Di Jodohkan Namun Tak Berjodoh

Di Jodohkan Namun Tak Berjodoh
Kakak raka


__ADS_3

Farhan dan Shena, saat ini menemui adiknya di rumah sakit. Mereka yang sering menjenguk nya tanpa sepengetahuan orang tua nya.


Raka yang tidak memperbolehkan, hanya pada kedua kakaknya ia tidak akan berbohong, supaya nanti kalau semisal dia pergi tiba-tiba, ada mereka yang akan menceritakan penyakit Raka pada semua orang.


Namun terima atau tidak, pasti akan ada yang marah mengapa tidak memberitahukan bahwa Raka saat ini sedang sakit.


"Dek, kamu harus bisa sembuh, Vina selalu nanyain kamu dimana, sama kita. Kita bingung mau jawab apa," ucap Shena.


"Kakak juga gak tau cara bilangnya sama papa dan mama, walaupun udah kita bilang kamu baik-baik saja, tapi tetap gak percaya. Karena mereka melihat Vina yang selalu nyariin kamu."


"Iya kak, aku percayakan pada kalian, biarkan aku untuk sementara waktu disini, yakinkan mereka bahwa aku baik-baik saja dan juga merindukan mereka semua, katakan saja bahwa aku sedang menyusun laporan skripsi, entah terserah kalian."


"Pokoknya kamu tetap semangat dek, demi kita semua dan Vina," kak Shena tersenyum mengelus pipi Raka yang sedikit lebih tirus dari sebelumnya.


Raka yang masih bertenaga membalas usapan tangan kakaknya itu dengan tersenyum juga.


"Aku kangen banget sama Vina, tolong jangan biarkan dia kepikiran atau telat makan kak, dia juga bisa masuk rumah sakit karena hal itu."


"Kamu tenang aja dek, kak Farhan yang akan urus itu semua," ucap Farhan menepuk dada nya.

__ADS_1


"Masalah Vina, aku serahkan pada kak Shena, kak Farhan yakinkan mama sama papa aja." Raka tidak suka jika tunangan nya dekat dengan kakak nya itu.


"Masih aja sempat-sempatnya cemburu sama kakak, kakak tau kali batas, Vina juga sayang sama kamu gak mungkin dia milih kakak," sahut Farhan cemberut.


"Iya bener sih dek, lagian kemana-mana masih lebih ganteng kamu, yakin Vina gak akan berpaling apalagi cuma modelan seperti kak Farhan," ucap Shena tertawa di ikuti Raka yang juga terkekeh.


Melihat itu Farhan tersenyum, namun tetap saja ia memanyunkan bibirnya seperti anak kecil, padahal dilihat dari umur ia sudah seharusnya menikah.


"Jangan masalah ketampanan dong, kalau itu mungkin kalah, coba yang lain."


"Mungkin kakak lebih cool?" ucap Raka.


"Oke, mungkin aku lebih pintar?"


"Hm oke juga dari kepintaran, tapi pintar nya kita beda-beda di mana diantara kita pasti ada yang mengerti dan tidak."


"Maksudnya berbeda di setiap bidang pendidikan, mencintai, setia, atau lainnya menang Raka sih," jawab Shena.


"Kenapa tetap Raka? alasannya apakah karena kakak belum ada pasangan yang pas seperti Raka?" tanya Farhan.

__ADS_1


"Bisa jadi gitu kak, salah satu yang utama itu selalu dinanti, setia dan menerima apapun pasangan kita, kita menjaga, menyayangi seperti perlakuan Raka pada Vina, aku melihat Raka begitu menyayangi Vina begitu pun sebaliknya, Vina sangat menyayangi Raka, dari pancaran mata mereka berdua."


"Wah dek kak Shena mu ini cocok sekali."


"Cocok sekali gimana kak?" tanya Raka.


"Cocok jadi dukun, paranormal, dan pesulap mungkin bisa juga," jawab Farhan yang langsung di hadiahi pukulan kuat di lengannya, sangat kuat karena Shena sering latihan beladiri.


Mereka tertawa bersama, melupakan sejenak rasa sakit di tubuhnya Raka mencoba tetap kuat meski merasa umurnya tidak akan lama.


Farhan dan Shena berusaha membuat adiknya itu bahagia dengan adanya candaan ringan itu, bisa saja menaikkan imun daya tahan tubuh Raka, dan kemo berjalan lancar.


"Rasa sakit akan aku tahan agar segera bisa bersamamu" Raka


"Rasa bahagia yang kurasakan tanpamu tidak lah berarti" Vina


selalu bahagia kamu Raka, jangan lupa istirahat cukup yah, aku pusing juga nih mikirin kamu.


Call me chinggu or bebu

__ADS_1


Chinggu ya annyeong


__ADS_2