Di Jodohkan Namun Tak Berjodoh

Di Jodohkan Namun Tak Berjodoh
Kondisi Raka


__ADS_3

"Pasien melemah dok," ucap suster pada dokter yang menangani Raka.


"Biar saya periksa." Dokter itu segera memeriksa keadaan Raka.


Memang hampir satu bulan ini keadaan Raka semakin menurun, berat badan yang juga turun drastis akibat efek dari kemo dan pikiran Raka yang selalu mengingat Vina, ia selalu merasa bersalah karena telah berbohong, padahal mereka berdua berjanji akan saling terbuka.


Namun karena Raka yang tidak ingin membuat Vina sedih, ia terpaksa membohongi tunangan nya itu.


"Pasien melemah, kita hubungi keluarga pasien," ucap dokter agar segera menghubungi kakak raka.


Suster segera keluar dan menghubungi Farhan.


"Maaf, dengan keluarga atas nama Raka?"


"Iya dengan saya sendiri, ada apa dengan adik saya sus?"


"Pasien melemah, silahkan ke rumah sakit segera untuk melihat keadaan nya."


"Baik sus, saya akan segera kesana terima kasih."


Farhan langsung mematikan sambungan telepon nya, ia mengabari Shena juga agar ikut untuk melihat adiknya di rumah sakit.

__ADS_1


Tak lama mereka berdua sampai di rumah sakit, langsung menuju ruang Raka dirawat.


"Dok, bagaimana dengan perkembangan adik saya?" tanya Farhan cemas.


"Cepat katakan dok," Farhan memegang kerah baju dokter.


"Kak, hentikan ini di rumah sakit," Shena menghentikan kakaknya saat ingin memukulnya.


"Maaf dok."


"Tidak apa-apa, saya mengerti. Namun kondisi Raka saat ini tidak memungkinkan untuk bertahan di waktu yang lama."


"Maksud dokter apa, hah?" tanya nya memegang lagi kerah baju dokter.


"Tolong, tolong adik saya, saya rela bersujud di hadapan anda untuk membuat adik saya kembali seperti semula," Farhan mulai bersujud di hadapan dokter sambil menangis di ikuti oleh shena.


"Tolong kalian berdiri, saya akan melakukan tugas saya dengan semaksimal mungkin untuk kesembuhan Raka," membantu kedua kakak beradik ini berdiri.


"Untuk saat ini tolong temani dia agar tetap selalu ada teman mengobrol dari pihak keluarga, saat ini ia sedang istirahat."


"Kalau ada apa-apa, tolong panggil. Saya permisi dulu."

__ADS_1


"Terima kasih dok," ucap Farhan dan di angguki oleh dokter lalu berlalu meninggalkan mereka.


Shena yang sejak tadi sudah berada di samping adiknya itu, ia menangis melihat keadaan Raka yang sangat menurun.


"Shena kuatin Raka, kamu jangan bersedih seperti ini." Memegang bahu adiknya padahal dirinya juga ikut meneteskan air mata, walaupun tanpa suara.


"Kenapa Raka yang seperti ini kak, kenapa tidak Shena saja hiks," tangis nya semakin membuat Farhan tidak tau harus bagaimana.


"Kalau saja bisa di pindah, biar kakak saja yang menanggung nya, biar kakak saja yang sakit, kakak gak tega lihat Raka seperti ini," sahut Farhan yang juga tidak tahan melihat adiknya berbaring lemah.


"Kita tidak perlu menunggu persetujuan Raka kak, kita harus kasi tau papa dan mama, dan Vina juga harus tau keadaan Raka yang seperti ini," Shena sudah tidak sanggup menyembunyikan Raka, biar saja orang tua mereka dan tunangannya tau.


"Iya kakak juga berpikir begitu, kita harus kasi tau mereka tentang keadaan Raka, siapa tau dengan keberadaan mereka membuat Raka kuat untuk tetap bertahan hidup," Farhan yakin dengan keberadaan mereka mampu membuat Raka bertahan.


Shena tak hentinya menangisi kondisi adiknya saat ini, mereka selalu jail dan saling menggoda jadi tentu saja merasa sangat sedih.


Mereka begitu menyayangi adiknya itu, walaupun Shena perempuan sendiri, namun tetap Raka lah yang utama bagi mereka.


Sembuh dong ka, jadi sedih nih ikut nangis😭


See you guys

__ADS_1


Call me chinggu or bebu


Annyeong


__ADS_2