
Minggu depan sudah di putuskan adalah hari pertunangan Dimas dan Naya, mereka sudah setuju untuk bertunangan minggu depan.
Hari ini Dimas ingin menjemput Naya di tempat kerja nya, ia ingin membicarakan tentang hari pertunangan nya apa saja yang diinginkan dan di butuhkan Naya.
"Dimas, kamu beneran kesini? Mau ngapain?" Tanya Naya yang baru keluar dari tempat kerjanya.
"Mau jemput kamu, kita makan dulu di luar ada yang mau aku omongin."
"Terus mobil aku, gimana?"
"Gampang, nanti aku suruh orang buat ambil mobil kamu kesini."
"Yaudah." Naya ikut ke mobil Dimas untuk makan sebentar diluar sambil membicarakan tentang hari pertunangan mereka.
Dimas melirik Naya yang hanya diam saja di mobil, ia juga canggung untuk memulai berbicara lebih dulu. Sampai mereka tiba di tempat makan.
Dimas dan Naya turun dari mobil mencari tempat kosong.
"Kamu mau pesan apa nay?" Tanya Dimas.
"Aku lagi pengen makan sushi 🍣, dan minum nya orange juice." Jawab Naya menatap Dimas.
"Disini gak ada sushi nay, disini kan restoran biasa gak menyediakan sushi. Apa kita pindah ke restoran jepang?" Melihat Naya yang seperti nya ingin makanan jepang itu.
"Apa aja deh, yang penting gak terlalu berat tapi ada nasi nya seperti sushi." Jawab Naya lagi membuat Dimas bingung apa itu.
"Ternyata begini permintaan aneh cewek? Baru tahu aku. Apa ada lagi selain ini ya?" Batinnya.
"Dimas, kamu kenapa?" Tanya Naya pada Dimas karena menatapnya.
"Tidak, hanya mikir apa makanan yang enak." Jawab Dimas.
"Mau pesan apa mas?" Tanya waiters tersenyum.
"Disini ada makanan yang seperti sushi gitu gak mbak? Nasi, tapi sedikit saja."
"Pas sekali mas, disini ada menu baru rice ball kimchi, makanan khas korea. Ada beberapa level juga, mau yang level berapa?" Tanya nya pada Dimas.
"Kamu mau level berapa, nay?" Tanya Dimas kembali menatap Naya.
"Level tertinggi mbak." Jawab Naya.
"Yakin mampu? Memangnya kamu suka makan pedas?" Tanya Dimas takut Naya tidak bisa makan pedas.
"Coba aja dulu, biasanya sih aku makan level biasa udah pedas banget. Tapi sekarang aku mau coba yang level tertinggi disini, siapa tahu beda."
"Nanti kamu sakit perut nay, yang biasa aja."
__ADS_1
"Yang tertinggi mbak."
"Iya, tambah apalagi?"
"Gak tahu suami saya." Ucap Naya tanpa melirik Dimas, membuat Dimas salah tingkah.
"Sa-saya kentang, burger, spaghetti mbak."
"Minum nya apa aja?"
"Orange juice dua, sama air putih dua."
"Sudah itu aja ya, gak ada lagi?"
"Satu gelas susu mbak, atau dua gelas juga boleh." Dimas takut Naya kepedesan dengan makanan yang di pesannya, ia jaga-jaga dengan memesan susu sampai dua gelas.
"Baik mas, di tunggu pesanan nya. Permisi." Dimas dan Naya mengangguk tersenyum.
"Sahabat kamu sudah menyiapkan semua yang kamu butuhkan, nanti tinggal kamu pilih dan bilang sama aku mana yang pas buat kamu nay. Cincin nya juga mereka yang menyiapkan, aku sama kamu cuma tahu jadinya saja kata mereka. Tapi kalau misalnya kita gak suka kita bisa mengubah nanti, mereka tidak akan marah."
"Iya, aku sih terserah mereka dan akan setuju saja. Lagian mama juga sudah tahu kalau Vina dan Nina membantu untuk acara pertunangan kita. Mama nanti mau kerumah Vina untuk melihat bersama ke tempat nya."
"Apa aku harus ke rumah juga, meminta izin pada mama kamu?"
