
"Om hanya ingin kamu menjaga Vina dengan baik! Karena om tidak selalu di dekat dia. Besok, juga kalian sudah pulang," ucap papa dengan sendu.
"Pasti Raka jaga Vina, semampu Raka dengan baik om," jawab Raka serius.
'Tapi Raka gak tau, sampai kapan Raka bertahan om.' batin Raka.
"Kamu tidur sama Reno! karena sepupu Vina udah pada pulang. Kamu masuk aja! Reno pasti masih belajar," papa menyuruh Raka untuk tidur dengan Reno.
"Raka boleh lihat Vina lagi om?" tanya Raka.
Papa menatap Raka. "Kalau gak boleh, gak apa kok om."
"Boleh, lihat aja! om ke kamar dulu ya, udah malam," ucap papa beranjak dari tempat duduk, dan Raka mengangguk.
Raka juga beranjak dan mendekati pintu kamar, dan membukanya pelan.
Dilihatnya aku dan ila yang sedang tertidur berpelukan.
Raka tersenyum, dengan masih berdiri di pintu. Setelah melihatku, ia kembali menutup pintu kamar dengan pelan, lalu menuju kamar Reno.
Cklek... (Raka membuka pintu kamar Reno).
Terlihatlah Reno disana, yang melihat ke arah nya.
Raka mendekatinya, "Reno, masih belajar?" tanya nya.
"Iya kak," jawab Reno menatap Raka.
"Kak Raka boleh kan, tidur di kamar kamu?" tanya Raka lagi.
"Iya gak apa kok kak," ucapnya tersenyum.
"Kakak tidur duluan ya? Jadi, gak bisa temenin kamu belajar," ujar Raka dan Reno mengangguk.
Raka menuju ranjang, meninggalkan Reno yang masih belajar. Ia membaringkan tubuhnya, karena ia mengantuk, dan akhirnya tertidur.
Tak lama juga Reno ikut membaringkan tubuhnya di samping Raka.
...°~°...
Di pagi hari.
Semuanya sudah bangun, dan aku mempersiapkan sarapan. Karena hari ini, aku Raka dan ila pulang sekarang.
"Kenapa gak nginep semalam lagi disini Vin! papa kan juga baru ketemu sama ila."
Lagian dari kecil juga kenapa papa gak pernah mau melihat ila kerumah.
Tidak mungkin aku mengatakan bahwa mama dan papa dirumah tidak mengizinkan aku menginap, apalagi nambah hari.
__ADS_1
"Vina gak bisa kalau sekarang pa, nanti kita bakal kesini lagi kok."
"Papa gak bisa maksain kamu, tapi pintu rumah ini selalu terbuka, untuk kalian datang kapan saja."
Setelah sarapan, kita menyiapkan barang yang akan di bawa pulang.
Dani dan Evan ke rumah, tapi dimana Ali?.
"Ali dimana Van?" tanya ku.
"Gue gak tau dimana Ali, tapi kek nya sih udah berangkat kuliah, mungkin ada kelas pagi."
"Yahh.. Kan Vina mau pulang, kenapa dia gak ada," ucapku kecewa karena sepupuku yang satu lagi tidak ada.
"Gue ada Vin," ucapnya dari belakang
Aku menatap nya, ternyata Ali datang.
Aku menghampiri nya, "kamu kenapa tengil? kenapa pas Vina mau pulang baru timbul, kamu sakit?" tanyaku menatap nya.
"Gu- gue- tadi ada urusan bentar," jawabnya gugup.
"Kamu beneran gak apa?" tanyaku lagi
Di balas anggukan kepala oleh Ali.
'Apa Vina tidak sama sekali menaruh perasaan untuk ku?' batin Ali menatap ku.
"Ayo Vin! barangnya udah semua?" tanya Raka.
"Udah semua," jawabku.
"Kak Evan, kak Dani, kak Ali, ila pulang ya. Kalau ada waktu kalian kerumah."
"Pasti dong bule kampung," jawab Dani mengacak rambut ila.
"Kak Dani nyebelin banget, beda dengan kak Evan, ngapain coba ngacak rambut ila, rusak tau," ucap ila cemberut.
"Tenang, sini kak Evan yang benerin rambutnya," Evan mendekat dan membenarkan rambut ila.
"Ya elah Van, bule kampung juga," ucap Dani tertawa.
"Biarin wleee," jawab ila menjulurkan lidahnya.
"Kalian ini yah. Pa, Vina ila dan Raka pulang ya, kalau ada waktu papa main kerumah," ucapku pamit pada papa.
"Iya, papa nanti kesana," jawabnya.
Aku mencium punggung tangan nya dan bergantian dengan ila.
__ADS_1
"Reno, jangan nakal oke! bantu papa juga disini," ucapku pada Reno.
"Iya kak," jawabnya.
"Van, Vina pulang ya, jangan nakal oke?" ucapku menepuk lengannya.
"Gue bukan bocah kali lu mah," jawabnya.
"Dani, Vina pulang, kamu juga jangan jahil mulu," ucapku menepuk lengannya juga.
"Siap bos," jawabnya memberikan hormat.
Lalu aku beralih ke Ali, "tengil, Vina pulang ya. jangan macem-macem," ucapku tersenyum menepuk pelan kepala nya.
Ali hanya mengangguk dan tersenyum, semuanya menatap ke arah ku dan Ali.
"Hm semuanya, kita pamit pulang ya," ucapku melambaikan tangan, berbalik.
"Vina," ucap Ali.
Aku berbalik lagi.
"Gue ada sesuatu buat lu, nanti lu buka dirumah aja," ucapnya memberikan kotak kecil.
"Ini apaan?" tanyaku.
"Udah sana pulang!" balasnya.
Aku menyimpan nya di tas selempang ku.
"Pa, Vina pulang," ucapku lagi pada papa.
Aku masuk ke mobil, karena Raka dan ila udah duluan.
Kita melambaikan tangan pada mereka. Aku melihat Ali yang hanya diam saja disana, kenapa sih dia pikirku.
Mobil Raka melaju pelan meninggalkan pekarangan rumah papa, meninggalkan mereka yang melihat kepergian mobil kita.
Jangan lupa like vote komen
Just call me chinggu (teman) oke 😉
Annyeong 🤗
.
.
.
__ADS_1