
Sebelumnya...
"Vina," panggil seseorang membuat Vina dan security tadi menoleh.
"Kak Hendry, kerja di kantor ini juga?" Tanya Vina.
"Pak Hendry kenal dengan mbak ini? Kebetulan sekali, mbak ini mau menemui suaminya, tapi tidak tahu bagian apa mas."
"Kamu mau menemui Adit?" Tanya Hendry yang langsung di angguki oleh Vina.
"Adit siapa pak Hendry?" Tanya security yang masih penasaran, kenapa bisa Vina mengenal Hendri yang sebagai sekretaris di kantor besar.
"Adit Raymond, pak mamat. Direktur utama di kantor ini. Ini Vina istri nya," ucap hendry memberitahu pak mamat. Vina masih tercengang dengan jabatan Adit, ia kira Adit hanya sebagai manager atau staff biasa, karena masih ada papa nya.
"Waduh, maafkan saya mbak- eh ibu Vina. Kalau pak Adit tahu bisa marah sama saya."
"Memangnya kak Adit sering marah pak?"
"Sudah lama sih tidak marah, pak Adit marah-marah waktu dia putus dengan pacarnya dulu."
"Pacarnya yang mana? Kenapa bisa marah-marah begitu?"
"Salah ngomong aku," ucap pak mamat memukul mulutnya yang asal ceplos.
"Sudah lah Vin, kita langsung masuk aja, lagian itu kan sudah berlalu." Hendry mengajak Vina karena takut nya akan jadi masalah pada hubungan sahabatnya itu.
"Aku pengen tahu aja kak, siapa yang sampai buat kak Adit marah-marah. Siapa pak?" Tanya nya lagi membuat pak security itu melirik Hendry, Hendry mengode nya dengan mengedipkan matanya.
"Lihat saya aja pak, saya hanya ingin tahu."
"Saya lupa mbak Vina." Membuat Hendry tersenyum karena pak mamat lupa.
"Saya yakin pak mamat ingat, ayo pak siapa?"
"Kalau tidak salah-
Hendry menggelengkan kepalanya agar pak mamat tidak menjawab.
"Kak Hendry, diam!" Hendry menelan ludah nya kasar, bisa-bisa nya Vina tahu kalau dirinya memberi kode.
"Namanya Cahaya mbak Vina," ucapnya menatap wajah Vina dan Hendry.
Vina tidak menjawab ia hanya tersenyum dengan jawaban pak mamat.
"Bukannya marah seperti istri orang, ini malah senyum aja."
"Aman deh." Hendry nampak mengelus dadanya.
Pak mamat melihat Vina dan Hendry tersenyum malah heran.
"Mbak Vina sama pak hendry, baik-baik saja kan?" Tanya pak mamat mengira mereka berdua kemasukan.
"Terima kasih ya pak, saya mau langsung ketemu suami saya."
"Iya pak, saya juga mau mengantar Vina." Pak mamat hanya mengangguk.
"Aneh sekali mereka, kenapa malah senyum-senyum? Jangan bilang mereka- ah aku terlalu banyak nonton drama azab." Pak mamat kembali dengan tugas nya, setelah melihat Vina dan Hendry masuk ke kantor.
__ADS_1
"Kak, aku tunggu disini aja deh."
"Kenapa gak masuk aja?"
"Takut ganggu kak Adit," ucap Vina duduk di kursi lobi.
"Gak apa vin, barusan aku chat Adit katanya dia lagi gak sibuk."
"Nanti aja dulu kak."
"Aku bilang suruh nyusul aja yah kalau disini ada kamu?" Vina hanya mengangguk sambil tetap memegang cheese cake yang di beli nya.
"Katanya bentar lagi dia turun vin."
"Memangnya kak Adit gak kerja? "
"Istirahat sih vin, sebenarnya tadi mau ke kantin tapi ketemu kamu gak jadi."
"Maaf ya kak, kalau gitu sekarang kak Hendry ke kantin aja. Kak Adit kan udah mau datang."
"Oh, jadi kamu selingkuh ya?" Tanya seorang wanita yang menghampiri Vina dan hendry yang sedang duduk.
"Sheryl," ucap Hendry.
"Siapa kak?" Tanya Vina pada Hendry, karena memang ia tidak mengenalnya.
"Sok imut banget lo, panggil Hendry kakak."
"Apaan sih sher, kamu salah paham."
