Di Jodohkan Namun Tak Berjodoh

Di Jodohkan Namun Tak Berjodoh
Nina mual


__ADS_3

Nina mual, ia merasa berbeda dengan dirinya. Karena Nina juga sudah telat, ia berangkat ke apotek dengan mobilnya dan membeli beberapa testpack yang berbeda.


"Aku harus telepon Vina dan Naya supaya mereka ke rumah, aku takut kalau sendirian lihat hasilnya bisa-bisa aku pingsan." Nina mulai menghubungi Vina dan Naya.


"Assalamu'alaikum."


"Assalamu'alaikum Nina."


"Wa'alaikum salam."


"Ada apa nin?"


"Kalian bisa tidak kerumah aku? Aku ada sesuatu penting, kalian harus temani aku takut sendirian."


"Apaan nin, jangan bikin kita takut."


"Iya, ada sih nin kasih tahu sekarang aja."


"Gak bisa kalian harus ke rumah."


"Bisa, biar bibi suruh jagain Devan."


"Biar aku jemput dari kantor Vin, aku mampir ke rumah kamu dulu."


"Boleh, biar aku bawa Devan ke rumah Nina."


"Oke sip kalian mau datang beneran kan? Aku siapin makanan buat kalian."


"Harus nin, aku dari kantor lapar nih."


"Yasudah aku matiin dulu ya."


"Oke." Nina lebih dulu mematikan ponselnya, ia langsung akan menyiapkan makanan di rumah nya dan menunggu kedua sahabatnya datang.


"Nina kenapa ya Vin? Apa Hendry ada nyakitin dia?"


"Eh kamu jangan suudzan gitu nay, mungkin dia mau curhat atau apa. Matiin aja deh jangan malah bicarain Nina di belakang gini, kamu cepat ke rumah jemput aku sama baby Devan."


"Baiklah, aku juga kangen sama baby Devan."


"Yaudah, assalamu'alaikum."


"Wa'alaikum salam." Mereka mengakhiri sambungan telepon nya, dan Naya langsung bersiap pergi menjemput Vina sebelum berangkat ke rumah Nina.


...******...

__ADS_1


Naya sudah sampai di rumah Vina, ia langsung di sambut oleh Vina yang sudah menunggu nya.


"Baby Devan, aunty datang jemput kamu." Naya datang langsung menghampiri Devan dan mencubit lembut pipi gembul nya.


"Assalamu'alaikum."


"Eh iya wa'alaikum salam." Naya tersenyum menatap Vina.


"Mau langsung berangkat atau masuk dulu nay?" Tanya Vina yang sudah siap dengan barang bawaan Devan.


"Langsung aja deh, Nina pasti nunggu-nunggu kita. Aku khawatir ada apa-apa sama dia."


"Yaudah aku juga khawatir sama dia, di rumahnya sendiri juga."


"Sini aku bantu bawain barang Devan, atau aku aja yang gendong sampai mobil."


"Boleh, ini biar nular." Vina menyerahkan baby Devan pada Naya, supaya sahabat nya tertular memiliki buah hati.


"Aamiin deh." Mereka menuju mobil Naya, untuk segera berangkat. Vina menaruh nya di kursi belakang barang-barangnya, sedangkan Naya menunggu Vina untuk memberikan Devan kembali.


"Siap berangkat?"


"Bismillah siap berangkat." Vina mengangkat tangan baby Devan yang juga siap berangkat.


Mereka telah sampai di depan rumah Nina dan Hendry.


"Mungkin di dalam, ayo kita kesana aku bantu bawain barangnya."


"Assalamu'alaikum," ucap mereka.


"Wa'alaikum salam, masuk aja kalian pintunya gak di kunci."


"Kita masuk ya nin?" Naya dan Vina juga baby Devan masuk ke rumah Nina, namun Nina tidak terlihat di sana.


"Kamu dimana nin? Jangan bikin kita khawatir deh."


"Aku di kamar mandi."


Vina dan Naya saling menatap, mereka langsung menghampiri arah suara Nina yang seperti muntah.


"Nina, kamu kenapa nin?" Tanya Naya.


"Gak tahu, aku ngerasa mual dari pagi. Ayo kalian duduk dulu, tapi aku belum masakin cuma ada beberapa camilan."


"Gak apa kok nin, kamu istirahat aja dulu."

__ADS_1


"Kamu seperti lagi isi aja nin."


"Nah itu yang aku takutkan tadi, kalau aku sendiri yang test kehamilan takutnya pingsan setelah tahu hasilnya. Makanya aku minta kalian berdua kesini untuk temani aku tes."


"Tapi lebih akurat itu di pagi hari nin, ketika kamu bangun tidur. Bagus juga kak Hendry lebih dulu tahu dari pada kita."


"Tapi aku mohon, aku ada beli banyak testpack. Jadi aku mau coba satu dulu sekarang pas ada kalian."


"Iya, aku mau lihat sekarang."


"Yaudah aku juga mau lihat."


"Tunggu sebentar ya, aku udah nanya tadi gimana caranya dan lihat di internet."


Nina langsung ke kamar mandi dan mencobanya, Vina dan Naya menunggu beberapa saat sampai Nina keluar.


"Nina, kamu gak apa kan di dalam?"


"Iya, sebentar aku tunggu ini."


"Tunggu di luar kan bisa nin, kita bareng-bareng nungguin nya."


"Oh iya aku keluar."


"Sebentar lagi padahal, aku penasaran." Nina menunggu di depan kamar mandi, dan setelah dikira selesai Nina masuk lagi untuk melihat hasilnya.


"Bagaimana nin hasilnya, apa sudah terlihat?"


"Iya nin aku penasaran." Nina menunjukkan testpack nya dan garisnya samar-samar.


"Ini garis dua tapi samar-samar, besok pagi kamu test lagi dan tunjukkan ke kak Hendry."


"Iya, akan aku tunjukkan hasilnya apapun itu."


"Aku telepon kak Adit aja atau kamu mau antar aku pulang nay?"


"Minta jemput aja deh, kita tunggu sampai kak Hendry pulang juga kasian Nina sendirian."


"Iya aku telepon kak Adit." Vina menghubungi Adit supaya menjemput nya ke rumah Nina, Naya juga memberi tahu Dimas bahwa dirinya ada di rumah Nina.


Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...


Baca juga cerita bebu yang lain 😘


IG : @istimariellaahmad98

__ADS_1


See you...


__ADS_2