Di Jodohkan Namun Tak Berjodoh

Di Jodohkan Namun Tak Berjodoh
Makan dirumah


__ADS_3

"Raka," ucapku setelah melihat, siapa yang menghentikan tanganku.


"Ngapain nangis disini? habis putus?" tanya nya dengan tersenyum smirk.


"Siapa juga yang habis putus," jawabku sambil mengelap air mata ku dengan kerudung.


"Kamu itu udah jelek, nangis disini gak malu apa? makin jelek tau gak," ujarnya menertawakan ku.


"Ngapain sih kesini, pergi sana." Aku mengusir Raka agar pergi.


"Aku cuma lewat tadi, terus lihat ada orang jelek nangis, jadi jangan kepedean!" ucap Raka mengejek.


Aku membuang muka, mendengar ucapan Raka. Menyalakan motor untuk segera pulang, namun Raka dengan langkah cepat mengambil kunci motor.


"Apaan sih! balikin gak kunci motor vina," ucapku meminta kunci motor yang Raka ambil.


"Nih ambil kalau bisa." Raka mengangkat tangannya, agar aku tidak dapat mengambil kunci motor itu.


"Hehh Raka kamu apaan sih, Vina mau pulang balikin kunci motor vina," ucapku geram dengan Raka.


"Kamu masuk ke mobil, biar nanti aku suruh orang, buat ngambil motor kamu." Raka menyuruhku untuk masuk ke mobil.


"Vina gak mau, Vina mau pakai motor aja pulang kerumah," jawabku ketus.


"Aku aduin tante dira, kalau kamu nangis di pinggir jalan," ucapnya memainkan kunci motor ku dengan memutarnya.


'mau ngadu mama lagi, dasar Raka nyebelin sumpah.' batinku


Aku tidak menjawab lagi, langsung masuk ke dalam mobil.


Aku melihat Raka, seperti menampilkan senyum kemenangan.

__ADS_1


Dia juga masuk ke dalam mobil, menyalakan dan melajukannya pelan.


"Ck" aku mendecak kesal meliriknya.


"Jangan geer kamu, aku ngantar kamu, cuma kasian aja anak orang di pinggir jalan kayak orang gila," ucapnya mengejek.


Aku melirik nya, lalu membuang muka. Tak lama, mobil Raka sampai di depan rumah, aku langsung turun, tanpa menoleh kearah nya.


"Bilang makasih kek," ucapnyam


Aku menoleh ke arah nya, "Makasih Raka bumi dirgantara," ujarku tersenyum.


"Dan satu lagi," ucapnya menghentikan ku lagi.


"Jangan nangis di pinggir jalan kayak tadi." Raka menertawakan aku dari dalam mobil.


Aku hanya mendengar nya, dan langsung masuk ke dalam rumah. Mengganti pakaian rumahan dan sholat, setelah selesai keluar lagi untuk makan siang.


"Mama ngomong sama siapa diluar?" tanyaku sendiri.


Mengambil makanan yang ada di meja makan, dan melahapnya, eitss bismillah.


Sedang asyik menyantap makanan, mama masuk ke dalam.


"Vina kamu kok gak ajak Raka makan sekalian," ucap mama tiba-tiba.


Uhuk uhuk...


Buru-buru mama mengambil kan minum.


"Makanya makan itu pelan-pelan," ucap mama.

__ADS_1


"Ayo Raka, gabung sama Vina." Mama menyuruh Raka makan bareng.


Raka melirik ku, duduk di hadapan ku.


"Kalian makan dulu ya, tante mau ke depan," ucap mama seperti nya sengaja meninggalkan kita berdua.


"Mama gak makan?" tanyaku supaya mama tetap disini.


"Udah tadi, nanti lagi bareng papa. Hitung-hitung kalian belajar, nanti kan makan berdua gini," ucap mama berlalu meninggalkan aku dan Raka berdua.


Aku hanya melirik nya, dan lanjut makan. Saat makan kita tidak ada yang berbicara, hanya dentingan sendok dan piring.


Aku selesai lebih dulu dari pada Raka, dan aku beranjak dari kursi.


"Eh mau kemana, tamu lagi makan ditinggal sendiri gini, gak sopan tau gak," ucapnya menatap ku.


"Sopan banget aku tuh."


"Belajar menghargai"


Aku tidak menjawab lagi ucapannya, dan duduk kembali.


"Kamu habis putus, terus nangis di pinggir jalan? mungkin itu yang buat kamu gak bisa ngomong," ucapnya sambil mengunyah.


Nyenyenye....


Kulkas kalau udah ngomong cerewet.


.


.

__ADS_1


.


bersambung 💃💃💃


__ADS_2