"Iya kak, aku sama kak Hendry temenan aja. Pacarnya kak Hendry yah? Kenalin aku Vina." Vina mengulurkan tangan nya, namun Sheryl malah menyiramkan minuman yang ada di gelas cup plastik yang di bawanya.
"Kamu bentak aku, gara-gara wanita ini?" Tunjuk nya pada Vina.
"Sher, bukan gitu maksud aku. Tapi kamu salah paham dengarkan dulu."
"Apa yang mau di jelaskan?"
"Sayang, kenapa kerudung dan baju kamu basah?" Tanya Adit yang baru saja datang.
Sheryl bersama temannya yang juga staff kantor tercengang, bagaimana mungkin atasannya itu memanggil wanita yang di tuduh selingkuh dengan Hendry di panggil dengan sebutan sayang.
"Aku gak apa kak, tadi minuman aku tumpah" ucapnya tersenyum. Namun Adit tidak percaya, ia menatap Hendry untuk meminta penjelasan.
"Gue-
"Wanita ini siapa pak Adit?"
"Ada apa hen?" Tanya Adit pada Hendry, tidak memperdulikan pertanyaan Sheryl.
"Maaf dit, tadi Vina nungguin lo disini. Tapi tiba-tiba Sheryl datang dan nuduh gue selingkuh sama Vina, lalu menyiram nya."
"Berani juga pacar lo," ucap Adit melirik Sheryl.
"Maafin gue dit."
"Kenapa lo yang minta maaf?"
__ADS_1
"Udah kak, ayo makan siang dulu." Ajak Vina. Adit menatap istrinya itu tersenyum.
"Kamu lapar?" Tanya Adit lembut, Vina mengangguk.
"Kamu, beli pakaian ganti untuk istri saya." Adit menyuruh Sheryl membeli pakaian ganti untuk Vina, dan itu membuat Sheryl dan temannya kembali terkejut.
"Is-istri pak?"
"Iya, istri saya. Kenapa?"
"Ayo kak!"
"Iya sayang, ayo." Adit dan Vina berjalan masuk ke dalam lift.
"Itu, istri pak Adit hen?"
"Puas kan sekarang? Sudah nyiram istri bos. Kalau tidak segera berangkat, biar aku langsung bilang sama Adit."
"Aku berangkat sekarang." Sheryl menarik tangan temannya keluar dari kantor, Hendry hanya menghela nafas pelan.
...******...
"Kamu buka aja dulu kerudung sama baju kamu, nanti kamu masuk angin." Ucap Adit setelah berada di dalam ruangan nya.
"Hah? Terus aku-
Adit mengedipkan satu matanya. "Ih kak Adit mesum."
"Kamu aja pikirannya yang mesum, maksud aku ganti kaos aku dulu di lemari sebelum pakaian ganti nya datang."
Vina hanya cengengesan, ia awalnya mengira suaminya itu akan berbuat mesum di kantor.
"Cepat sayang, mau aku aja yang gantiin?" Vina langsung menuju lemari Adit.
"Kak, tadi aku ketemu mama di toko kue." Vina mengatakan nya setelah mengganti pakaian.
"Terus?" Adit menatap Vina dengan kedua tangannya di dagu.
"Mama yang bayarin kue ini, kayaknya mama udah lama langganan di toko itu." Adit hanya mengangguk sambil menatap wajah Vina lekat.
"Kak Adit jangan lihatin Vina kayak gitu."
"Kenapa?"
"Mending kita makan kue aja yah?"
"Suapin," manja nya menjatuhkan kepalanya ke pangkuan Vina.
"Katanya mau di suapi, kenapa malah tidur." Adit kembali duduk, melihat Vina membuka kotak kue yang di bawanya.
"Yah, kue nya basah dikit."
"Gak apa sayang, aku mau makan kue nya cepat suapin." Vina mengambil kue nya ke piring, lalu menyendok nya untuk ia suapkan ke Adit.
"Enak?" Tanya Vina yang langsung di angguki oleh Adit, seperti anak kecil yang sedang mengunyah makanan.
"Lucu banget sih," ucap Vina sambil mengelap kue di sudut bibir Adit.
__ADS_1
"Kamu cantik." Setelah adegan suap-suapan, Sheryl datang membawa pakaian yang sudah di belinya dan juga makanan untuk makan siang. Adit memesannya lewat Hendry, untuk ia makan bersama istrinya.
Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love.