Di Jodohkan Namun Tak Berjodoh

Di Jodohkan Namun Tak Berjodoh
Cemburu pada baby Devan


__ADS_3

"Kamu gak apa kan?" Tanya Adit pada istrinya.


"Aku gak apa kak? Devan gimana?" Vina meminta anaknya pada Naya.


"Makasih ya nay, Nina. Kalian sudah mau membantu aku di dalam sana."


"Iya Vin, kamu santai aja. Kita akan selalu ada buat kamu." Jawab kedua sahabatnya.


"Tapi tadi mantan pak Adit- eh maksud Nina, tadi Reva sama Dimas ngapain ya ada di kantor ini?" Tanya Nina hampir keceplosan mengatakan Reva mantan Adit.


"Ngapain Reva ke kantor? Kalau Adit memang bekerja sama dengan kantor ini. Apa mereka ada hubungan?" Ucap Adit menatap Hendry.


"Gue gak tahu dit, tapi kalau mereka bersama itu pasti ada hubungan. Apa jangan-jangan saat mereka terjebak di lift, ada hubungannya dengan Reva dan Dimas?" Ucap Dimas yang menurutnya ada hubungannya dengan Reva dan Dimas.


"Gue pastikan mereka tidak akan selamat jika benar mereka yang melakukan nya."


"Kak, sudahlah." Vina tidak ingin semakin membuat masalah baru.


"Sayang, kamu ketakutan di dalam sana. Baby Dev juga sama. Jadi mereka harus menanggung apa yang mereka perbuat."


"Iya Vin, kalau memang benar mereka yang melakukan itu tentu tidak boleh dibiarkan." Adit menatap Hendry agar sahabatnya itu mencari tahu siapa yang berbuat itu.


"Apa ada orang lain selain di tuduhkan pada mereka?" Tanya Hendry yang menurutnya tidak ada lagi yang akan menyakiti Vina.


"Bagaimana kalau itu bukan untuk menyakiti aku?" Tanya Vina.


"Maksud kamu apa, Vin?" Tanya mereka semua.


"Mungkin menurut kalian Reva dan Dimas yang tidak suka dengan hubungan aku sama kak Adit. Tapi menurut aku, ada satu orang lagi yang tidak suka dengan sahabat aku." Vina menatap Nina.


"Kenapa kamu lihat aku Vin? Siapa yang tidak suka dengan aku?" Tanya Nina yang membuat semuanya langsung mengerti siapa yang tidak menyukai pacar Hendry itu.


...******...


Vina dan baby Dev menunggu Adit di kamar ruang kerja suaminya, ia sambil menidurkan baby Dev disana.


Adit masuk melihat itu tersenyum, ia bahagia dan sangat bahagia. Melihat istrinya tidur sambil memeluk anaknya. Tidak ada lagi kebahagiaan yang setara dengan apa yang sudah ia miliki saat ini. Bagi Adit, istri dan buah hatinya itu suatu anugerah dari Allah yang diberikan padanya. Itu semua wajib ia syukuri. Karena belum tentu banyak orang mendapatkan sesuatu yang ia harapkan bisa tercapai.


Adit harus menjaga keluarga kecilnya itu dengan baik. Tidak akan ia biarkan siapapun menyakiti mereka.


Vina bangun lebih dulu dari baby Dev, ia langsung mencium bayinya itu.


"Anak ibu belum bangun ya, nyenyak sekali kamu tidurnya nak." Ucapnya gemas dengan anaknya sendiri.

__ADS_1


"Kamu juga sangat nyenyak." Ucap Adit dari arah pintu yang sejak tadi berdiri disana memandangi anak dan istrinya yang tertidur pulas.


Vina berbalik sambil membenarkan kerudungnya, ia kira bukan Adit yang datang.


"Kak Adit ngagetin aja, aku kira siapa."


"Siapa yang berani masuk kesini, selain kamu sama baby Dev?"


"Aku gak mikir kesana, tapi siapa tahu aja orang yang sengaja masuk."


"Benar juga, tapi ruangan di luar sudah ada kamera pemantau dan itu sudah pasti langsung masuk ke notif di ponsel aku. Belum ada yang pernah masuk tanpa seizin ku di ruang kerja, apalagi sampai ke kamar."


