Di Jodohkan Namun Tak Berjodoh

Di Jodohkan Namun Tak Berjodoh
Kaget


__ADS_3

Sudah seminggu setelah dirawat di rumah sakit, kini aku kembali ke sekolah.


"Vina, kamu yakin mau sekolah?" tanya mama.


"Iya Vina yakin ma, kan Vina udah sehat," jawabku.


"Papa aja yang antar kamu ya! papa juga yang akan jemput kamu pulang sekolah," ujar papa akan mengantar jemput ku sekolah.


"Vina bisa pakai motor sendiri kok pa." Karena aku merasa sudah sangat sehat.


"Ayo papa yang antar, kan papa kerja lewat depan sekolah kamu, sekalian juga bareng ila." Papa mengajakku untuk mengantar ke sekolah.


"Hufffhh" Aku menghela nafas.


Aku berjalan gontai mengikuti papa dari belakang.


Aku dan papa hendak masuk ke mobil, namun ada klakson mobil di luar pagar.


Aku dan papa menoleh ke arah mobil itu.


"Raka," ucapku melihat seseorang yang turun dari mobil.


"Pagi om, tante," ucapnya mencium punggung tangan papa dan mama yang ikut mengantar ke luar.


"Hai ila," sapanya pada adikku.


"Hai kak Raka," jawab ila tersenyum.


'lah gue di anggap apaan sih sama Raka, demit'


"Raka kesini mau antar Vina ke sekolah, om tante," ucapnya melirik ku.


"Aku udah sama papa ka, kamu langsung aja ke kampus." Aku menolak Raka mengantar ke sekolah.


"Vina," mama menatap tajam ke arah ku.


'ciyut kalau mama mendelik ups'


"Yaudah, papa sama ila aja! kamu bareng Raka, Vin." Papa menyuruhku untuk berangkat bareng Raka ke sekolah.


"Tapi papa tadi yang mau antar Vina," ucapku.


"Ya kan udah ada Raka." Papa sekarang seperti nya mendukung untuk aku sama Raka.


"Pa-


"Ayo Vin," ucap Raka.


Aku menghampiri mama dan papa mencium punggung tangan nya.


Lalu langsung ke mobil Raka.


"Raka berangkat dulu ya om, tante," ucapnya berpamitan pada mama dan papa.

__ADS_1


Masuk ke mobilnya, melirik ku sebentar dan melajukan nya dengan kecepatan sedang.


Di perjalanan


"Kamu udah makan Vin?" tanyanya tanpa melirik.


'apa kabar kak Adit ya? apa benar kata kak Hendri, kalau dia sakit.'


"Vina," panggil Raka.


"Kak Adit," jawabku melihat Raka.


Ciiiittttt Raka menghentikan mobilnya mendadak.


"Aww kepala Vina."


"Kamu panggil aku siapa tadi?" tanya Raka menatap ku.


"Panggil apa sih, Raka! Ayo nanti Vina telat."


"Kamu panggil aku kak Adit, siapa Adit? oh kamu lagi mikirin mantan kamu itu," ucapnya.


'emang tadi aku panggil Raka, kak Adit?'


"Raka kamu salah dengar kali," ucapku mengelak, karena tidak merasa memanggil kak Adit.


Raka melajukan lagi mobilnya. Tak lama sampai di sekolah.


"Hm," jawabnya tanpa menoleh.


Aku turun dari mobil Raka, ia langsung melajukan nya lagi.


"katanya gak mau marah lagi, tapi ini apa? ngambek?" ucapku.


Aku langsung masuk ke dalam sekolah, ada yang memanggil namaku.


"Vina," teriaknya.


Aku mencari dimana arah suara itu.


"DEVINA CAHAYA," teriaknya.


Aku melihat nya, ternyata 2 teman ku Naya dan Nina.


Aku menghampiri mereka, dan berpelukan,


seperti teletubbies weh bocah.


"Aku kangen banget sama kamu vin," ucap Naya.


"Iya, sumpah gue kangen banget sama lo," ujar Nina.


"Sejak kapan lo gue?" tanya ku.

__ADS_1


"Hehe maaf, biar gaul aja gitu kek Dea," jawabnya.


"Gaul aja otak kamu nin, belajar memperbaiki ucapan itu lebih baik," balas Naya.


"Nah ini yang aku kangenin dari kalian berdua, karena perdebatan ini."


"Maaf ya Vin, aku kemarin gak jengukin kamu lagi," ucap Naya.


Aku tersenyum, "gak apa nay, yang penting aku udah sehat."


"Aku tetap doakan kamu agar cepat sehat Vin," timpal Nina.


"Sumpah ye nin, aku gak percaya sama kamu! boro-boro doain Vina, orang tua aja belum tentu."


"Astaghfirullah, anda berdosa. banget," balas Nina dengan nada


hahahahha


Kita bertiga masuk ke kelas, karena bel berbunyi.


Setelah selesai proses belajar mengajar, kini tiba waktunya istirahat.


"Ke kantin yuk," ajak Nina.


"Kalian duluan ya, Vina ke toilet dulu," jawabku karena kebelet.


"Yaudah kita tunggu Vin."


aAku berjalan menuju toilet, aku masuk ke toilet wanita. Namun diikuti siswi sekolah, yang juga masuk ke toilet yang sama.


Mereka mengunci nya dan menyiramkan air di kepalaku.


"Kenapa, kaget yah?" ucapnya.


Aku kaget dengan mereka yang tiba-tiba, menyiramkan air padaku.


"Kamu tau, aku iri sama kamu! karena kamu yang selalu dapat perhatian dari Hendri dan Adit. Dan sekarang kamu sama Raka, mantan yang akan aku ajak balikan, tapi malah sama kamu. Satu lagi, aku juga yang mengunci kamu di gudang, dan sekarang akan lebih dari itu," ucapnya membuat ku takut.


'ya Allah tolong vina'


Aku tidak bisa lari dari sini, karena sudah terpojok.


chingguya jan lupa loh like vote komen


annyeong 🤗


.


.


.


bersambung 💃💃💃

__ADS_1


__ADS_2