Di Jodohkan Namun Tak Berjodoh

Di Jodohkan Namun Tak Berjodoh
Cold allergy


__ADS_3

"Kak, aku lagi pengen mandi air dingin." Vina saat ini merayu Adit agar dirinya di bolehkan mandi dengan air dingin.


"Aku tetap gak akan izinin kamu mandi air dingin, nanti kamu gatel-gatel."


"Sekali aja kak, please!!!" Vina memohon.


"Tapi kamu alergi air dingin, aku yang akan siapkan air hangat nya."


"Aku mau tidur peluk kak Adit, tapi sekarang aku mau mandi harus air dingin. Aku mohon kak!"


Adit menghela nafas nya berat mendengar istri nya memohon. "Boleh." Vina tersenyum mendengar nya.


"Tapi jangan lama-lama, kalau gak sanggup langsung keluar. Okay?"


"Okay, makasih kak Adit sayang."


Cup


Vina mengecup pipi Adit singkat, dan langsung berlari ke dalam kamar mandi. Adit memegang pipi yang baru saja di cium Vina, baru kali ini Vina berinisiatif mencium nya. Adit mengecek email pekerjaan nya masuk sambil menunggu Vina selesai mandi.


Cklek pintu terbuka, tanda nya Vina sudah selesai dengan mandinya. Adit yang sedang mengecek pekerjaan nya, langsung menoleh dan menghampiri nya.


"Kak Adit, badan aku gatel semua kak." Di lihat nya oleh Adit, Vina yang hanya memakai handuk sepaha memperlihatkan beberapa bagian tubuh yang nampak ke merahan.


"Ya ampun, sayang. Tadi udah aku bilang jangan mandi air dingin, tapi kamu masih tetap melakukan nya."


"Kak Adit ngomel nya nanti dulu yah, tolong ambilin salep sama bedak alergi yang biasa aku pakai dong di lemari."


Adit buru-buru mengambil yang di katakan Vina, ia berlari dan cepat mengoleskan nya di betis dan paha sekaligus lengan Vina.


"Kalau aku bilang gak boleh pokok nya gak boleh, kamu harus sayang sama badan kamu ini."

__ADS_1


"Iya kak, maaf." Vina sambil menggaruk lengan nya.


"Jangan digaruk, nanti iritasi."


"Gatel kak, aku gak kuat."


"Sabar ya, udah jangan nangis." Adit terus mengolesi salep nya dan menaburi nya dengan bedak alergi.


"Sudah lebih baik?" Tanya Adit membuat Vina mengangguk.


Adit menuju lemari mengambil pakaian Vina dan tak lupa pakaian dalamnya juga, agar istri nya itu tidak kedinginan.


"Sini sayang," ucap Adit mengambil tangan Vina, untuk memasangkan dalaman kacamata.


"Aku aja kak, aku bisa pakai sendiri." Vina mengambil nya dari tangan Adit, namun Adit menahan nya.


"Kamu diam saja dengan tenang, biar aku yang pasangkan."


"Kak Adit gak ngerti, aku malu kak."


"Kak Adit tutup mata," ucap Vina menghentikan tangan Adit.


"Sayang, diam! kamu hanya perlu duduk dengan tenang." Adit memasangkan semua pakaian Vina, setelahnya ia juga menyisir rambut Vina yang hanya sebahu.


"Oke, selesai." Adit menatap Vina yang sudah selesai, ia berjongkok di depan Vina.


Adit memeluk pinggang Vina, dielusnya punggung Adit oleh Vina.


"Terima kasih kak, sudah mau menyayangi aku seperti ini."


"Aku yang harusnya berterima kasih sayang, karena kamu sudah mau menerima laki-laki yang seperti ini."

__ADS_1


"Kalau begitu, apakah kita sama-sama beruntung?" Tanya Vina yang membuat Adit langsung mendongak menatap Vina.


"Akulah yang paling beruntung."


"Apa aku kurang beruntung bisa memiliki suami sebaik dan seperhatian kak Adit?"


Adit tersenyum mendengar Vina memujinya, ia kembali memeluk Vina saking salting nya.


...******...


Uwekkk uwekkk....


"Kak Adit kenapa?" Tanya Vina melihat suaminya muntah saat makan malam.


"Aku gak tahu, tapi makanan yang kamu masak ada yang gak aku suka."


"Hah? Bukannya biasanya gak apa? Kak Adit ke kamar aja ya, aku masakin yang baru."


brukk


Adit malah memeluk Vina, ia menahan Vina agar tidak kembali ke dapur.


"Sayang, kita ke kamar aja yuk. Aku cuma mau dekat selalu sama kamu."


"Kak Adit, aku harus beresin makanan di meja. Sekalian masak baru buat kak Adit."


"Tidak perlu sayang, mungkin aku hanya kelelahan. Kamu juga pasti sangat lelah, biar bibi saja yang memasakkan makanan."


"Tapi kak-


"Sayang, ayolah! Aku mau manja-manja sama kamu, ayo!" Adit begitu memaksa agar Vina menemani nya ke kamar, tidak ada pilihan lain selain mengikuti kemauan suami manja nya yang sedang tidak enak badan.

__ADS_1


Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love.


See you...


__ADS_2