
Adit dan Hendry sudah sampai di depan rumah Nina, mereka lebih dulu datang daripada Dimas. Karena Dimas belum ada yang ia percayai di dalam kantor nya.
"Gue heran, tumben banget mereka ngumpul disini, seringnya di rumah Vina."
"Kok lo tahu kalau mereka seringnya ngumpul di rumah bini gue?"
"Iya, karena dulu gue suka sama bini lo. Tapi itu dulu dit, sekarang gue juga udah punya Nina istri gue." Hendry langsung mengatakan bahwa dirinya suka Vina itu dulu, karena sudah di tatap tajam oleh Adit.
"Kira-kira mereka ngapain yah?" Tanya Adit.
"Mana gue tahu mereka ngapain, dari dulu sampai sekarang gue gak pernah tahu kalau cewek ngumpul itu ngapain dit."
"Siapa tahu kan? karena lo bilang dari dulu tahu mereka ngumpul dimana aja." Adit hanya ingin tahu, karena sekarang istrinya membawa anaknya juga.
"Iya, tapi gue cuma lihat dari kejauhan. Mereka masuk ke dalam rumah atau cafe gitu, gue kan gak ikutin mereka ngapain."
"Gue kira lo tahu, karena dari dulu ikutin kumpulan cewek nongkrong."
"Bukan ikutin cewek nongkrong, tapi ikut mau kemana gitu."
"Berarti dulu gue ajak lo kemana selalu gak ada waktu, karena mau ikuti mereka jalan?"
"Ya gak selalu dit, kadang gue juga ada kesibukan lain. Gue juga gak selalu tahu mereka mau ngumpul atau gak."
"Berarti gue juga boleh heran, ngapain mereka disini?"
"Dari pada lo tanya gue yang gak tahu, mending kita masuk ke dalam."
"Kenapa gak dari tadi sih, lo ajak gue masuk ke dalam."
"Ya, lo kan nanya gue disini mereka ngapain. Jadi gue gak kepikiran bawa lo masuk ke rumah."
"Gue juga gak kepikiran, ini kan rumah lo bukan rumah gue."
Dimas datang melihat Adit dan Hendry di depan mobilnya berdebat.
__ADS_1
"Kenapa kalian masih disini?"
"Hendry gak ajak gue masuk ke rumah nya."
"Lagian lo nanya mereka ngapain disini, gue lupa ajak lo masuk ke rumah."
"Gue duluan aja masuk, nunggu kalian berdebat disini sampai kapan." Dimas lebih dulu berjalan ke arah pintu rumah Hendry.
"Eh main nyelonong aja lo, biar gue aja yang duluan." Hendry mendahului Dimas, Adit juga mengikuti nya dari belakang.
Hendry langsung memencet bel rumah nya, Naya yang membuka pintunya sambil menggendong baby Devan.
"Loh, kenapa kalian jadi bareng? Bukannya Dimas telat kesini?"
"Tadi mereka berdebat di depan kelamaan, sampai aku datang baru mereka berhenti." Jawab Dimas.
"Devan, sama ayah sini." Adit merentangkan tangannya. Namun Devan semakin memeluk Naya erat.
"Adit malah nanyain kalian ngapain disini." Ucap Hendry.
"Ya mana gue tahu mereka ngapain dit."
"Begitu dari tadi mereka berdebat di depan, sampai mau masuk aja lupa."
"Permisi gue mau lewat nay, lo malah ngalangin jalan gue mau lewat."
"Tinggal lewat aja," jawab Naya lalu minggir.
"Baby Dev, sama ayah sini nak." Tawar Adit sekali lagi, baby Devan juga menoleh menatap ayahnya dan merentangkan tangannya. Mereka masuk kedalam rumah, menyusul Hendry yang lebih dulu masuk.
"Kamu gak masak yang? Sahabat kamu disuguhi apa?" Tanya Hendry melihat bahan-bahan dan cemilan yang ada di meja masih utuh belum di masak.
"Nina pusing dan mual mungkin masuk angin kak." Hendry menghampiri istrinya.
"Mungkin kak Hendry sering buat Nina tidak memakai baju." Membuat semuanya menoleh, tumben Naya berucap begitu.
__ADS_1
"Malah gue selimuti biar gak masuk angin nay, dua lapis malah."
"Dua sama kak Hendry." Mereka kembali heran, biasanya Nina yang seperti itu.
"Nay," panggil Dimas.
"Apa dim, orang bener."
"Kak Hendry, Nina. Aku mau pamit pulang sama kak Adit dan Devan, karena udah sore juga."
"Maaf ya Vin, aku gak ada masakin kalian."
"Apaan sih nin, lagian aku kesini tadi udah setelah jam makan siang. Aku udah makan, Devan juga udah makan dan bobo disini."
"Jaga Nina dengan baik kak."
"Gak lo suruh juga gue tahu nay jaga bini gue, gue bakal jagain."
"Iya gue cuma ingetin lagi."
"Gue tahu, makasih tapi kalian berdua tadi sudah mau kesini jagain Nina."
"Sama-sama kak."
"Gak perlu berterima kasih juga, kita tahu cara menemani dan menjaga sahabat kita."
"Gue pamit ya hen, Nina. Karena udah kesorean mau pulang." Dimas juga pamit karena takut Hendry emosi karena Adit yang dari luar, di tambah oleh istrinya yang terus membalas ucapan pedasnya.
Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...
Baca juga cerita bebu yang lain 😘
IG : @istimariellaahmad98
See you...
__ADS_1