Di Jodohkan Namun Tak Berjodoh

Di Jodohkan Namun Tak Berjodoh
Jaga Vina


__ADS_3

"Belum dek, mama sama tante Dira nungguin nih," jawab mama ria.


"Mama sama tante Dira pulang aja, gak apa! Raka aja yang jaga disini," balas Raka menyuruh mama dan tante ria pulang.


"Tapi nak, kalau Vina sadar terus gak ada tante gimana?" ucap mama.


Raka tersenyum tipis, "Raka bisa jagain Vina, tante. Jadi, mama sama tante Dira pulang aja gak apa," jawab Raka.


Tante ria menoleh ke mama, "percaya sama anak saya buk, pasti aman! dia gak akan macem-macem," tante ria meyakinkan mama bahwa Raka bisa menjaga ku.


Akhirnya mama menyetujui nya, dan ikut pulang bareng tante ria.


Raka dengan langkah pelan, masuk ke ruangan tempat ku di rawat.


Dengan pelan Raka duduk, di sebelah brankar yang aku tempati.


Memegang tangan ku, "Vina, apa kamu bisa membuka hati kamu buat aku?" tanyanya sambil memandangi ku.


Aku sedikit tersadar, menggerakkan jari tangan ku, dan membuka mataku pelan.


"Vina," ucapnya.


Aku menatap Raka lemah.


"Ra-ka," ucapku.


Lalu mencoba membuka oksigen dari wajah ku, dibantu oleh Raka.


Aku mencoba untuk duduk. "Gak usah Vin, kamu mau ngapain? biar aku yang bantuin," ucap Raka.


"Vina haus ka," jawabku.


Raka langsung berdiri dari duduknya, mengambilkan minum.


Membantu ku untuk duduk, dan meminumkannya pelan.


"Raka, kenapa kamu yang disini?" tanya ku kembali berbaring.


"Aku yang menyuruh mereka pulang Vin, biar aku malam ini yang jaga kamu disini," jawabnya.


"Tapi gak apa kok kalau kamu mau pulang, besok kan kamu ke kampus," ucapku.

__ADS_1


Kasian kalau Raka nungguin aku di rumah sakit, tidak enak juga jika butuh sesuatu.


"Terus, kalau kamu butuh apa-apa gimana? gak ada orang disini, perawat disini juga gak bakal stay di ruang ini," jawab Raka.


"Tapi ka-


"Udah kamu istirahat lagi, biar aku yang jagain kamu disini! kalau kamu cepat sembuh, aku ajak makan di luar," ucapnya memotong ucapan ku.


'W**hat seorang Raka ngajak gue makan? mimpi nih gue' batinku.


"Vina," Raka menyadarkan ku.


"Hah? apa?" tanya ku.


"Kelamaan dirumah sakit kayak nya, kamu harus banyak istirahat deh. Ayo, cepat tidur lagi," ujarnya menyuruh agar aku tidur lagi.


"Vina gak ngantuk ka." Karena aku terasa baru bangun tidur.


"Terus mau ngapain?" tanya nya.


Aku berpikir sejenak.


"Vin, kamu kan lagi sakit,mau kalau ke taman makin parah sakitnya," jawabnya.


"Kamu doain aku, biar sakit parah?" tanya ku pada Raka.


"Iya gak gitu vin, maksud aku kan-


Aku memejamkan mataku. "Vin, besok aja gimana? kita ke taman nya," Raka membujuk ku.


Kalau di pikir-pikir, kenapa aku bersikap seolah-olah deket banget sama Raka. Padahal, ucapan dia sering menyakiti perasaan ku.


Aku membuka mataku lagi, "bener besok ya!"


"Iya, besok. Tapi tanya dokter dulu, boleh apa gak keluar," ucapnya.


Aku memanyunkan bibir ku.


"Yaudah deh aku tidur lagi, biar cepat sembuh."


"Yaudah tidur ya, apa perlu aku bacain dongeng," tawarnya.

__ADS_1


Aku yang baru memejamkan mata, kembali membukanya.


"Gak perlu, kamu juga tidur di sofa sana."


Aku menyuruh Raka agar lebih nyaman untuk tidur, biar gak sakit saat terbangun nanti badannya.


"Aku tidur gini aja Vin, gak apa kok. Gimana kalau malam-malam kamu mau sesuatu, aku gak denger," Raka menolak tidur di sofa.


"Tapi, badan kamu nanti sakit."


"Sakit mah udah biasa aku rasain," jawabnya.


"Hah? sakit apa?" tanya ku.


Raka terkekeh, "gak apa vin, haha bercanda aja."


"Yaudah tidur nya bareng."


"Aku masih mau lihat chat room temen kampus." Raka membuat alasan, agar aku tidur lebih dulu.


"Baiklah, Vina duluan aja, udah ngantuk lagi," ucapku sambil menguap.


Raka mengangguk, membantu menaikkan selimut ku sampai dada.


Karena aku mengantuk, jadi tak butuh waktu lama untuk tertidur pulas.


Raka menatapku yang tertidur pulas, ia menyunggingkan senyumnya.


"Aku akan selalu jagain kamu vin, tapi gak tau sampai kapan," ucap Raka sendu.


Sebenarnya ia tidak ada chat dengan siapapun, itu hanya alasan Raka! agar bisa melihat ku, sebelum ia ikut tertidur.


Semakin larut, mata Raka juga tak mampu di tunjang. Hingga akhirnya juga tertidur di kursi, di samping brankar ku.


.


.


.


Bersambung 💃💃💃

__ADS_1


__ADS_2