
Hari ini mereka semua sangat sibuk untuk mempersiapkan hari esok, Vina dan Adit di percepat hari pernikahan nya. Karena kedekatan mereka berdua dan tingkah Adit yang begitu manja kepada Vina, membuat para orang tua memutuskan untuk segera menikahkan keduanya. Agar tidak terjadi nya fitnah atau omongan julid orang sekitar.
"Vina, kamu istirahat saja di dalam takutnya kecapean besok."
"Vina gak apa kok ma, lagipula kan Vina lihat aja kan? Gak ngapa-ngapain."
"Kenapa keluarga almarhum Raka gak ada kesini ya? Padahal mama sudah mengundang mereka dari kemarin."
"Vina gak tahu ma, mungkin saja sedang sibuk atau ada hal lain, jadi tidak bisa kesini." Vina juga tidak tahu apa yang terjadi, mengapa kedua kakak Raka tidak pernah lagi mengunjunginya. Padahal dulu sebelum ia kembali dengan Adit dan saat mental Vina down, mereka datang untuk menjenguk. Apa ada hubungannya dengan kembalinya Vina pada Adit? membuat mereka mejauhi Vina?
Ponsel di tangan mama Dira berdering, ia melihat siapa yang menelepon nya.
"Anak nakal ini," ucap nya dan menolak panggilan itu. Vina hanya melirik ponselnya yang ada di tangan mama Dira, ia tahu siapa yang menelepon nya, siapa lagi kalau bukan Adit.
__ADS_1
"Halo buk. Tolong ponsel nya juga disita, Adit nelpon terus biar mereka tidak mengobrol dulu." Mama Dira menghubungi mama Tia agar menyita ponsel Adit.
"Tenang buk, aman. Sudah ketahuan karena saya lagi ada di kamar nya juga sekarang, orang nya lagi cemberut karena tidak boleh menghubungi calon istrinya."
"Adit cuma mau ngobrol bentar ma, mau dengar suaranya sedikit aja." Suara Adit terdengar memohon pada mama nya, dan itu juga di dengar oleh Vina yang sedang berada di dekat mama Dira.
"Apa Cahaya masih mau menikah dengan anak kecil ini buk? Sepertinya jika dia mendengar akan membatalkannya."
"Mama," rengek Adit.
"Bagaimana buk persiapannya? Karena saya belum bisa kesana, disini juga menyiapkan apa saja yang akan dibawa besok."
"Tidak masalah buk, disini kan bukan saya yang mengerjakan, Sudah ada banyak petugas dari WO nya."
__ADS_1
"Cahaya jangan kecapean ma, suruh dia istirahat aja jangan keluar kamar sampai besok Adit kesitu baru boleh keluar."
"Buk tia, tadi siapa yang panggil saya mama yah? Sepertinya ada yang berbicara pada saya."
"Tidak ada siapa-siapa disini buk mungkin signal nya buruk, saya keluar dulu."
"Mama...." Pekik Adit karena tidak dianggap oleh mereka, padahal yang ia inginkan hanya mendengar suara Vina. Namun tidak di perbolehkan karena sedang di pingit. Kenapa ada tradisi seperti ini pikir Adit, siapa yang membuat ini pertama kali hingga dirinya selama tiga hari ini tidak bisa mengobrol dengan Vina.
Vina hanya duduk saja mendengar mama nya berbicara dengan mama Tia, bukan ia tidak merindukan Adit, namun itu akan percuma jika ia memintanya. Jadi Vina hanya duduk diam saja dari pada membuang tenaga percuma.
Baca juga cerita othor yang masih on going sayang. 'KISAH CINTA ARUMI'
Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love.
__ADS_1
See you.