Di Jodohkan Namun Tak Berjodoh

Di Jodohkan Namun Tak Berjodoh
Cinta sudah tumbuh


__ADS_3

Dimas menjemput istrinya ke kantor dimana istrinya bekerja, sama dengan tadi saat akan berangkat.


"Kenapa lama sekali menjemputnya?"


"Maaf nay, aku kan atasan nya jadi nunggu beberapa staff kantor pulang dulu baru aku pulang."


"Iya, maaf juga dim aku marah karena kamu lama jemput nya."


"Iya gak apa, ayo kita pulang sekarang!" Ajak Dimas pada Naya dan istrinya itu mengangguk.


"Mau makan dulu? Nanti setelah nya baru pulang."


"Boleh terserah kamu aja, aku juga belum makan siang."


"Astaga Naya, kok bisa sampai gak makan siang? Emang nya banyak banget kerjaan kamu sampai gak sempat buat makan?" Dimas marah dan khawatir, karena istrinya tidak makan siang sampai sudah sore seperti ini.


"Berhenti aja di kantor itu, kerja di kantor papa aja. Bukannya sama saja? Dari pada kamu sampai telat makan seperti ini."


"Baru sekali ini kok dim telatnya, besok-besok gak lagi. Karena sedikit menumpuk yang harus di kerjakan." Ternyata Dimas menurut Naya bisa marah juga, padahal Dimas sangat lembut. Bukan marah kenapa, tapi karena istrinya itu telat untuk makan siang, makanya Dimas khawatir.


"Mulai besok aku akan kirim makanan pesan online ke kantor kamu, biar kamu tidak sampai telat lagi untuk makan. Jaga kesehatan kamu nay, jangan sampai kamu maag bahaya itu."

__ADS_1


"Gak perlu dim, itu merepotkan kamu kalau sampai di pesanin segala makanan untuk aku."


"Cuma pesan doang nay, yang ngantar kan bukan aku, tapi kurir." Iya juga sih pikir Naya, ucapan suaminya itu tidak salah, yang mengantar makanan kan kurir, dia hanya membantu memesankan.


Mereka sampai di tempat makan, Dimas langsung turun dan membukakan pintu mobil istrinya.


"Makasih dim." Ucap Naya tersenyum, dibalas senyuman juga oleh Dimas.


Mereka masuk dan Dimas yang langsung memesan makanan, Naya disuruh langsung duduk saja. Setelah selesai memesan, Dimas duduk juga di depan Naya menunggu pesanan nya datang.


Pesanan mulai datang satu persatu, awal datang Naya santai saja. Namun lama-lama kenapa makin banyak yang di antar.


"Kamu kan belum makan dari siang nay, makanya aku pesan banyak buat kamu makan."


"Gak segitunya juga kali dim, aku gak mungkin habisin satu meja panjang penuh begini. Pelayan restoran mungkin mengira kita bukan manusia dim." Dimas hanya tertawa kecil mendengar ucapan istrinya.


"Gimana kalau telepon sahabat kita aja, hitung-hitung ini rezeki buat mereka."


"Baiklah, tapi kamu sambil makan dulu. Kalau tidak sambil makan tidak akan aku telepon semuanya." Naya mengangguk sambil mengambil makanan ke piring nya sedikit.


Sahabat mereka datang tak lama dari yang di telepon, karena kebetulan sorenya mereka tidak makan juga. Lumayan ada makanan gratis apalagi Hendry dan Nina.

__ADS_1


Naya dari tadi hanya mengunyah sedikit, sambil menunggu sahabat nya tiba.


"Yaelah, lo udah makan nay? Kita dapat sisaan dong."


"Naya itu gue yang nyuruh makan duluan, karena dari siang dia belum makan. Duduk aja hen makanan masih banyak. Ini malah ide Naya nyuruh ngundang kalian, kalau gue tadi ini suruh habisin ke Naya."


"Jika cinta sudah tumbuh, semua akan di berikan kepadanya. Jangankan harta, nyawa pun bisa menjadi taruhannya."


"Kok betah sih nin, punya suami kelakuan yang begitu?"


"Orang Nina juga seperti itu dim."


"Namanya juga sehati sejiwa eaakkk." Adit dan Vina hanya menggeleng kepalanya, mereka sudah sangat mengenal dua orang itu sejak lama.


Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...


Baca juga cerita bebu yang lain 😘


IG : @istimariellaahmad98


See you...

__ADS_1


__ADS_2