Di Jodohkan Namun Tak Berjodoh

Di Jodohkan Namun Tak Berjodoh
Keadaan Vina


__ADS_3


Hari ini Vina tidak bisa ke kampus, akhir-akhir ini berat badannya menurun.


Mama papa serta kakak raka sering berkunjung untuk menjenguk Vina, hanya saja Vina sekarang jarang sekali untuk keluar kamar.


Vina lebih suka di dalam kamar mengenang dirinya waktu bersama dengan Raka. Vina hanya suka menyendiri, telat untuk makan walaupun sering di bujuk keluarga nya ia selalu bilang tidak lapar, nanti saja dulu, itu jawabannya yang sering di ucapkan.


"Vina, mama masuk ya nak?"


"Vina gak mau sendiri ma."


"Kamu kenapa vin? kemaren kamu gak begini, kenapa sekarang mengurung diri di kamar," mama Dira khawatir dengan keadaan anaknya di dalam kamar.


"Vina hanya ingin sendiri ma, sekarang."


"Jangan lupa makan ya Vin, mama sudah masak makanan nya di meja."


Vina tidak menjawabnya, mama Dira menghela nafas nya.


"Sudah mau keluar ma?" tanya papa.


"Tetap gak mau pa, kita harus bujuk pakai cara apa lagi sekarang?" ucap mama Dira air mata nya mulai mengalir.


"Kita harus sabar ma, papa juga tidak tau caranya membuat Vina bisa teratur makannya." Jangankan makan, kuliah yang dulu ia impikan, sudah jarang sekali Vina datang, bisa di bilang tidak pernah masuk. Seperti tidak ada semangat untuk hidup lagi.


"Ma, pa, ada kakak nya kak Raka di depan," ucap ila menghampiri orang tua nya.


"Siapa la?"


"Kak Farhan sama kak Shena." Papa dan mama saling pandang.


"Udah di suruh masuk?"


"Iya ma, udah duduk juga." Mama langsung keluar menghampiri kakak nya Raka disusul oleh papa di belakang nya.


Melihat mama dan papa Vina keluar, Farhan dan Shena berdiri untuk menyalami mereka.

__ADS_1


"Maaf, tante membuat kalian menunggu lama."


"Tidak masalah, tante."


"Ada apa, kalian datang kesini?"


Farhan dan Shena saling pandang, ia memang kesini jarang hanya melihat Vina dari sekitar tidak pernah menemui nya. Namun karena sekarang Vina tidak pernah mereka lihat, mereka berdua sengaja untuk menjenguk Vina di rumahnya.


"Kita kesini mau tau Vina, kenapa beberapa hari ini tidak kuliah tante?" tanya Farhan hati-hati.


Kini mama dan papa yang tukar pandang.


"Vina sudah tidak mau kuliah, dia tidak mau keluar kamar kecuali hanya makan. Itupun jarang, paling sehari sekali ia makan," mama menghela nafas sebelum melanjutkan ucapannya.


"Vina hanya selalu memandang foto Raka dan dirinya saat bersama, dia selalu menyebut nama Raka hiks," ucap mama tidak kuat menahan air matanya lagi mengingat anaknya itu.


Shena menutup mulutnya, begitu juga dengan Farhan terkejut dengan keadaan Vina yang sudah seperti orang tidak waras.


"Sudah ma kita harus sabar."


"Tapi Vina pa."


"Shena kamu saja yah semoga Vina mau membuka pintunya, kamu ngobrol sama dia di dalam."


"Iya, Shena akan coba tante." Shena di bawa tante Dira ke depan kamar Vina.


"Kamu coba ketuk pintu nya."


"Vina, ini kak Shena. Apa kakak boleh masuk?"


Tidak ada jawaban dari Vina, namun tak lama kemudian bunyi pintu terbuka.


"Kamu masuk nak! tolong bujuk dia, buat dia mengerti."


"Shena usahakan tante," Shena masuk membuka pintu kamar Vina kemudian menutupnya kembali.


Shena melihat Vina duduk di bawah ranjang nya dengan bingkai foto raka dan Vina disana.

__ADS_1


Shena mendekat ia menutup mulutnya, melihat rambut pendek Vina menipis, mata cekung serta wajahnya yang pucat.


"Vina," panggil Shena yang duduk di dekat Vina.


Vina terlihat sudah seperti mayat hidup, "kak Shena," senyumnya lemah.


"Apa kamu baik-baik saja?" tanya Shena.


"Apa kakak melihat Vina tanpa Raka baik-baik saja?" tanya balik Vina membuat Shena menggelengkan kepalanya.


"Vina hanya ingin bersama Raka kak, Vina mau nyusul Raka."


"Hustttt kamu gak boleh ngomong gitu, Raka pasti marah kamu ngomong gitu. Mama sama papa kamu juga adik kamu, ila. Mereka khawatir sama kamu, Vina."


"Vina tau itu kak, tapi Vina lebih senang jika ikut Raka." Shena tidak tau lagi harus bicara apa.


"Raka akan marah jika melihat kamu seperti ini Vina," Shena tidak tega melihat Vina saat ini.


"Bagus sekali, biar Raka tau kalau Vina bersedih di tinggal sama dia kak."


"Tolong! jangan buat kita semua khawatir Vina."


"Kak Shena tidak mengerti perasaan Vina, jadi kalau kakak hanya ingin berkata itu menemui Vina, tolong keluar kak." Padahal Shena kakaknya Raka, yang sedari kecil bersama.


Tentu saja sangat tau perasaan di tinggal adik yang dia sayang.


"Kak Shena keluar ya? jangan lupa makan teratur," melihat Vina yang hanya menatap mengelus foto di depannya.


Shena tau itu sudah mengganggu mental Vina, walaupun Vina tetap sadar.


Shena keluar yang sudah di tunggu beberapa orang di sana.


Shena menghela nafas lesu, ia juga tidak bisa membujuk Vina.


"Maaf tante, om," hanya itu yang bisa ia ucapkan.


Ia pamit bersama Farhan, untuk ia sampaikan cepat pada orang tuanya.

__ADS_1


Selalu dukung othor sayang


Annyeong love


__ADS_2