Di Jodohkan Namun Tak Berjodoh

Di Jodohkan Namun Tak Berjodoh
Adit lagi


__ADS_3

Pagi ini aku sudah siap pergi ke kampus.


"Vina, gak sama Raka?" tanya mama.


"Gak ma, Vina pakai motor."


"Apa papa yang antar ke kampus?" ucap papa.


"Gak apa pa, Vina pakai motor aja."


"Iya pa, kan beda arah."


"Tapi kamu gak apa pakai motor?"


Aku tertawa mendengar ucapan papa, "Vina, pakai sepeda juga gak apa pa."


"Ya udah hati-hati di jalan, gak usah ngebut."


"Siap laksanakan," aku memberi hormat.


"Vina berangkat ya," ujarku mencium punggung tangan mama dan papa.


"Gak sarapan?" tanya mama.


"Ini roti," aku menunjukkan roti yang ku ambil.


"Assalamu'alaikum," ucapku keluar.


"Wa'alaikum salam."


"Mama lihat, alergi nya Vina makin parah pa," ucap mama.


"Apa kita bawa berobat aja ma."


"Gak tau pa, Vina gak mau karena itu menurut dia hanya alergi biasa. Apalagi pas di gigit nyamuk langsung hitam gitu di kulitnya gatel, susah ngomong nya," Aku memang di gigit nyamuk langsung bentol dan menghitam.


"Heh dia keras kepala banget."


"Ila berangkat ma, pa."


"Kamu papa yang antar."


"Tapi pa-


"Kamu masih kecil, dan arah ke sekolah satu arah dengan kantor papa," ucap papa.

__ADS_1


'ila kan udah SMP, masih aja di bilang kecil'


Ila pun akhirnya mau di antar papa.


Aku melajukan motorku ke arah kampus.


Di lampu merah aku berhenti, aku menoleh ke arah samping. Seperti nya aku mengenali orang itu yang bersama wanita berboncengan.


Ternyata itu kak Adit, terlihat mesra. Namun aku lihat bukan Reva yang di kenalkan kemarin.


Tepat dengan lampu yang sudah berganti hijau, kak Adit melihat ku. Aku kembali melajukan motorku pelan, hingga sampai di area kampus.


Aku melepas helm ku dan menaruh nya. "Cahaya," ucap seseorang.


Aku menoleh ke arah orang yang memanggil ku.


"Kak Adit," ia bersama wanita tadi di samping nya.


Aku melihat wanita itu memegang tangan kak Adit.


"Cahaya, kamu kuliah disini juga?" tanyanya.


"Iya, sama Naya dan Nina."


"Tunangan kamu mana? kenapa kamu berangkat sendiri?"


"Oh gitu, aku kesana dulu ya, cahaya."


"Iya kak," ucapku namun sebelum pergi kak Adit membisikkan sesuatu di telinga ku.


"Kamu makin cantik." Aku terkesiap mendengar nya.


Kak Adit tersenyum, lalu pergi dengan wanita itu.


"Woy." Aku terkejut karena mereka datang tiba-tiba.


"Astaghfirullah," aku memegang dadaku.


"Maaf, kamu lihat apaan sih Vin?" tanya Nina sambil tertawa.


"Gak ada apa-apa."


"Apa tadi aku salah lihat ya, yang tadi samperin kamu itu kak Adit bukan?" tanya Naya.


"Bentar lagi kelas kita, masuk yuk!" aku berjalan mengajak mereka masuk ke kelas, karena aku gak mau bahas-bahas kak Adit.

__ADS_1


Kita masuk ke kelas bersamaan dengan dosen yang masuk.


Setelah mata kuliah selesai, aku Naya dan Nina ke kantin.


"Vin, kamu mau pesan apa?" tanya Nina.


"Aku gak mau makan," jawabku.


"Nanti pingsan, mau? aku sama Nina gak mampu angkat nya."


Aku melihat ke arah mereka, aku lihat ya badan mereka tidak meyakinkan untuk mengangkat ku.


Aku tertawa setelah berkhayal cara mereka mengangkat ku, sampai teriak-teriak minta tolong.


"Di tanya makan malah ketawa nih orang," ucap Nina.


"Aku takutnya dia ODGJ."


"Weh ngawur ih amit-amit."


"Ya lagian ketawa-ketawa, kan gak nyambung sama yang di tanyain."


"Kalian aja pesan, nanti aku cobain."


"Gak mau rugi amat sih Vin, duit juga banyakan punya kamu."


"Aku gak banyak duit, tapi kalau cuma beli makan cukup lah," jawabku.


"Alasan aja nih orang, ya udah aku pesan dulu." Nina berjalan untuk memesan makanan.


Aku dan Naya menunggu di meja.


"Halo," ucap tiga cowok menghampiri dan langsung duduk dimejaku dan Naya.


Aku dan Naya melihat mereka. "Kenapa-


Jangan lupa like vote komen


Just call me chinggu (teman) oke 😉


Annyeong 🤗


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2