Di Jodohkan Namun Tak Berjodoh

Di Jodohkan Namun Tak Berjodoh
Senja


__ADS_3

"Raka, kita mau kemana? kok ini bukan arah ke rumah Vina." Raka hanya diam saja, tidak menghiraukan pertanyaan ku.


"Raka," panggil ku.


"Hm," itu saja yang ia jawab.


'Apa Raka marah ya? gara-gara ketemu kak Adit sama reva'


Aku tak lagi memanggil nya, aku hanya menatap keluar kaca pintu mobil, sambil menyender dan bersedekap.


Raka sesekali tersenyum melirikku. Aku tidak tau, ini mau kemana? tapi arahnya menuju taman tepian sungai.


Mobil Raka telah sampai, ternyata memang Raka sengaja mau ajak aku ke taman tepian sungai.


"Raka, ngapain kesini?" tanyaku.


"Ayo turun!" ucapnya tersenyum.


Aku ikut turun sambil lihat sekitar, disana banyak sekali orang yang datang. Karena ini sudah sore, mungkin banyak juga yang sedang menunggu datangnya senja.


Tiba-tiba tanganku di gandeng Raka, aku terkejut karena di tarik Raka ke area taman.


"Raka-"


"Kamu mau tanya lagi, kenapa aku ajak kamu kesini?" Aku mengangguk karena itu dari tadi yang mau aku tanyakan.


"Kamu kan suka lihat senja, kita akan lihat senja disini." Aku sangat bahagia mendengarnya, Raka mengerti aku, tanpa aku kasi kode dulu.


"Terharu deh kamu peka banget," ucapku menatapnya.


"Iyalah tuan putri nya Raka, aku ngerti apa yang kamu mau," ucapnya mencubit pipi ku.


"Makasih ya," ucapku memeluk lengan Raka.


"Sama-sama tuan putri cantik," ucapnya mengelus kepalaku.


Bahagia ku tidak perlu yang mewah, dengan seseorang yang mengerti kita dan memperlakukan kita dengan baik saja, like treat a queen.


Sangat-sangaaatttttt bahagia.


"Vin, sambil nunggu senja, aku nyanyi ya?"


"Boleh," jawabku karena menyukai suara Raka.


"Tapi aku ambil gitar dulu, di mobil." Aku mengangguk tersenyum.


"Ya udah," balas Raka.

__ADS_1


"Yaudah sana Raka."


"Tuan putri nya Raka yang cantik," ucapnya memegang pipiku.


"Mana bisa, kalau tangan kamu masih melingkar di lengan Raka yang tampan ini," menunjuk lengannya.


Aku melihat tanganku, ternyata masih melingkar di lengan Raka.


"Ups... hehe maaf, Vina lupa," ucapku cengengesan.


"Gak apa sayang," jawabnya mengelus kepalaku.


Aku tersenyum menatap Raka. Lalu ia ke mobil, untuk mengambil gitarnya.


Aku melihat sekeliling taman, di sore hari banyak orang berpasang-pasangan disana, tua muda beserta anak-anaknya.


Di sekeliling sungai yang bagus, walau air tak begitu jernih, namun begitu tenang. Pemandangan yang sangat tenang, walaupun ditempat yang ramai.


"Vina." Aku menoleh ke arah orang itu.


Ternyata Raka sudah datang dan membawa gitarnya.


Aku tersenyum, Raka pun duduk di samping ku.


Jreng.. jreng......


"Nyanyi sekarang?" ucapnya.


"Iya, sekarang aja."


"Tapi kamu juga ikut nyanyi ya?"


"Suara Vina kurang bagus."


"Suara kamu bagus ditelinga aku, kita sama-sama ya." Aku mengangguk.


Jreng....🎢🎢


Kau begitu sempurna, dimata ku kau begitu indah


Kau membuat diri ku, akan s'lalu memuja mu


Disetiap langkah ku, ku 'kan s'lalu memikirkan, diri mu


Tak bisa ku bayangkan hidup ku tanpa cinta mu


Janganlah kau tinggalkan diri ku

__ADS_1


Tak 'kan mampu menghadapi semua


Hanya bersama mu ku akan bisa


Kau adalah darah ku


Kau adalah jantung ku


Kau adalah hidup ku, lengkapi diri ku


Oh sayangku kau begitu


Sempurna, sempurna


Seusai menyanyikan lagu sempurna, aku dan Raka tak lagi bernyanyi, aku menyender di bahu Raka, sambil bercerita.


Raka mendengar ku bercerita sesekali menatap ku dan mengelus kepalaku lembut.


Memandangi indahnya senja di sore hari, bersama seseorang yang kita sayangi.


Raka menjadi pendengar setia ku, disaat aku bercerita.


Raka yang selalu membuat ku bahagia.


Senjaku sore ini,


berwarna kemerahan penuh hangat.


Dia terduduk manis,


membalas tatapanku yang memujanya.


'Ya tuhan semoga selamanya seperti ini.' pintaku


'semoga kamu bisa selalu bahagia vin' batin Raka


Jangan lupa like vote komen


Just call me chinggu (teman) oke πŸ˜‰


annyeong πŸ€—


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2