
Hari ini aku dirumah, karena libur setelah UAN.
Raka es balok
"keluar Vin, aku diluar nih sama ila"
^^^Vina ku^^^
^^^"Ngapain?"^^^
Raka es balok
"ih kok gitu, yaudah aku pulang ya?"
^^^Vina ku^^^
^^^"Pulang aja"^^^
Raka es balok
"yakin?"
Aku tidak lagi membalasnya. "Ngapain coba nanya gitu, kan maksudnya aku nyuruh pulang, berarti gak usah, gak peka banget."
Aku keluar dari kamar, ternyata benar di ruang tamu ada ila dan Raka.
"Kakak kamu kenapa lagi tuh cemberut gitu," ucapnya pada ila.
"Kayak gak tau kak Vina aja," jawabnya.
"Ih pada sok tau," jawabku ketus.
"Kamu kenapa lagi hm?" tanya Raka.
"Aku masih marah ya sama kamu," ucapku.
"Lah kok marah sama aku."
"Iya semalam kamu nakut-nakutin aku, jadi mimpi nya hantu mulu," jawabku.
"Ih gitu aja marah, kak Vina penakut kan il?" tanyanya pada ila.
"Banget kak." Ya ampun ila kenapa makin di perjelas coba.
Ketawa ngakak berdua, dasar.
"Vina," panggil mama dari dapur.
"Iya ma?"
"Sini ajak Raka sarapan bareng," ucapnya lagi.
"Iya."
Raka dan ila menatap ku. "Apa lihatin gitu coba, pada denger kan? ayo sarapan."
"Ila kamu duluan ya," ucapnya pada ila.
"Iya kak." Ila menjawab dan langsung ke dapur.
Aku juga hendak beranjak dari tempat duduk. "Vina," panggil nya dan aku menoleh.
"Apa?"
"Maaf ya soal tadi malam, aku gak nakut-nakutin lagi deh," ucapnya.
'aku gak apa kok ka, asal kamu temenin aku'
"Iya gak apa," jawabku tersenyum.
"Tapi kalau gak khilaf," ucapnya nyengir.
__ADS_1
"Ih nyebelin," aku langsung masuk ke dapur.
"Kamu gemes tau gak Vin, kalau gitu," lirihnya
lalu mengikuti ku ke dapur.
"Raka,ayo duduk disini dekat Vina." Mama menyuruh Raka duduk di samping ku.
Aku dan Raka saling menatap. "Iya tante."
Setelah duduk aku mau ambil makan, tapi dihentikan mama.
"Raka dulu ambilin Vin, tawarin mau makan roti apa nasi goreng," ucap mama yang sedang mengambil kan nasi untuk papa.
Aku melirik lagi ke arah Raka. "gak apa tante, Raka bisa sendiri," jawab Raka.
"Gak apa Raka, biar Vina belajar," balas mama.
Papa hanya menatap ku dan Raka. "Kamu mau makan apa?" tanyaku pada Raka.
"Aku roti aja." Sedikit canggung karena didepan mama sama papa.
"Roti aja tanpa selai?" tanya ku malas.
"Vina," sekarang papa yang bersuara.
"Kan bener pa, siapa tau Raka mau roti aja," ucapku.
"Tanya nya gak gitu, harusnya mau selai rasa apa?"
"Kamu mau pakai selai rasa apa?" tanyaku pada Raka.
Raka menatapku, "apa aja aku mau" jawab Raka membuat ku bingung memilih kan.
'ribet juga jadi mama'
Akhirnya aku pilihkan rasa coklat.
Berdoa bersama, dan memakannya.
"Jauh banget dari kata siap melayani suami," ucap mama membuat ku tersedak.
Uhuk uhuk....
Dengan cepat Raka memberikan aku air, aku meminumnya.
"Mama, Vina lagi makan juga," ucapku memanyunkan bibirku.
"Emang mama ngapain, kan bener."
"Iya Vin, mama bener. Lebih dari sekedar menawarkan makan untuk suami, melayani segala hal. Kamu juga yang nantinya beres-beres rumah, apalagi kalau ada anak," ucap papa.
Aku dan Raka lagi-lagi saling melirik, malu juga bicara gini lagi sarapan.
Kita melanjutkan lagi sarapan pagi, setelah selesai kita kembali ke ruang tamu.
"Om tante, Raka sebenarnya kesini mau izin-" ucapan Raka terpotong
"Izin nikahin? jangan dulu, nunggu selesai kuliah nya aja," jawab papa.
"Bukan itu om, maksud Raka izin bawa Vina jalan-jalan ke pantai," balasnya membuat ku terkejut.
'kenapa izin ke papa sama mama, tapi gak bilang aku dulu'
Raka menatapku seperti mengatakan, "nanti aku jelasin."
"Owalah kirain tante juga kamu udah izin nikahin Vina," ujar mama.
"Emang boleh tante?" tanya nya
Aku mama dan papa melotot kan mata menatap Raka.
__ADS_1
"Hehe Raka bercanda aja kok," jawabnya nyengir kuda.
"Kamu berdua aja sama Vina?" tanya papa.
"Iya om, kan gak lama 2 jam aja perjalanan kesana, terus balik lagi kesini, paling sore udah pulang," jawabnya.
"Om sama tante terserah Vina nya aja," ucapnya menatap ku.
"Vina mau," jawabku tersenyum.
"Belum juga ditanya Raka, udah mau aja," papa tersenyum.
Aku melirik Raka. "kamu mau ikut ke pantai?" tanyanya.
"Mau," jawabku tersenyum.
"Siap-siap sekarang ya, kita langsung berangkat," balas nya.
Aku langsung beranjak dari kursi, menuju kamar, mengganti pakaian dan membawa pakaian ganti.
Tak butuh waktu lama aku telah siap.
"Tumben cepet?" mereka berbarengan.
"Emang biasanya Vina lama?"
"Iya," jawab mereka ditambah suara ila
kalau perolehan suara siapa terlama, kek nya aku pemenang di rumah ini.
"Kompak banget dah," ucapku.
"Udah siap bener?" tanya Raka.
"Iya udah, ayo ini aja." aku membawa tas ransel dan tas selempang.
"Om tante, Raka sama Vina berangkat ya," ucapnya berpamitan.
"Hati-hati ya Raka, jangan ngebut!" ucap papa.
"Ma, pa, Vina pamit yah," ucap ku mencium punggung tangan mama dan papa.
"Ila, kak Raka sama kak Vina berangkat dulu," ujar Raka pada ila.
"Iya kak."
Raka juga mencium punggung tangan mama dan papa.
Aku melambaikan tangan pada mereka, setelah masuk ke dalam mobil.
Kek mau pergi kemana gitu gue.
Ke pantai kan?
Iya emang
Lah iya malah amnesia
Iya maksud gue ah sudahlah depresot.
Jangan lupa like vote komen
Just call me chinggu oke 😉
annyeong 🤗
.
.
.
__ADS_1