Di Jodohkan Namun Tak Berjodoh

Di Jodohkan Namun Tak Berjodoh
Pernikahan Adit dan Vina


__ADS_3


Hari ini adalah hari pernikahan Adit dan Vina, hari yang sangat di nantikan oleh Adit sejak lama. Adit mulai bersiap beserta orang tua dan rombongan.


"Kamu mau nikah apa gak jadi dit? Kenapa belum memakai pakaian nya?"


"Jadi lah ma, masa udah hari nya malah gak jadi."


"Terus ngapain masih santai dengan kaos mu itu, dan ngaca habis itu duduk lagi?" Mama Tia yang sudah siap dengan pakaian seragam pernikahan, melihat anaknya di kamar belum siap sama sekali.


"Sabar ma, Adit masih gemetaran ini sambil belajar ijab qabul."


"Bukannya udah belajar dari lama? Kenapa baru mau belajar sekarang?"


"Ada apa ma?" Ucap papa antonius yang baru saja masuk ke dalam kamar Adit.


"Ini anak papa belum juga siap, katanya masih mau belajar ijab qabul."


"Kamu belum siap dit? Kita sebentar lagi berangkat loh." Papa antonius juga melihat anaknya itu belum lengkap dengan pakaian nya.


"Tinggal kemeja sama jas doang pa, Adit masih gugup."


"Apa kita tunda saja ma, sampai Adit benar-benar siap?" Tanya papa melirik istrinya.


Adit yang terasa gugup di kaca langsung menoleh ke arah papa dan mamanya.


"Apaan main tunda-tunda, Adit siap kok ini." Adit langsung mengambil kemeja nya dan cepat bersiap dengan jas nya juga.


Mama Tia tersenyum melihat anaknya itu yang langsung siap saat suami nya mengatakan akan menunda pernikahannya.


"Ayo berangkat pa, ma. Nanti kita telat sampainya." Adit sudah siap berangkat mengajak orang tuanya segera pergi.

__ADS_1


"Gak jadi di tunda?"


"Siapa yang mau nunda? Kalau bisa sekarang juga cepat di mulai, biar cepat sah."


"Seperti orang kebelet banget dit?"


"Memang, ayo kita berangkat!" Lalu Adit keluar diikuti mama dan papanya yang menggelengkan kepala mendengar ucapan Adit.


"Akhirnya, kamu sebentar lagi menjadi seorang istri vin." Mama Dira berucap dengan mata berkaca-kaca.


"Mama jangan sedih gitu, Vina ikutan sedih jadi pengen nangis." Vina memeluk mama Dira.


"Kak Vina, nanti kalau gak tinggal disini lagi, jangan lupain ila yah? Sering berkunjung kesini."


"Pasti, kakak akan tetap ingat dengan adik yang nakal ini." Vina mencubit pipi ila.


"Kak Vina kenapa jadi mirip kak Raka suka nyubit pipi ila," ucap ila tertawa membuat Vina yang tadinya ikut tertawa seketika berhenti setelah mendengarnya.


Ila baru menyadari dengan ucapan nya yang membuat kakaknya itu kembali mengingat sosok Raka. "Kak Vina, ila minta maaf. Bukan maksud ila-


"Sudah lah tidak apa. Kamu cepat rapikan lagi rambut kamu itu sedikit berantakan."


"Ila ke kamar lagi ya ma," ucapnya lalu keluar dari kamar Vina setelah melihat mama nya mengangguk.


"Vina," panggil mama Dira yang melihat Vina menatap kosong ke arah pintu melihat ila yang keluar.


"Apa ma?"


"Apa kamu terpaksa menerima lamaran Adit?"


"Apa maksud mama? Tentu saja Vina tidak terpaksa." Vina tersenyum menatap mama Dira.

__ADS_1


"Baguslah, mama hanya tidak ingin kamu menyakiti hati Adit yang sudah setia menunggu kamu sejak lama."


"Vina sudah kembali menerima kak Adit ma, tapi untuk melupakan semua kenangan bersama Raka, Vina belum bisa. Vina sudah mulai mencoba ikhlas dengan kepergian Raka, bukan berarti kak Adit sebagai pelarian."


"Mama mengerti. Semoga kamu dan Adit bisa menjadi keluarga yang sakinah, mawadah dan warahmah sampai ke jannah, aamiin."


"Aamiin."


 “Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau saudara Adit Raymond bin Antonius Raymond, dengan anak saya yang bernama Devina cahaya dengan maskawinnya berupa mahar 192 dirham, beserta 20 persen saham dan mobil mini cooper, tunai.” Ucap papa David sendiri menikahkan Vina yang sebagai orang tua kandung nya.


"Saya terima nikah dan kawin nya Devina cahaya binti David Fajri dengan maskawin tersebut tunai." Adit mengucapkan nya lantang dengan satu tarikan nafas.


"Bagaimana saksi? sah?"


SAH


SAH


SAH


Vina mencium tangan Adit, begitu pula dengan Adit yang mencium kening Vina. Lalu tangan nya ia letakkan di kepalanya seraya membacakan do'a untuk sang istri.


Vina meneteskan air matanya terharu, Adit benar-benar belajar semuanya.


Semua tamu terbengong dan sedikit membuka mulutnya, bukan karena Adit yang mendoakan Vina. Tapi dengan mahar yang di terima Vina dari Adit.


Banyak yah? othor juga mau sayang.


Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love.


Jangan lupa datang ke pernikahan Adit dan Vina.

__ADS_1


__ADS_2