
Keadaan Vina masih sama, dengan tubuh yang terbaring lemah di ranjang rumah sakit. Ditemani papa dan mamanya beserta adiknya.
Adit selalu menyempatkan dirinya menjenguk Vina ke rumah sakit, ia berharap Vina bisa kembali sembuh dan bisa melihat senyum nya lagi.
"Om, tante. Adit gak apa kan jaga Cahaya disini?" tanya Adit menatap takut kedua orang tua Vina.
Mama Dira melirik suaminya, ia tersenyum dengan pertanyaan Adit. Karena sejak mama Dira tahu, Vina berpacaran dengan Adit apalagi berbeda keyakinan, mama Dira tidak suka dengan Adit.
"Tante dan om akan pulang, ila dirumah sendirian. Tante titip Vina yah?"
"Adit akan jaga Cahaya disini tante, kalau ada apa-apa pasti langsung Adit kabari."
"Tapi om kasihan dengan kamu dit, harusnya kamu sepulang kuliah istirahat. Apalagi sekarang kamu harus sambil bekerja di kantor papa kamu." Ucap papa Gilang.
"Om tenang aja, capek Adit hilang jika di dekat Cahaya." Jawabnya tersenyum.
"Baiklah, om dan tante tinggal ya, nanti kita kembali lagi kesini."
Adit mengangguk tersenyum, "Iya om."
Mama Dira dan papa Gilang keluar dari ruang rawat inap, mereka akan pulang kerumah karena ila sendirian.
"Cahaya, tolong aku mohon! jangan pernah pergi tinggalin aku disini. Aku berjanji tidak akan pernah menyakiti kamu, aku mohon! sadarlah." Adit memegangi tangan cahaya sambil mengelus nya.
...******...
"Assalamu'alaikum," salam nya dari luar. Membuat orang yang berada di dalam ruang rawat Vina menoleh.
"Wa'alaikum salam."
Papa Gilang dan mama Dira terkejut dengan orang yang baru saja datang.
__ADS_1
"Abang," ucap mama Dira.
"Papa," ucap ila melihat siapa yang datang.
Papa Gilang menunduk saat tahu siapa yang datang.
"Kenapa kalian tidak memberi tahu saya, saya ini masih papanya Vina." Papa David datang bersama Reno dan tim penyakit.
Ali, Dani, dan Evan. Sepupu Vina yang diberi julukan tim penyakit, menatap sendu sepupu nya yang sedang terbaring lemah di ranjang rumah sakit.
"Maafkan kami bang, bukan maksud kami tidak ingin memberi tahu keadaan Vina. Tapi memang Vina tidak mau jika abang tahu."
"Vina, bangun nak! papa datang."
Adit sedari tadi hanya diam, karena ia sudah tahu tentang keluarga Vina.
"Saya izin membawa Vina ke luar negeri bang, ini demi keselamatan Vina."
Semua orang terkejut dengan perkataan papa Gilang, hanya mama Dira yang tidak terkejut, karena sudah berdiskusi sebelumnya.
"Adit, maafkan om dan tante. Semua ini demi keselamatan Vina, satu-satunya jalan karena saat ini Vina tidak sadarkan diri. Kita tidak perlu meminta persetujuan nya untuk berobat."
"Adit akan ikut ke luar negeri," ucap Adit serius.
"Om tidak akan mengizinkan, kamu disini punya tanggung jawab di kantor papa kamu."
"Tapi, Adit bisa bekerja dari jauh om."
"Setelah Vina sembuh, om akan bawa Vina bertemu kamu."
"Saya yang akan menanggung semuanya, biar kamu aja yang mengurusnya. Saya hanya akan berdoa dari sini."
__ADS_1
"Tapi bang, saya juga orang tua Vina." Semuanya hanya melihat perdebatan papa Gilang dan papa David.
"Saya mohon! Anda memang juga orang tua Vina. Tapi ini membuat saya akan lebih berguna menjadi orang tuanya, yang tidak mengurus nya sejak dia kecil."
"Papa," ila mendekati papa David lalu memeluknya.
"Maafkan papa." Membalas pelukan ila.
Papa Gilang melirik mama Dira yang juga sedang menatapnya, ia mengangguk.
"Baiklah bang, besok pagi-pagi sekali saya sudah menyiapkan nya untuk keberangkatan kami ke luar negeri."
"Om" Adit memelas, ia sangat ingin menemani Vina.
"Kamu nanti bisa mengunjunginya nya dit." Adit kembali berwajah lesu.
"Namun, kami meninggalkan ila disini, karena dia masih sekolah. Om ingin kamu menjaga ila sebelum kami kembali."
"Saya juga akan sering menginap menemani ila," ucap papa David.
"Papa, kenapa suruh jaga ila segala, ila sudah besar."
"Hanya badan kamu yang seperti orang dewasa, tapi kamu tetap masih anak-anak la."
"Memang masih anak-anak," sambung mama.
"Sudah SMA kelas XI masih saja di bilang anak-anak," gerutu ila mengerucutkan bibirnya.
Mereka semua tersenyum menatap ila yang cemberut. Adit hanya menatap wajah Vina, yang mungkin akan lama tidak ia lihat.
"Cahaya, kamu akan selalu aku rindukan, cepatlah sembuh agar cepat kembali."
__ADS_1
"Aku mencintaimu, seseorang yang selalu mengisi hari-hari ku."
Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love.