Di Jodohkan Namun Tak Berjodoh

Di Jodohkan Namun Tak Berjodoh
Pingsan


__ADS_3

Seperti hari-hari sebelumnya, Adit selalu rapi jika akan menemui Vina di rumahnya. Setelah selesai kuliah ia pulang, lalu bersiap ke rumah Vina, itu yang ia lakukan jika tidak melihat Vina ke kampus.


"Sudah rapi gini, mama tau kamu mau kemana."


"Mau kemana ma?" tanya suaminya.


"Biasa pa, ke rumah mantan."


Papa Adit mengernyit heran, bisa-bisanya anaknya masih dekat dengan seseorang yang sudah jadi mantan.


"Kamu mau CLBK?" tanya papa.


Adit hanya tersenyum, "kalau dia mau sih, Adit gak nolak pa."


"Lah, terus kenapa masih di dekati?"


"Papa ketinggalan banget nih. Adit berangkat dulu ya ma, pa," Adit berlalu pergi meninggalkan orang tua nya.


"Anak itu, orang tua belum selesai bicara main pergi aja."


"Lagian, papa kepo banget sama urusan anak muda."


"Kepo sih gak juga ma. Tapi masa iya, mama aja yang tau papanya gak."


Mama Tia lalu menceritakan bagaimana kisah cinta sang anak dengan mantannya. Mereka putus saat tau karena perbedaan keyakinan.


Sampai Vina di jodohkan, yang membuat Adit menjadi stress saat itu. Adit menerima keputusan Vina saat dirinya tahu, bahwa Raka begitu mencintai Vina, begitupun dengan Vina yang begitu mencintai Raka.


Sampai pada akhirnya, Raka meninggalkan Vina untuk selama-lamanya. Vina yang menjadi pemurung, hanya mau keluar jika Adit yang menemuinya.


Walaupun tetap menahan rasa sakit di hatinya, karena gadisnya tidak mau kembali dengannya. Namun, Adit rela asalkan Vina bahagia.


"Begitu pa. Adit sangat mencintai Cahaya, walaupun dia lelah dengan kegiatan nya, jika Cahaya yang menelepon di ajak untuk jalan-jalan, dia tetap berangkat."

__ADS_1


"Papa juga gak tahu jawab nya, kalau ceritanya seperti itu ma. Papa kasihan sama mereka berdua," Papa Adit sangat sedih dengan cerita Adit dan Vina.


Mama Tia juga turut sedih, mengangguk setuju dengan perkataan suaminya.


...******...


"Sore ila," sapa Adit saat melihat ila di luar.


"Sore kak."


"Kakak kamu ada?"


"Ada kak, masuk aja."


"Gak enak dong kakak masuk sendiri, orang rumah nya masih di luar."


"Biasanya juga gak apa sih kak, chat aja kak Vina suruh keluar."


"Lagi masak kak," jawab ila kesal.


Adit tertawa melihat ila yang kesal dengan pertanyaannya.


Adit mengacak rambut pirang nya, memang ila hanya ke sekolah yang mengenakan hijab. Jika di luar sekolah, ila tidak memakai hijab.


Adit duduk di hadapan ila yang cemberut, ia melihat wajah cantik ila yang tidak mirip itu dengan kakaknya. Sama-sama cantik, namun tidak seperti kakak beradik. Vina yang mempunyai wajah sangat lokal, sedangkan ila sedikit ke bule-bule an kampung.


Becanda dek hahahha.


"Vina....," teriak mama dari dalam rumah nya, membuat ila dan Adit saling pandang.


"Ada apa kak?"


"Kakak gak tahu, ayo kita lihat!" Mereka masuk ke dalam rumah untuk melihat apa yang terjadi, hingga membuat mama Dira teriak.

__ADS_1


"Ada apa pa?" tanya ila pada papanya yang akan keluar, belum melihat Vina yang masih terhalang mama Dira.


"Adit, syukur ada kamu. Tolong bantu om! Vina pingsan."


Adit terkejut ketika mendengar Vina tidak sadarkan diri, ia buru-buru mengikuti papa Gilang mendekati Vina yang berada di pangkuan mama Dira.


"Adit, bisa mengangkat Vina sendiri om." Adit mengangkat Vina, sedangkan papa Gilang langsung menyiapkan mobil untuk segera membawa Vina ke rumah sakit.


"Ila, kamu jaga rumah aja, nanti baru menyusul." Ila mengangguk melihat kakaknya yang pucat dengan darah yang mengalir dari hidungnya.


Rumah sakit.


"Tolong dok, anak saya pingsan," ucap papa Gilang yang membawa Vina dengan Adit.


Mama Dira sedari tadi hanya menangis, sebagai seorang ibu ia begitu khawatir dengan keadaan anaknya saat ini.


Setelah Vina di tangani oleh dokter, mereka menunggu di luar. Papa Gilang menenangkan mama Dira yang sedang menangis, berbeda dengan Adit yang sedari mondar-mandir.


"Bagaimana keadaan Vina? pak, buk."


Mereka melihat beberapa orang yang baru saja datang, menanyakan keadaan Vina.


"Vina masih di tangani dokter di dalam, kami belum tahu keadaan nya. Bagaimana ibu sekeluarga bisa tahu, Vina di rumah sakit?" tanya papa Gilang yang bingung dengan kedatangan keluarga Raka, padahal ia belum mengabari mereka.


"Kami tahu dari ila, tadi dia mengabari kami bahwa Vina pingsan dan di bawa ke rumah sakit."


"Permisi," ucap seseorang membuat mereka semua kembali menoleh.


Mereka bingung dengan dua orang yang baru saja datang, siapa orang itu?


Othor juga bingung, siapakah mereka?


Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love.

__ADS_1


__ADS_2