Di Jodohkan Namun Tak Berjodoh

Di Jodohkan Namun Tak Berjodoh
Pantai


__ADS_3

Di perjalanan menuju ke pantai, aku dan Raka di dalam mobil hanya saling melirik.


"Raka."


"Hm."


"Kenapa gak bilang dulu sama aku, kalau kamu mau ajak aku ke pantai?" ucap ku.


"Emang kenapa kalau gak bilang dulu?"


"Iya gak apa sih."


Lalu tidak ada lagi balasan dari Raka. Aku mengantuk, jadi selama di jalan aku tertidur.


"Maafin aku semalam ya, udah nakut-nakutin kamu," ucapnya mengelus pipiku sambil fokus menyetir mobil, Raka sesekali melirik ke arah ku yang sedang tidur.


Masih pagi aku tidur lagi di jalan, sampai gak lihat view di jalan.


Mobil Raka sampai di dekat pantai. "Vina, kita udah sampai," ucapnya menggoyangkan lengan ku.


Aku menggeliat dan menoleh ke arah Raka, dan mata kita bertemu.


"Udah sampai, ayo turun!" ucap Raka.


Aku melihat sekeliling memang sudah sampai. Aku dengan cepat membuka sitbelt dan turun, berlari menuju pantai.


Orang mau bilang norak juga ya terserah.


"Vina," ucap Raka juga ikut berlari.


huh huh


"Vina capek," ucapku ngos-ngosan.


"Yang nyuruh lari-lari siapa?"


"Gak ada, mau sendiri," jawabku.


"Vin, tolong dong mata aku kelilipan," ucap Raka mengucek matanya.


"Duduk dulu sini jangan di kucek, kek baju aja," ucapku.


"Yang mana?"


"Ini Vin," Raka menunjuk mata sebelah kiri.


Aku memegang kedua pipi Raka dengan kedua tangan ku.


__ADS_1


Aku tertawa, saat ingat aku menggunakan masker, tapi meniup mata Raka.


"Hehe Vina lupa kalau lagi pakai masker," ucapku tertawa


"Kamu ada-ada saja Vin."


Aku meniup mata Raka pelan, "Gimana udah gak sakit?" tanyaku.


"Udah, makasih ya Vin," ucapnya mengelus kepala ku.


"Raka, sini dulu pakai sunblock, nanti kulit kamu gosong," ucapku mengambil sunblock dari dalam tas selempang ku.


Memakai kan nya pada Raka, memoleskan dari jari tangan sampai lengannya.


"Ayo ke situ, aku mau main air," ucapku menunjuk tepian pantai.


"Jangan lari tapi Vin, nanti kamu jatuh."


"Siap bos," aku memberikan hormat pada Raka.


Raka terkekeh melihat ku.


"Vina, sini aku gendong belakang, sambil main air nya." aku naik dan Raka berlari.


'Tuhan kuatkan aku, agar terus bersama Vina.' batin Raka


'makasih tuhan, kau telah mempertemukan ku dengan Raka' batinku


"Mau gak?"


"Iya Vina haus," ucap ku.


"Kamu mau makan apa?" tanya Raka.


"Vina mau minum aja dulu," jawabku.


"Yaudah duduk dulu, aku pesan ya," Raka memesan air kelapa muda 2.


Selesai memesan minum, Raka kembali duduk di samping ku.


"Masih mau main air lagi?" tanyanya.


"Mau sih, tapi masih capek," jawabku.


"Duduk dulu, minum, nanti baru main lagi ya, biar gak kecapean." Raka membuka topi ku dan lagi-lagi mengelus kepala.


Rasa ingin berteriak, "AKU SUKA" hahahha.


Aku dan Raka melihat pemandangan pantai yang tenang, sejuk.

__ADS_1


"Vina," ucapnya memegang tangan ku.


"Hm" jawabku sambil minum.


"Aku seneng banget bisa kesini sama kamu," ucapnya.


"Iya makasih ya, kamu udah bawa Vina ke pantai ini, Vina maunya nanti kita pulang setelah lihat senja," balasku menatap Raka.


"Iya terserah kamu aja, yang penting kamu seneng," ucapnya.


Raka kalau gak ngelus kepala, tangan atau cubit pipi dan hidung.


"Aku tuh gemes banget sama kamu vin," ucapnya.


"Kenapa gemes?" tanyaku.


"Yah gemes aja menurut aku, pengen aja nyubit pipi kamu sama elus kepala kamu, kamu gak suka?" tanyanya.


"Vina suka kok," jawabku tersenyum.


"Tuh kan gemeshhh," balasnya mencubit kedua pipi ku.


"Raka, sakit tau," ucapku memanyunkan bibir.


"Uluulu sayang maaf yah." aku langsung menatap Raka.


'sayang?'


"Kenapa sayang lihatnya gitu banget, kan aku sayang sama kamu."


Aku hanya tersenyum dan tersenyum.


Di hati sih berbunga-bunga, pengen nya juga salto sama kayang terus split.


Hehe gak gitu juga Maimunah.


Ape lu Jubaidah


Markonah


Udah jangan lupa like vote komen


Just call me chinggu oke 😉


Panggil teman aja jangan thor


annyeong 🤗


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2