Di Jodohkan Namun Tak Berjodoh

Di Jodohkan Namun Tak Berjodoh
Keberadaan raka


__ADS_3

Sudah satu minggu Raka tidak ada masuk kampus, semua temannya juga tidak tau kemana? ponselnya tidak dapat di hubungi, aku tanya di rumah nya, mereka juga bingung. Karena biasanya, emang jarang sekali pulang, Raka lebih suka di kost yang lebih dekat dengan kampus dan rumahku.


Aku ngerasa kenapa akhir-akhir ini Raka lebih sering susah untuk di hubungi, dia sebenarnya kenapa? apa ada sesuatu yang memang ia sembunyikan dari keluarga nya dan aku.


"Vin, kamu gak tau Raka kemana?" tanya Naya.


"Aku gak tau deh dia kemana? nomor nya gak bisa di hubungi," jawabku pusing dengan Raka yang tiba-tiba menghilang.


"Apa sebelum nya kamu sama Raka ada masalah atau gimana? biasa mungkin kemana?"


"Gak ada deh nay, terakhir aku diantar kerumah minggu lalu, kan kerumah dia. Kalau tempat kita kemana? paling cuma tempat makan sama taman doang."


"Apa mungkin dia kabur Vin, kan kita juga gak tau," sahut Nina.


"Kabur gimana sih nin, bukannya kasi solusi malah bikin tambah mikir."

__ADS_1


"Raka kamu kemana? apa aku udah gak kamu anggap lagi? kamu bilang aku segalanya" batin ku


"Vin, jangan melamun gitu dong aku gak tau kalau gini harus gimana."


"Aku gak apa, aku cuma lagi mikir Raka itu kemana? itu aja. Kalian gak perlu khawatir, aku masih sadar," ucapku sambil memijat pelipis yang terasa sakit di bagian kepala sampai ke mata.


...******...


"Raka, kamu yakin gak mau ada yang temani kamu? keluarga atau tunangan kamu?" tanya dokter.


"Baiklah kalau begitu, kamu harus menjalani kemo ini sambil rawat inap. Karena tidak memungkinkan lagi untuk kamu sambil keluar, bahkan pemulihan ini cukup berat, karena jika tidak sungguh-sungguh maka akan gagal, karena ini menyangkut pernafasan," ucap dokter mengingat kan Raka agar tetap di rawat di rumah sakit.


"Apakah butuh waktu sangat lama, untuk penyembuhan ini dok? saya ingin segera cepat keluar dari rumah sakit ini."


"Kurang lebih bisa hampir satu bulan, jika kamu mengikuti prosedur rumah sakit, dan mendengarkan apa yang saya arahkan. Jika tuhan masih memberimu umur yang panjang, insya Allah akan bisa kembali bertemu keluarga kamu, begitu juga sebaliknya, jadi setelah ini kamu banyak istirahat saja."

__ADS_1


"Baik, selama satu bulan ini saya akan beristirahat dengan rutin dan menjaga semua apa yang di arahkan dokter."


"Kalau sudah mengerti saya permisi, kamu tetap istirahat disini saya akan periksa nanti, besok kita kemo lagi."


"Baik dok," jawabnya setelah itu dokter keluar dari ruangan Raka.


"Mama, papa, Vina, aku minta maaf karena gak bilang kalau sebenarnya aku menjalani kemoterapi di rumah sakit."


"Terutama kamu Vin, aku kangen banget sama kamu, semoga kamu gak kepikiran tentang aku yang memang sengaja mematikan ponsel agar kemo ini berjalan lancar, bukan karena kamu menganggu, tapi karena aku tidak ingin kamu sedih dengan keadaan aku yang seperti ini." Raka yang sangat pucat dengan kepala botaknya itu, ia kini bersandar di brankar rumah sakit sendiri, memang biasanya kedua kakaknya menjenguk nya, namun mereka berdua juga punya kesibukan lain.


"Perjalanan cerita cinta yang mampu membuat rasa sakit jadi tidak terasa, itu semua karena aku berada di dekatmu my queen" Raka


"Sesuatu yang mampu membuat ku merasa sedih, saat tidak bersamamu" Vina


hi chinggu annyeong doain Raka sembuh ya, buat Vina tenang supaya gak kepikiran dulu.

__ADS_1


Call me chinggu or bebu


__ADS_2