Di Jodohkan Namun Tak Berjodoh

Di Jodohkan Namun Tak Berjodoh
Di atur sejak dini


__ADS_3

Saat tengah malam, baby Devan sering sekali menangis. Adit membantu Vina, saat istrinya itu memberi asi pada anaknya. Mereka sudah sekamar, Adit hanya mampu bertahan tidur di kamar lain selama seminggu. Adit selalu merengek pada Vina setiap harinya agar dirinya bisa tidur di satu kamar yang sama. Alasannya ia juga ingin membantu menidurkan baby dev.


Ooeekkk Oooeekkk...


Baby Devan menangis di tengah malam, Vina terbangun menghampiri box bayi anaknya sembari mengikat rambutnya. Vina sangat mengantuk terlihat dari mata yang susah sekali terang, sambil menguap.


"Ushhh,, sayang bobok lagi ya nak, ini sudah malam. Haus ya? Hm haus?" Ucap Vina sambil membuka kancing daster bagian atasnya dan duduk di kursi untuk menyusui anaknya.


Baby Devan sangat pintar, ia memejamkan matanya saat tangan Vina juga menepuk badannya pelan. Adit meraba sisi ranjangnya, tidak ada istrinya disana.


Adit membuka matanya dan duduk, ternyata istrinya sedang menidurkan baby dev. Adit berdiri menghampiri Vina yang sudah ikut terpejam bersama baby dev.


"Sayang," ucap Adit membuat Vina membuka matanya.


"Kak Adit terganggu tangisan dev ya? Aku keluar aja ya, biar dia tidur lagi." Vina berdiri, ia mengira baby dev yang mengganggu ayahnya sampai terbangun.


"Disini aja sayang, aku bukan terganggu karena tangisan baby dev, tapi karena kamu tidak ada di sebelahku. Kalau baby dev bangun, bangunin aku aja. Aku juga bisa menidurkannya."


Vina kembali duduk sambil menepuk badan baby dev. "Kak Adit tidur lagi aja, besok pagi kan kerja." Ucapnya sambil menguap.


"Tidak masalah, aku harus temani kamu jaga baby dev." Adit mencoba mengambil baby dev yang sudah kembali terlelap sambil menyusu, ia meletakkan lagi baby dev di dalam box bayi.


"Bobok yang nyenyak ya nak, besok pagi baru boleh bangun." Ucapan Adit membuat Vina tertawa, padahal ia sedang mengantuk berat. Tapi suaminya itu malah membuat lelucon, anaknya di suruh bangun pagi saja. Pintar sekali suaminya itu mengatur bayi.


"Sudah, ayo tidur lagi!" Adit mengajak Vina untuk kembali ke ranjangnya, ia lihat istrinya itu sangat mengantuk.


Adit membantu Vina naik ke ranjang, membantu menaikkan selimut sampai ke dadanya. Lalu mencium kening Vina sebelum ia kembali tidur. Vina yang sangat mengantuk langsung memejamkan matanya, tidak memperdulikan lagi Adit akan tidur atau belum.


"Tidur yang nyenyak sayang," ucapnya kembali mencium kening Vina dan memeluknya. Lalu dirinya juga ikut tertidur.


...******...

__ADS_1


Adit bangun saat sudah subuh, ia mencium istrinya itu pelan sebagai morning kiss. Adit takut mengganggu tidur nyenyaknya. Ia turun dari ranjang langsung melihat anaknya yang berada di box bayi.


"Morning baby, jangan bangun dulu yah? Ayah mau mandi setelah itu kamu. Jangan membangunkan ibu, kasihan semalam kamu sudah membuat ibu kamu terbangun." Ucapnya berbisik pada anaknya.


Adit cepat-cepat ke kamar mandi dan akan menunaikan kewajibannya, setelah itu ia akan menyiapkan keperluan baby dev. Ia berdo'a semoga anaknya terbangun saat dirinya sudah selesai menyiapkan baju kantornya di ranjang.


Setelah selesai mandi dan shalat, Adit menghampiri anaknya. Ternyata baby dev sudah terbangun, namun tidak menangis. Baby dev hanya tersenyum sambil menjulurkan lidahnya khas bayi.


"Pintar sekali anak ayah, baby dev udah bangun yah?" Tanyanya sambil mengambil anaknya dari box.


"Pastinya udah bangun dong, coba bilang gitu sama ayah." Adit mencium baby dev gemas.


