Di Jodohkan Namun Tak Berjodoh

Di Jodohkan Namun Tak Berjodoh
Ke UKS


__ADS_3

"CAHAYA..." teriak nya melihat wanita yang dicintainya terbaring di brankar UKS.


"Kak Adit," ucap Naya dan Nina melihat Adit dan Hendri yang masuk.


"Maafin aku nay, nin, aku bawa Adit kesini," ucap kak Hendri.


Adit mendekati Vina yang terbaring pucat.


"Tapi gimana kalau Vina tau, kak Hendri ngasi tau kak Adit?"


"Ya bilang aja datang sendiri," jawab Hendri.


Aku mulai membuka mataku pelan, yang kulihat orang pertama adalah kak Adit.


"K-kak Adit," ucapku lemah sambil membenarkan posisi untuk duduk.


"Kamu masih lemah sayang, kamu tiduran aja," ucapnya padaku perhatian.


Aku melihat ke arah kak Hendri, yang juga menatapku.


"Naya, Nina, aku tunggu diluar ya!" ucap kak Hendri.


Aku menatap kepergian nya.


"Ke-kenapa kak Adit kesini, siapa yang bilang aku sakit?" tanya ku sembari menatap teman-teman.


"Aku kesini karena Hendri memberi tahuku, kamu jangan marah sama mereka."


"Cahaya, kamu makan ya, kamu jangan mikir macem-macem, aku akan selalu di dekat kamu."

__ADS_1


"Keluar dari sini kak," Aku tak sanggup jika terus berada di dekatnya.


"Cahaya, tolong beri aku kesempatan," pinta kak Adit kembali memohon.


"Naya Nina, suruh dia keluar," ucapku membelakangi kak Adit.


"Cahaya, aku mohon berhenti bersikap seperti ini, kamu nyakitin aku."


"Vina mohon kak."


"tapi-"


Aku menahan suara tangis ku, walaupun air mata sudah mengalir deras.


"Kak Adit, kita mohon keluar lah." Nina dan Naya memohon pada Adit agar keluar.


"Aku sayang sama kamu cahaya! jangan lupa makan. Naya, Nina, tolong jaga cahaya, aku pergi dulu permisi." Kak Adit pergi dari ruangan dengan mata berkaca-kaca


Naya dan Nina mendekati Vina yang masih tidur membelakangi.


"Vin makan ya, kamu belum makan apa-apa," ucap Naya.


"Iya, dikit juga gak apa vin," timpal Nina.


Aku mengangguk, "dikit aja yah, hiks."


Naya dan Nina menyuapiku, tak lama kak Hendri kembali.


"Vina," panggil kak Hendri aku menoleh ke arah pintu.

__ADS_1


"Apa, kamu ada masalah dengan Adit?" tanya nya kembali membuat ku gamon.


"Kenapa kak?" tanyaku.


"Heran aja aku sama Adit, kemaren-kemaren itu dia diam aja, dari kamar nya juga gak mau keluar. Tapi tadi pas denger kamu sakit, dia langsung berlari untuk melihat keadaan kamu." Kak Hendri menceritakan kak Adit di rumahnya selalu berdiam diri.


"Vina mau sendiri sekarang, kalian keluar lah dari sini hiks." kembali mengingat kak Adit.


"Tapi vin-"


"Vina mohon hiks." Aku hanya ingin sendiri di UKS.


"Baiklah."


Kak Hendri, Naya dan Nina keluar dari UKS. Menutup pintu dan pergi.


Aku menangis dan menangis, bukan penyesalan juga bukan kesalahan. Namun ini takdir yang mempertemukan aku dan kak Adit, yang tak dapat di persatukan.


Rasa marah dan kecewa bercampur. Kenapa ini terjadi padaku tuhan! mencintai yang beda keyakinan.


Namun aku merasa mencintai seseorang begitu berlebihan, hingga tak menyadari dibalik ini, mungkin Allah tengah mempersiapkan kejutan yang indah untukku.


"Ya Allah aku menunggu hari itu tiba, mungkin saat ini engkau belum mempertemukan kami, engkau yang maha pengasih lagi maha penyayang. Engkau maha membolak-balikkan hati manusia, mungkin belum saatnya hamba dipertemukan dengan orang yang bisa membimbing. Karena engkau tau saat ini hamba masih sangat muda." Aku menengadahkan tanganku.


.


.


.

__ADS_1


bersambung 💃💃💃


__ADS_2