"Harusnya begitu, karena mama juga pengganti papa dirumah. Jadi kamu harus minta izin pada mama untuk bertunangan dengan anaknya. Kamu gimana sih dim, belum ketemu mama ternyata."
"Iya maaf nay, aku malu ketemu mama kamu."
"Iya, nanti aku temui mama kamu. Ini pulang dari sini aku mampir ke rumah kamu."
"Iya, biar mama tahu calon menantunya itu manusia, bukan ghaib."
"Gitu banget ya Allah, Dimas ganteng begini masa ghaib." Batin Dimas.
Pesanan mereka sudah sampai, beberapa juga yang di pesan Dimas lebih banyak. Begitu juga dengan minuman nya yang ada enam.
"Memangnya kamu makan dan minum sebanyak itu?" Tanya Naya sambil tersenyum.
"Jaga-jaga aja."
"Ada-ada aja kamu." Ucapnya langsung berdoa dan melahap makanan yang tadi ia pesan.
Rice ball nya tidak terlalu pedas, tapi kimchi nya Naya memesan yang level tertinggi, jadi baru saja masuk sudah terasa terbakar mulutnya.
"Astaghfirullah, pedas banget." Ucapnya dengan bibir yang sudah memerah. Dimas memberikan satu gelas susu yang di pesannya pada Naya, Naya langsung mengambil nya dan menghabiskan nya langsung.
Dimas makan burger dengan terus melirik Naya yang kepedasan, ia kasihan tapi itu keinginan Naya sendiri yang meminta level tertinggi.
__ADS_1
Naya memakan cepat kimchi nya sampai habis, ia kembali mengambil satu gelas susu yang di pesan Dimas. Benar apa yang menurut Dimas akan habis dan jaga-jaga, untung saja Dimas memesan dua gelas susu untuk meringankan rasa pedas pada Naya.
"Pedas banget Dimas, aku gak kuat nih sakit perut."
"Aku udah bilang kalau kamu gak kuat jangan coba-coba, tapi kamu tetap ngeyel."
"Bungkus makan di rumah aja ya punya kamu, ayo antar aku pulang!" Dimas mengikuti keinginan Naya, membungkus makanan yang ada di hadapannya, dan membayar tagihan bill. Setelah itu Dimas mengantar Naya untuk pulang ke rumah nya.
Dimas sudah sampai di depan rumah Naya, Dimas membukakan pintu mobil untuk Naya. Namun Naya seperti kesakitan karena sudah makan terlalu pedas.
"Naya, kamu kenapa nay?" Tanya mama nya yang membuat pintu rumahnya.
"Maaf tante, Naya seperti nya kesakitan tadi habis makan pedas level tertinggi."
"Kamu siapa? Kurang ajar ya kamu ajak putri saya makan pedas, putri saya sudah mau tunangan."
"Iya maaf tante."
"Mama, dia Dimas calon Naya." Mama Naya tersenyum tidak enak karena sudah salah sasaran memarahi calon mantunya sendiri.
Mereka membantu Naya untuk duduk di ruang tamu.
"Lagian kamu sih nay, sudah tahu bisa makan pedas dikit aja gaya."
"Iya ma, Naya yang minta tadi level paling tinggi."
"Dimas, maaf ya! Tante gak tahu kalau kamu yang ajak Naya makan tadi."
"Gak apa tante, salah Dimas juga belum pernah kesini menemui tante. Padahal Dimas sudah mau tunangan sama Naya."
"Tidak masalah, tante malah sangat berterima kasih karena kamu mau menikah dengan anak tante."
"Kenapa tante?"
"Karena kalau tidak, tante yakin Naya akan menjadi perawan tua karena terlalu garang dan cuek sama cowok. Lihat aja macho begitu, orang tahu dia cewek mungkin karena pakai kerudung. Coba aja gak pakai kerudung, bisa jadi rambutnya di potong pendek seperti laki-laki."
"Tante bisa aja, Naya kan cantik. Pasti banyak yang mau sama Naya."
"Jadi, Naya cantik, Dimas?" Tanya mama Naya sambil menggoda Naya.
"Mama apaan sih?" Ucap Naya malu pada Dimas.
Dimas dan mama nya tertawa karena melihat Naya malu.
Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...
Baca juga cerita bebu yang lain 😘
__ADS_1
IG : @istimariellaahmad98
See you...