"Kita mandi dulu ya, kamu jangan nangis ya sayang! nanti ibu bangun." Adit kembali mengatur anaknya agar tidak terbangun, sambil melirik Vina yang masih saja terlelap di bawah selimut tebalnya.


Adit membawa baby dev ke kamar mandi, ia sudah menyiapkan bak mandi dan juga handuk serta kain untuk anaknya. Adit juga telah mengambil diaper atau popok bayi, semua sudah ia persiapkan di dekatnya. Karena sebelumnya orang tua dan mertuanya sudah menyiapkan semua yang di butuhkan baby dev di kamarnya. Jadi ia hanya perlu mengambil nya. Adit belajar itu dari melihat saja, ia harus bisa juga melakukan semua itu demi anak terutama istri tercintanya.


Baby dev terlihat menyukai air, ia hanya anteng dengan air di bak mandi lipatnya. Sesekali tangannya juga ikut mengambil air, saat ayahnya memberikan sabun.


"Senang sama air ya? Baby dev suka sama air? Tapi jangan lama-lama ya nak, nanti kamu kedinginan." Adit telah selesai memandikan anaknya, kini anaknya sudah ia bawa lagi ke dalam kamar untuk di pasangkan popok, minyak telon dan juga pakaian, setelahnya ia pasangkan bedong asal di pakaikan. Adit belum bisa cara memakaikan bedong dengan baik.


"Kurang apa lagi ya? Katakan sama ayah, kamu kurang apanya?"


"Iya kamu kan belum bisa ngomong ya dev, kamu masih perlu bimbingan dari ayah tampan dan ibu cantik." Adit membanggakan dirinya dan Vina di depan anaknya yang masih belum berusia satu bulan.


"Oh ayah tahu, kamu belum pakai bedak tepung. Kalau ibu bukan yang seperti ini pakainya, kamu mau pakai lipstik ibu tidak?" Tanya Adit pada anaknya, bedak yang di tangan Adit di tepis hingga mengenai wajah Adit.


"No, tidak boleh sayang, lipstik itu hanya di pakai oleh perempuan. Kamu sebagai bibit yang akan bersaing dengan ayah, harus keren tanpa lipstik, dan tidak merokok."


"Kenapa ayahku yang seperti ini, apa ibu sudah benar memilihkan ayah untukku?" Batin Devan ketika ia sudah besar nanti.


Baby dev hanya menyembulkan tangan nya, karena bedong yang tidak kuat membuatnya bisa leluasa bergerak.

__ADS_1


Vina baru saja menggeliat, Adit yang melihat itu langsung bangun membawa baby dev ke samping Vina.


"Selamat pagi ibu, aku dan ayah sudah siap hari ini." Ucap Adit menirukan suara anak kecil.


Vina yang baru membuka matanya, langsung melihat anaknya sudah rapih dengan pakaian dan bedong tak beraturannya. Ia bangun dan mengambil baby dev, lalu menciumnya.


"Kenapa tidak membangunkan aku kak? Biar aku saja yang memandikan baby dev."


"Aku kan juga bisa, kenapa harus repot-repot membangunkan kamu yang sedang tidur."


"Iya, tapi kak Adit harus ke kantor. Malah ngurusin baby dev dulu.


"Tidak masalah, aku menyukainya." Liriknya pada baby dev yang juga sedang menjulurkan lidahnya.


"Kamu ngeledekin ayah ya?" Ucapnya dalam hati.


"Kamu mandi sama ayah? Sudah wangi anak ibu." Vina berkali-kali mencium baby dev.


"Sayang, ayahnya juga mau di cium. Ayah juga sudah wangi dan tampan." Adit memonyongkan mulutnya pada Vina, ia cemburu jika hanya anaknya saja yang di cium, namun di tahan oleh istrinya.


"Aku lebih suka bau baby dev, tapi ayahnya sekarang sudah sama." Vina langsung mengecup pipi Adit.


"Kamu sama ayah lucu banget sih, lihat wajah kalian sama cemong nya." Vina tertawa melihat wajah Adit yang banyak bedak powder seperti baby dev.


"Maksud kamu apa sayang?"


"Coba aja lihat di kaca wajah kak Adit persis baby dev." Jawab Vina dengan terus tertawa melihat wajah suaminya terkena bedak tabur.


Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...


Baca juga cerita bebu yang lain.

__ADS_1


IG : @istimariellaahmad98


See you...


__ADS_2