"Bagus jika seperti itu, berarti staff disini tahu batasan dan patuh akan larangan."


"Kamu yang tidak patuh." Ucap Adit yang sudah berada di dekat Vina.


"Hah? Kok jadi aku?"


"Tidak patuh pada suami kamu." Jawab Adit dengan wajah serius.


"Aku salah ya, aku tidak patuh kenapa?" Tanya Vina pada Adit.


"Kamu tidak patuh, karena terlalu cantik. Aku mau nya kamu biasa aja, supaya mata lelaki di luar sana gak jelalatan lihatin kamu." Jawabnya tersenyum.


"Astaghfirullah kak Adit, aku kira tidak patuh apa? Ternyata mau gombal." Vina memukul tangan Adit pelan.


Adit mendekatkan wajahnya pada wajah Vina, semakin dekat lagi. Vina hanya diam saja saat suaminya mendekat. Hingga hidung yang hampir menempel, namun di urungkan nya karena mendengar suara tangisan baby Dev.


"Ya ampun Dev, baru aja ayah mendekat. Kamu sudah mengganggunya." Omel nya Adit pada Devan.


Vina terkekeh sambil mengambil baby Devan.


"Udah bangun anak ibu, tidur nya nyenyak ya sayang ya? Kamu mau mandi ya nak, kita pulang ya."


"Sini sama ayah, Dev." Adit mengambil nya dari pangkuan Vina dengan pelan.


"Kamu cemburu ya sama ayah, karena dekat sama ibu?" Tanya nya padahal dirinya sendiri yang cemburu, Vina selalu memangku baby Dev.


"Kamu belum bisa tampan seperti ayah, kamu cemburu ya lihat ayah tampan."


"Kak, masa anaknya di tanya seperti itu. Tentu saja Dev lebih tampan dari ayah, iya kan nak?"


"Sayang, berarti aku tidak tampan?"

__ADS_1


"Lebih tampan Dev dari pada ayahnya." Jawab Vina membuat Adit merengek gak jelas.


"Ibu bingung yang mana ayah, dan mana yang anak."


"Yang lebih tampan itu ayahnya."


"Berarti yang kecil ini ayahnya, karena ini yang paling tampan." Ucapan Vina membuat baby Dev tersenyum sambil menjulurkan lidahnya. Mungkin saja itu mengejek ayahnya.


"Sudah pandai mengejek ayah ya kamu, ibu hanya di mulut saja mengatakan kamu tampan, padahal di hatinya ayah yang lebih tampan."


Ooeekkk ooekkk..


"Ish kak Adit, cup cup sayang. Kamu lebih tampan dari pada ayah." Vina mengambil Dev dari Adit.


Sebelum pulang ia harus menyusui nya di dalam.


"Ini juga milik ayah, kenapa sekarang kamu menjadikannya hak milik." Adit mengangkat dengan jari nya dua kembar milik sang istri, menjauhkan nya dari mulut Devan.


Ooeek ooeekkk...


"Kak Adit." Vina menatap Adit tajam.


"Iya sayang." Jawab nya cengengesan, ia suka jika mengganggu aktivitas Devan yang sedang menyusu.


"Ayah nakal ya nak?"


"Nanti malam-


"Tidak ada nanti malam, aku masih belum bisa."


"Siapa yang nanya bisa nya, aku kan mau tanya kamu. Nanti malam gimana kalau kita makan malam di luar bareng Dev. Kamu pikirannya, kamu kangen ya?" Goda Adit pada Vina. Padahal sebenarnya ia akan menanyakan hal itu sebelumnya.


"Aku kira kan yang lain, kak Adit kan suka nanya yang macem-macem." Ucap Vina, karena suaminya itu memang sering bertanya yang aneh.


"Kamu mau ya aku macem-macem in?" Tanya Adit semakin menggoda Vina.


"Kak Adit." Vina malu jika suaminya terus menggodanya.


Adit tertawa melihat istrinya malu-malu, wajahnya terlihat merah tomat di kulitnya yang putih.


Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...


Baca juga cerita bebu yang lain 😘

__ADS_1


IG : @istimariellaahmad98


See you...


__ADS_2