Di Jodohkan Namun Tak Berjodoh

Di Jodohkan Namun Tak Berjodoh
Vina datang


__ADS_3

Sebelumnya


"Kenapa kalau di tikung?"


Raka dan semua yang ada di dalam menoleh ke arah suara orang itu.


"Kak Farhan," ucapnya menatap kakaknya.


"Kenapa kalau kakak tikung? apa kamu tidak suka?" tanya Farhan.


"Tentu saja Raka gak suka, kak Farhan mau nikung orang yang aku sayang," jawab Raka.


"Apa orang yang kamu sayang itu, aku?" tanya Vina dari belakang Farhan yang mulai berkaca-kaca.


"Vina," lirih Raka.


"Sebaiknya kita keluar ma, pa," ucap Shena mengajak kedua orang tuanya.


"Sayang, kamu bicara dulu sama Raka, tante keluar dulu." Diangguki oleh Vina.


"Kak Farhan, keluar ayo!" Shena menarik tangan Farhan agar ikut keluar.


"Vina tanya, apa aku orang yang kamu sayang Raka?" sudah mulai meneteskan air matanya.


"Vin tolong jangan nangis Vin, aku gak bisa lihat kamu nangis."


"Selama ini kamu anggap Vina ini apa, Raka? kenapa kamu gak pernah cerita setiap Vina tanya kamu, kenapa? hiks" ucap Vina menangis.


"Maafin aku Vin, aku gak mau kamu sedih seperti sekarang ini."


"Apa karena aku ini cengeng seperti ini, aku penyakitan juga kamu gak mau cerita sama aku?"


"Sini dulu kamu Vin, duduk disini dekat aku," Raka menyuruh Vina untuk duduk di kursi dekat dengan nya.


Vina mendekat ke kursi itu, ia duduk dan langsung di genggam tangannya oleh Raka.


"Vina, aku sering ngomong sama kamu, jangan pernah ngomong apa yang kamu sebutkan tadi, ngerti kan?"


"Yang apa maksud kamu? cengeng terus pe-


Raka menempelkan jari telunjuk nya di bibir Vina.


"Husst aku minta maaf, kamu lihat sendiri kan sekarang aku seperti ini?"

__ADS_1


"Terus, kenapa kalau kamu seperti ini?" tanya Vina.


"Kamu bisa cari yang lebih baik dari aku Vin."


"Hiks diam Raka, aku gak mau kamu ngomong gitu yah, aku cuma mau sama kamu hiks," ucap Vina kembali menangis.


"Eh sayang oke-oke maaf, jangan nangis lagi aku minta maaf, aku hanya ingin yang terbaik buat kamu," Raka memeluk Vina dan menangis di pelukan Raka.


"Kenapa, kamu udah bosan sama aku, iya?"


"Vina, aku gak pernah bilang gitu, aku cuma mau yang terbaik buat kamu, itu aja."


"Hiks jahat kamu, yang terbaik buat aku itu sama kamu, kenapa kamu gak ngerti juga, hah?" Vina memberontak di pelukan Raka dan terlepas.


Saat itu membuat dada Raka sakit karena pukulan Vina.


"Raka, kamu gak apa? maafin aku hiks."


"Udah aku gak apa Vin, kamu jangan nangis terus yah," Raka menenangkan Vina agar tidak lagi menangis, Vina langsung mengangguk mengiyakan.


Vina langsung mengelap air mata yang tadi mengalir, ia mencoba untuk tenang, agar Raka tidak kesakitan selalu berusaha menenangkan dirinya.


"Lebih cantik gak nangis gini, senyum terus kamu."


"Boleh dikit aja yah," ucap Raka manja.


"Iya sayang," jawab Vina.


"Apa? kamu tadi panggil aku apa?" tanya Raka memastikan.


"Yang mana? aku suapin kan Raka?"


"Bukan yang itu ih, yang barusan disebut."


"Oke Raka ayo makan."


"Gak mau, pokonya bilang dulu tadi kamu ngomong apa di akhir kalimat setelah aku bilang dikit."


"Apa yah?" Vina pura-pura berpikir.


"Yaudah aku gak mau makan," Raka membalikkan badannya ke samping.


"Jangan gitu dong kamu harus mau," ucap Vina tetap saja Raka tidak menoleh.

__ADS_1


"Kalau gak mau makan yaudah aku pulang nih," Vina berdiri namun tangannya cepat di cekal Raka.


"Sayang, jangan pergi dong," manja Raka.


"Iya makanya makan," jawab Vina kembali duduk.


"Bilang yang tadi dulu," Raka tetap ingin tau jelas apa yang di bilang Vina.


"Oh aku pulang?"


"Bukan ih."


"Kenapa jadi manja gini sih kamu," mengelus pipi kurus Raka.


"Aku cuma manjanya sama kamu," juga mengelus pipi Vina namun sambil mencubit nya.


"Baiklah tuan manja, kamu sekarang makan dulu, nanti aja nyubit nya"


"Lucu banget sih kamu sayang."


"Mulai deh," Vina mengerucutkan bibirnya.


"Terserah aku dong, kamu punya aku titik."


"Tadi aja suruh pergi cari lain."


"Gak mau kamu tetap punya ku."


"Iya sayang ayo makan," Vina malu mengatakannya.


"Coba sekali lagi?"


"Udah dong ka aku malu," Vina menutupi wajahnya malu.


Raka tertawa lepas melihat tunangan nya itu malu.


Di luar keluarga nya melihat mereka yang tertawa terharu, mereka bahagia walaupun mungkin tidak akan lama.


Othor bebu juga capek nangis tawa nyatu, apalagi tangan sakit.


Pagi sampai sore kerja di luar, malam nya nulis dirumah, sungguh sangat menyenangkan sekalehhh menyalurkan hobi.


Capek? tentu. Apalagi tanpa dukungan kalian, so sad 🥲

__ADS_1


Annyeong love


__ADS_2