
Hendry dan Nina berangkat ke rumah sakit, untuk memeriksakan kehamilan nya. Sudah izin dengan Adit bahwa Hendry akan ke rumah sakit terlebih dahulu sebelum berangkat ke kantor.
Hendry dan Nina telah sampai di depan rumah sakit, mereka langsung masuk ke bagian poli obgyn.
"Kata Vina langsung kesini, biar kita gak malu." Nina sebenarnya bingung dengan ucapan Vina, biar gak malu bagaimana yang dimaksud sahabatnya itu.
"Berarti Vina baik kasih tahu kamu, tapi kita kan mau periksa ngapain malu?" Hendry belum tahu Vina dan Adit dulu waktu periksa pertama kali saat baru tahu sedang mengandung.
"Baru pertama kali kesini mbak nya?" Tanya orang di sebelahnya yang juga ingin memeriksakan kandungan nya yang sudah mulai buncit.
"Iya, sahabat saya menyuruh saya langsung kesini karena takut saya dan suami saya malu katanya." Jawab Nina membuat wanita itu tertawa. Nina menatap Hendry bingung.
"Sahabat anda ada benarnya, tapi bisa saja masuk ke dalam nanti anda juga malu." Wanita itu kembali tertawa, karena dirinya juga pernah mengalami.
Tak berapa lama wanita itu di panggil untuk masuk, karena sudah giliran nya. Nina menghadap ke arah Hendry takut dengan apa yang di katakan wanita itu.
"Malu gimana sih maksud nya? Aku jadi bingung."
"Kalau kamu tanya aku pasti makin bingung, karena aku juga baru pertama kali kesini." Hendry sudah pasti bingung kalau istrinya menanyakan nya pada Hendry, karena dirinya juga baru sekarang datang ke bagian ini untuk memeriksakan kandungan juga.
Dari pada bingung sendiri dan kepikiran, Nina mencoba menghubungi Vina. Namun saat Vina sudah mulai menjawab panggilan telepon dari Nina, wanita yang tadi sudah keluar dan akan giliran Nina setelah nya.
"Nanti aku telepon lagi ya Vin, sekarang aku mau masuk periksa dulu. Ternyata sudah selesai sebelum aku, dan nama aku nya juga udah di panggil."
"Yaudah gak apa, nanti kalau udah pulang aja kabari aku dan Naya secepatnya ya? Aku mau tahu juga." Vina sambil memasangkan pakaian untuk Devan yang baru selesai mandi.
"Pasti aku hubungi kamu lagi, udah dulu ya Vin, assalamu'alaikum."
__ADS_1
"Wa'alaikum salam." Nina dengan cepat mematikan sambungan telepon nya, karena sudah di panggil dan Hendry terus mengajak nya masuk.
Nina dan Hendry masuk ke dalam ruang periksa.
"Mau periksa apa?" Tanya dokter nya.
Nina dan Hendry kembali bingung dengan dokternya, karena harusnya memang periksa kandungan.
"Memangnya disini bisa periksa apa aja dok?" Tanya Nina.
"Hanya periksa kandungan." Jawabnya santai.
"Iya, saya kesini juga mau periksa kandungan dok." Nina merasa dokter di depannya ini agak sedikit kurang.
"Saya kira mau periksa yang lain, karena saya hanya dokter kandungan." Ucapnya lagi dengan santai dan tersenyum.
"Sudah berapa lama telat nya? Apa sudah test dengan test kehamilan?" Tanya dokter yang sudah mulai waras, ia mungkin sedikit bercanda dengan membuat pasien nya tenang menganggap dirinya gila.
"Sudah dua minggu telatnya, dan saya sudah test dua kali. Pertama kemarin sore garis dua dan masih samar, sedangkan tadi pagi terlihat sangat jelas dok." Nina menjelaskan sejak kapan dirinya telat dan sudah test dengan test kehamilan.
"Sekarang kita periksa dulu ya, silahkan ikut saya dan berbaring di sana." Dokter itu menyuruh Nina untuk berbaring di brankar untuk memeriksanya.
Nina beranjak dan berbaring di brankar, dan dokter mulai memberikan gel di atas perut Nina. Hendry ikut berdiri di dekat Nina yang sedang di periksa.
"Kalian lihat itu masih ada setitik belum sebutir jagung malahan, baru mulai terbentuk janin di dalam rahim ibu." Dokter menunjukkan yang ada di layar monitor setitik kecil itu, bahwa titik itu adalah janin.
"Saya beneran hamil dok?" Tanya Nina.
__ADS_1
"Iya, dan masih baru terbentuk."
"Kenapa terbentuk nya titik kecil? Bukan langsung badan."
"Semuanya membutuhkan proses pak, tidak akan langsung menjadi bayi." Dokter menjawab pertanyaan Hendry sambil mengelap gel yang tadi di berikan ke perut Nina.
Mereka kembali ke tempat duduk nya, untuk kembali mendengar penjelasan dokter.
"Selalu jaga kesehatan dan olahraga ringan, jangan terlalu kecapean Bu. Karena masih baru terbentuk janin di perut ibu, usahakan istirahat cukup juga dan makanan yang sehat."
"Apa masih bisa melakukan dok?" Tanya Hendry membuat Nina bingung sedang bertanya apa. Sedangkan dokter sudah mengerti dengan pertanyaan seperti ini.
"Tentu saja bisa, tapi mungkin usahakan lebih jarang lagi dan untuk sekarang sampai dua bulan kedepan tidak melakukan nya."
"Kenapa lama sekali dok?"
"Kamu nanyain apa sih kak?" Tanya Nina.
"Gak apa."
"Suami ibu bertanya tentang hubungan suami istri, apa masih bisa melakukan nya." Jawab dokter membuat Nina menunduk malu sambil mencubit Hendry, mungkin itu yang di sebut malu nya wanita hamil pikir Nina. Hendry merasa sakit oleh cubitan istrinya, sedangkan dokter hanya tersenyum.
Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...
Baca juga cerita bebu yang lain 😘
IG : @istimariellaahmad98
__ADS_1
See you...