Di Jodohkan Namun Tak Berjodoh

Di Jodohkan Namun Tak Berjodoh
Benar-benar tulus


__ADS_3

Vina sudah berangkat ke luar negeri bersama kedua orang tuanya, Adit hanya menatap sendu kepergian mereka. Adit sekarang memiliki teman baru, yaitu tim penyakit sepupu-sepupu Vina yang di tugaskan papa David menjaga ila.


"Lu siapa nya Vina? kenapa begitu bersedih Vina pergi. Bukankah harusnya senang jika Vina akan segera sembuh."


"Bukan karena cahaya akan sembuh, tapi karena akan lama tidak bertemu."


"Lu siapanya, gue tanya?" tanya Evan lagi.


"Gue," tunjuk Adit pada dirinya.


Evan mengangguk. "Gue calon suami nya," jawab Adit.


Membuat ketiga orang di depannya saling pandang.


"Lu,,," tunjuk Dani.


"Lu tahu, arti kalung lu itu." Kalung salib Adit terlihat oleh Dani, Evan dan Ali.


"Gue tahu, bahkan sangat tahu. Tapi gue begitu mencintai Cahaya."


"Semua disini juga sangat mencintai nya, bukan hanya lu aja."


"Apaan sih kak malah ribut disini, ila gak suka ya ribut-ribut. Kalau mau ribut, mending ila tinggal sendiri." Mereka langsung terdiam mendengar penuturan ila, karena tidak mungkin mereka meninggalkan ila sendirian.


"Kak Adit, ajak ila keluar yuk. Ila mau jajan," ajak ila pada Adit. Karena ia lebih dekat dengan adit daripada tim penyakit.


"Sama kita aja la."


"Kalian jaga rumah! ila mau jalan sama kak Adit." Adit tersenyum menatap ila.


"Ayo manis, let's go!" ajak Adit menuju motor nya.


"Kita yang keluarga nya di cuekin, malah disuruh jaga rumah. Memangnya kita penjaga?"


"Lah, kita memang disuruh jaga rumah dan ila Van."

__ADS_1


"Iya, maksud gue kenapa seperti nya ila lebih suka dekat dengan Adit?"


"Seringnya kan sama Adit, bukan sama kita."


"Lu di pihak mana, coba dan?"


"Tidak di pihak siapapun."


...******...


"Kamu mau jajan apa?" tanya Adit setelah sampai di depan banyak penjual makanan.


"Sebenarnya ila gak pengen jajan kak, cuma pengen jauhkan kak Adit dari trio penyakit itu." Adit terkekeh mendengar ucapan ila.


Adit mengacak rambut ila lembut, "kenapa kamu seperti tidak suka dengan mereka? bukankah mereka sepupu kamu?"


"Mereka memang sepupu ila, tapi mereka ngeselin sih."


"Woy... ila," sapa seseorang.


"Apaan sih kamu tiba-tiba nyapa? di sekolah gak pernah juga saling tegur?" ila bingung dengan teman sekolah nya itu, biasanya hanya memandang sinis, lalu kenapa sekarang tiba-tiba menyapanya.


"Calon suami kak Vina," ceplos ila lalu melirik Adit yang menatapnya.


"Aku kira teman kamu, mau kenalan."


"Siapa juga yang mau kenalan sama kamu."


"Hai kak, kenalin Icha." Icha mengulurkan tangannya menatap Adit penuh damba.


Adit tersenyum menatap nya, "Adit" Adit mengatupkan kedua tangannya, tanpa membalas uluran tangan teman ila.


Puffhhh.....


Ila hanya menahan tawanya, melihat temannya yang tadinya semangat berkenalan, tiba-tiba wajahnya berubah masam.

__ADS_1


"Maaf," ucap Adit tersenyum.


"Ah tidak apa kakak ganteng." Icha menarik dan menepuk tangannya.


"Kak, ayo pulang!"


"Jangan bilang kalian selingkuh? kenapa jalan bareng? mau aku cepuin sama kak Vina?"


"Cepuin aja sana. Kalau kak Vina percaya, anda luar biasa." Ucap ila dengan nada. Lalu melenggang pergi bersama Adit.


"Kenapa kamu seperti banyak gak sukanya dengan orang il?"


"Ila bisa lihat kak, mana orang yang benar-benar tulus dan mana yang hanya berpura-pura."


"Kalau kakak menurut kamu seperti apa?"


"Kalau menurut yang saya terawang, anda ini benar-benar tulus mencintai kakak saya."


Adit tersenyum, "Dari apa anda menerawang?


"Dari mata kakak," ila mencoba menatap Adit dengan serius.


"Apa kamu benar-benar bisa menerawang?"


Ila tertawa bisa mengerjai Adit, namun sebenarnya memang yang ia lihat Adit benar-benar mencintai Vina.


"Kamu ngerjain kakak ya?" Adit mengejar ila yang berlari ke parkiran motor nya, sambil tertawa.


Seseorang sedang tersenyum sinis menatap keduanya yang kejar-kejaran, tidak lupa dengan merekam video.


Ah sapa sih? kok gak kelihatan.


Orang pokoknya.


Iya lah thor, masa bukan 🤪

__ADS_1


Ngeselin othor.


Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love.


__ADS_2