Di Jodohkan Namun Tak Berjodoh

Di Jodohkan Namun Tak Berjodoh
Kekenyangan


__ADS_3

Setelah makan, aku dan Raka keluar dari restoran. Masuk ke mobil, untuk pulang.


"Raka, aku ikut kamu boleh?"


"Kemana?"


"Kerumah kamu, udah lama gak ketemu tante ria, kak Shena, om dirga juga ding."


"Kak Farhan gak?" tanya nya.


"Ih iya kak Farhan juga."


"Kamu suka sama kak Farhan?"


Aku menatap Raka, "apaan coba, cari gara-gara deh."


"Cuma nanya kok."


Aku malas untuk menatap Raka. "Vina" panggil nya.


"Nanti kalau udah sampai rumah bilang ya, aku mau tidur," aku malas bicara dengan Raka.


"Aku tau Vin, kamu gak ngantuk kan?"


"Ngantuk, habis makan banyak kekenyangan."


"Yaudah iya, tapi kamu habis makan loh, entar buncit"


Aku pura-pura tidak mendengar ucapan Raka, dan memejamkan mata. Padahal kepikiran takut ketiduran beneran, dan buncit beneran seperti yang dikatakan Raka.


Raka menghela nafas, "Aku minta maaf Vin, karena belum bisa bahagiain kamu, belum bisa mengerti kamu."


'Maafin aku, karena mungkin tidak bisa selalu di dekat kamu.' Lanjut Raka membatin


"Vina, kamu beneran tidur?" tanya Raka.


Aku seperti ingin tertawa, namun juga seperti ingin menangis mendengar nya.

__ADS_1


"Vin, kamu pura-pura tidur kan?" tanya Raka.


Aku menghela nafas, menoleh ke arah Raka.


"Katanya tidur?" tanyanya menahan tawa.


"Iya mau tidur, kenapa gak jalan mobilnya dari tadi?" Raka hanya nyengir.


"Kamu kan pura-pura tidurnya, jadi aku gak jalan dulu, mau lihat kamu beneran apa bohongan."


"Ya Tuhan, gak bisa banget pura-pura," gerutu ku kecil.


"Pasti aku yang menang lah, makanya jangan bohong."


"Emang kamu gak pernah bohong?"


"Pernah lah," jawabnya.


"Ke aku sering pasti, ayo ngaku!"


"Hm pernah kek nya (berpikir) tapi boong," ucap Raka tertawa.


"Heleh gitu doang."


"Ih beneran loh," ucapnya memelas


Aku memijit dan mengusap-usap lengannya.


"Maaf ya, kalau aku nyubitnya terlalu kuat."


"Iya sayang gak apa kok," ucapnya mengelus kepalaku.


"Dari tadi kek, bilang gak apa, yaudah ayo pulang, udah sore," aku melihat jam di pergelangan tangan, menunjukkan jam 02:20pm.


"Katanya mau tidur?" ucap Raka sambil melajukan mobil.


"Sedikit ngantuk sih, cuma kasian kamu gak punya temen ngobrol."

__ADS_1


"Gak apa kok, kalau udah sampai nanti aku bangunin."


"Beneran?"


"Iya sayang"


"Oke"


Aku menyender dan membenarkan posisi kursi agar nyaman tidurnya.


"Aku tidur loh ya," Aku kembali melirik Raka sebelum tidur.


Raka tertawa, "Iya queen, tidur aja gak apa."


Aku memiringkan kepalaku, dan memejamkan mata.


Raka melihatku terlelap dan ia mengelus kepalaku.


"Tidurnya pulas juga, padahal baru aja merem, ngantuk banget berarti."


"Kasian banget sih queen nya Raka, pasti kecapean ya, dari kampus jalan terus, sampai ikut aku ke barbershop dan apa mungkin karena kekenyangan?" ucap Raka berpikir.


Sambil menyetir, lalu kembali fokus kedepan, dengan sesekali melirikku dan mengusap kepala ku.


Sangat kenyang, makanan Raka yang aku habisin dan lagi makanan yang tadi di tukar separuhan bagi dua haha.


Emang dasar nya aku juga makan banyak, yah gak sampai kek makannya kuli sih. Tapi kalau udah kekenyangan ngantuk.


Tapi Alhamdulillah nya gak gemuk gitu aja dan gak buncit.


Jangan lupa like vote komen


Just call me chinggu (teman) oke 😉


Annyeong 🤗


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2