Di Jodohkan Namun Tak Berjodoh

Di Jodohkan Namun Tak Berjodoh
Masih kesal


__ADS_3

Jam makan siang, Vina dan Nina menyuruh Naya kerumah Vina untuk berkumpul. Karena hanya Naya yang masih tetap bekerja. Dimas sudah menyuruh Naya untuk tidak bekerja, namun Naya tidak mau karena akan bosan jika dirumah saja.


Naya izin dulu pada Dimas, karena ia tahu bahwa istri akan keluar harus minta izin pada suaminya. Dimas juga tahu dan tidak akan bertanya lagi jika berkumpul di rumah Vina.


Naya langsung berangkat setelah dapat balasan dari suaminya.


"Itu suara mobil Naya, dia udah sampai nin." Ucap Vina pada Nina, karena Naya sudah datang.


"Kamu aja yang keluar Vin, aku tunggu disini aja." Jawab Nina yang terasa malas bergerak.


"Iya, kamu disini aja biar aku yang bawa Naya masuk." Vina kasihan karena Nina sedang mengandung, Nina masih terasa kesal mengingat Hendry bertanya seperti itu dan membuatnya malu.


Vina keluar menjemput Naya yang baru datang, karena baby Devan sedang tidur siang. Sejak tadi bermain bersama Nina, baby Devan kelelahan.


"Assalamu'alaikum," ucap Naya.


"Wa'alaikum salam." Jawab Vina tersenyum melihat Naya datang.


"Nina mana?" Tanyanya sambil berjalan masuk.

__ADS_1


"Ada lagi tiduran, tadi nyuruh aku aja yang keluar."


Karena sudah sampai ke Nina yang sedang tiduran, Naya tidak lagi bertanya pada Vina.


"Woy, tidur mulu."


"Bukan tidur nay, orang melek begini dibilang tidur." Jawabnya langsung duduk dengan wajah yang masih sama terlihat kesal.


"Kenapa wajah nya begitu? Eh tadi gimana nin, apa kamu hamil?" Tanya Naya antusias.


"Hamil." Jawabnya datar.


"Aku kasih tahu ya nay, aku lagi kesal dari pagi sampai sekarang cuma sama kak Hendry."


"Lah, napa tuh orang? Dia kasar sama kamu? Awas aja nanti dia." Ucapnya mengkretek jari-jemari yang sudah siap membogem, membuat Vina dan Nina menelan ludahnya dengan susah sambil menggelengkan kepalanya.


"Bukan nay. Aku cuma pengen kalau kamu hamil, tolong pesan sama Dimas suruh diam aja kalau ke rumah sakit, biar kamu aja yang ngomong sama dokter nya." Saran Nina supaya saat Naya mengandung nanti, Dimas hanya diam saja tanpa bertanya apapun masalah kehamilan. Jika ingin bertanya biar Naya saja.


"Kenapa sih nin? Memangnya kenapa harus diam?" Tanyanya bingung, padahal ia sedang bertanya tentang kenapa sahabat nya kesal? Tapi malah membahas dirinya.

__ADS_1


"Kak Hendry udah bikin aku malu sama dokternya. Dia nanya masalah begituan apa masih bisa kalau lagi hamil? Terus dokternya bilang boleh setelah dua bulan kedepan. Terus dia balas kenapa lama sekali dok?" Vina dan Naya tertawa mendengar cerita Nina, saat Hendry bertanya seperti itu.


"Dan bodohnya aku gak tahu apa yang mereka bicarakan, aku nanya sama kak Hendry lagi nanyain apa? Tapi dia jawab gak apa. Malah dokternya yang jawab, suami ibu lagi bertanya tentang hubungan suami istri, apa masih bisa melakukan nya? Disitu aku malu banget, cuma bisa cubit kak Hendry." Lanjut masih memberitahu sahabat nya kalau dirinya sangat malu dan tidak mengerti obrolan dokter dengan suaminya.


"Maaf nin, tapi menurut aku lucu." Ucap Naya masih tertawa.


"Aku dulu juga begitu Nin, malah aku sama kak Adit gak tahu apa-apa tentang kehamilan. Karena gak ada teman yang bisa di tanya waktu hamil Devan, baru aku sama kak Adit yang nikah. Tapi itu juga kebutuhan suami istri, dan juga pengetahuan baru. Dari pada asal-asalan dan membahayakan calon anak kamu? Kamu juga yang sedih." Vina memberi pengertian pada Nina, supaya sahabat nya itu tahu bahwa suami juga berperan penting. Maka dari itu tidak ada salahnya calon ayah bertanya boleh atau tidaknya, agar tidak membahayakan istri dan calon anak.


Naya mengangguk setuju, Nina berpikir juga begitu. Ia hanya malu saat berada di dalam ruangan itu, karena mungkin juga baru pertama kali.


Naya mengerti dan akan waspada jika suatu hari dirinya hamil, agar tidak terulang dari cerita kedua sahabatnya.


Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...


Baca juga cerita bebu yang lain 😘


IG : @istimariellaahmad98


See you...

__ADS_1


__ADS_2