk, udah sampai nih," ucap Raka sambil melepas seat belt nya.
Namun aku belum membuka mataku.
"Sayang, gak mau bangun ya?" Raka lagi mengelus kepalaku.
"Vina," menyentuh bahuku.
Aku terkejut, langsung terbangun. "Astaghfirullah," ucapku langsung menoleh ke arah Raka.
"Minum dulu ya," Raka mengambil kan botol air mineral, lalu memberikan nya padaku. Aku pun mengambil nya dan langsung meneguknya.
"Huh kaget aku tuh," ucapku setelah selesai meminum air nya.
"Ya maaf, soalnya aku bangunin gak bangun-bangun, tapi pas aku nyentuh bahu kamu malah kaget."
"Iya gak apa."
"Maaf sayang, aku bangunin kamu."
"Gak apa kok, kamu gak mau mampir dulu."
"Iya aku juga mau turun, mau mandi juga, gerah."
"Tumben mau mandi di rumah?"
"Iya, emang kenapa?"
"Ya gak apa sih, tapi gak pernah aja kamu mau mandi di rumah aku."
"Rumah kamu?" tanya Raka dan aku mengangguk.
"Coba lihat kesana," Raka menunjuk rumahnya.
Aku melihat ke arah rumah dan sekeliling.
"Kenapa berubah?"
"Apanya yang berubah?" tanya Raka bingung perasaan sama aja gak ada yang di ubah.
"Maksud aku kenapa kesini? kan ini rumah kamu."
"Kamu kan tadi mau kesini, mau ketemu mama kan?" Aku mengingat lagi.
"Dasar pelupa," ucap Raka tertawa.
"Ayo deh masuk, aku langsung mau mandi."
"Vina sekarang malu deh mau masuknya, baru bangun tidur."
"Iya sih jelek," ucapnya aku langsung cemberut.
__ADS_1
Lalu Raka kembali tertawa.
"Kamu itu cantik, gak lagi tidur kek, baru bangun tidur kek, tetap cantik dimata aku. Ayo turun!"
Raka membuka pintu mobil, aku juga mengikuti nya turun dari mobil, dan menuju rumah Raka.
"Kamu yang ketuk pintu, aku mau sembunyi, kalau mama yang buka pintu, bilang aja kamu sendiri."
"Ih gak mau bohong Raka." Raka menempelkan jari telunjuk di bibirnya.
"Husst"
Raka bersembunyi dan aku mengetuk pintu rumah.
Tok tok...
"Assalamu'alaikum," ucapku sambil melirik Raka yang mengacung kan jempol.
"Wa'alaikum salam," jawab tante ria dari dalam rumah berjalan untuk membuka pintu.
"Eh Vina, ayo masuk! pas banget tante bikin kue, cicipin yuk!"
"Tante, Vina tadi kesini-
"Udah ayo gak apa, ayo masuk! Raka belum datang, tante kangen banget sama kamu," ucap tante ria.
Aku melirik Raka yang mengintip.
Tante ria menutup pintu nya kembali.
Raka mendekati pintu rumah keluar dari persembunyiannya.
"Astaghfirullah gue di tinggal, Vina gak ditanya juga datangnya sama siapa? sebenarnya anak mama itu aku, apa Vina?"
"Tapi bagus juga sih mama deket sama Vina, tapi yah gini anak sendiri gak dicariin biarpun belum pulang,"
Raka menghela nafas panjang.
"Assalamu'alaikum," Raka mengetuk pintu.
"Tante, Vina yang buka pintu nya ya, itu pasti Raka."
"Biasanya dia langsung masuk kok."
"Tapi tante-
"Udah gak apa, kamu mau makan apa?"
"Vina tadi sama Raka kesini, dari tempat makan tante."
"Jadi maksudnya?" Aku mengangguk.
__ADS_1
"Astaga," tante ria langsung keluar dari dapur aku mengikuti nya.
Berjalan membuka pintu, dan melihat siapa yang ada di luar.
Benar saat membuka pintu, Raka berdiri di depan nya sambil memasukkan tangan ke saku celana.
"Eh Raka baru pulang," ucap tante ria.
"Baru aja kok, beberapa menit yang lalu."
"Oh yaudah masuk!" ucap tante ria berbalik badan dan menuju dapur lagi sambil tersenyum menatapku.
"Gitu doang?" ucap Raka.
"Udah lah, kan kamu sendiri tadi, ngapain pakai sembunyi segala."
"Iya sih, yaudah aku langsung keatas mandi, kamu mau ikut?" tanya nya.
"Nih" Aku menggenggam tanganku siap membogem.
Raka tertawa dan aku juga menertawai nya.
Aku kembali ke dapur, Raka juga ke atas menuju kamar nya untuk mandi.
"Dimana Raka?"
"Raka mandi, katanya gerah."
"Marah gak sama tante?"
"Awalnya mungkin iya tante, tapi kan dia sendiri yang bikin ide sembunyi."
"Maksudnya apa coba?"
"Biar dicariin gitu mungkin sih."
"Ternyata gak ya?" tante ria tertawa aku juga mengikuti nya.
Konyol banget Raka pikirku.
Jangan lupa like vote komen
Just call me chinggu (teman) oke 😉
Annyeong 🤗
.
.
.
__ADS_1