
Lain tenpat lain situasi. Chun yang berada dihutan karena ditugaskan mencari kunci dan juga alat komunikasi pada tim itu harus berusaha kuat melewati jajaran penghalang. ia dibantu dua singa yang sangat membantunya.. andai Lingling tidak memberikannya penjaga sudah pasti ia sudah mati saat ini. ada banyak binatang yang jauh dari perkiraannya. Semuanya seperti dibuat sedemikian rupa untuk menjaga hutan ini. sungguh mengerikan.
Ia menerisik jurang itu, dimana ia dan yang lain jatuh, dimana ia dna yang lain dikerjar b4b1 dan juga dirinya yang terkena jeratan. Kepalanya sakit mencari namun tak menemukannya juga selama tiga hari ditempat yang sama. hingga hari ini ia bisa melihat salah dibalik semak-semak itu Ia melihat sesuatu berwarna hitam..
“Yahh dapat..”Gumamnya disana dna mengambilnya penuh semangat mengobrak-abrik semak-semak itu.
Haha tersenyum puas dan melompat hingga lupa jika dirinya dipingir jurang. Ia memegang dadanya dna mengelusnya karena hampir jatuh. Ia kaget sungguh.” Astaga hampur saja.”Gumamnya melihat kebawah. Wajahnya sangat lucu karena sudah dua minggu tidak mandi. Ia sudah tidak nyaman dengan tubuhnya. Namun mengingat kata Lingling untuk berhati-hati diair tempoat hutan membuat ia betfikir dua kali jika ingin mandi. Katanya disini ada banyak sumber mata air atau kolam yang mengandung racun karena ingin membunuh orang yang tidak dikenal.
Laku ada yang bertanya , bagaimana jika hewan yang meminumnya? Hoho tenang saja, sebab insting hewan itu sangat kuat berbeda dengan manusia. Hewan bisa tau mana yang beracun mana yang tidak. Mangkanya hewan lebih tau mana yang mereka bisa makan dan mana yang tidak, mereka bahkan lebih tau buah mana yang paling manis dan mana yang masam. Jarang sekali ada buah yang sudah dimakan hewan itu terasa asam atau tak enak bukan? Karena memang insting hewan sangat peka terhadap lingkungan. Jadi hanya membedakan air yang beracun dan air yang tidak saja mereka lebih tau.
“Ternyata ada tikus kecil disini..” Itu membuat tubuh Chun tegang disana lalu menatap asal suara. Ternyata disana, didekat pohon besar sudah ada wanita yang mengenakan baju yang sangat ngepras hingga membentuk bentuk dan lekuk tubuhnya. mata yang tajam menatapnya. Wajahnya? Hmm lebih ke seksi dan juga menggoda apalagi dibagian bibirnya..
Grace disana menatapnya tajam, ia sudah melihat Chen dari CCTYV membuat ia memburuinya. Dan ia melihat Chun yang menatapnya didepannya sekarang. ia berjalan mendekat dan Chun yang mundur. Grace disana menatapnya tajam dan mengulurkan pistiol membuat Chun terdiam.
Gram.... dua singa penjaganya segera maju dan melindungi Chen membuat Grace tertegun.
Graumm....
__ADS_1
Dua singa itu menerkam Grace membuat Grace berdiri diam itu segera memberontak dan mengihindar dari serangan. Ia manusia jadi bagaimanapun tidak akan bisa mengalahkan si raja hutan ini..!!! ia hanya mampu menghindar dan pistol. Ia tak boleh membunuh..
Tak.. belum sampai mengangkat pistol singa itu sudah menendang tangannya hingga pistol itu terhempas dengan dirinya yang melawan. Ia dicakar dan juga dihantam oleh dua singa. Jiwanya sangat takut saat ini. ia akan mati karena dimakan singa. Itu sungguh bukan lelucon bukan?
Chun yang melihatnya menelan ludah.”Berhenti kalian.. jangan membunuhnya.”Ujarnya membuat kedua singa itu berhenti mengonyak tubuh Grace. Disana Grace meringis memegang luka disekujur tubuhnya. sangat sakit. Bahkan bajunya sudah terkoyak sana sini bercampur darah. “Kenapa tidak dari tadi, apa nunggu sekarat dulu.”Gerutu Grace disana pelan.
Chun disana segera mendekat dan juga menatap Grace dengan tatapan datar. Ia membantunya untuk bersandar dipohon itu, nafas Grace Nampak naik turun. Kulit wajahbnya terkena cakaran membuat Chun disana meringis pahit. Sungguh saat ini grace mengenaskan.
“Kau tiodak apa?”Tanya Chun pelan.
“Apa kau buta? Atau tak punya kata-kata lain yang bisa digunakan untuk berbasa-basi?”Tanya Grace melotot dan berteriak diwajah Chun. Chun menatapnya datar dan juga tak berekpresi membuat Grace disana mengutuk Chun. Sungguh pria ini adik Andes..!!!
Chun tetap datar menatapnya.” Diam lah..” Ujarnya lalu mengeluarkan obat dipinggangnya lagi. itu dari Lingling membuat ia tak rela untuk memberikan pada Grace. Tapi ada misi yang harus ia capai membuat ia sadar jika ia harus menarik perhatian Grace. Ia yakin Grace salah satu dari ageng gelap yang ia incar.” Ini aku hanya akan mengobati lukamu. Kau akan terinfeksi jika tidak diobati.”Ujarnya doisana malas.
Grace diam melihatnya. Chen mulai kembali membasahi luka grace dan sesekali Grace meringis. Ia menatao kebelakang lelaki dihadapannya ngeri. Disana ada singa yang siap siaga menerkamnya. Apalagi itu sepasang. Ia bergidik ngeri bagaimn bisa lelaki itu mampu menaklukkan nya..
“Sudah.”Grace tersadar dari lamunanya mendapatkan lukanya yang diwajah dan dilengannya yang sudah dibaluri dengan obat. Grace diam menatap Chun yang memberikan obat dihadapannya.”Itu bagian dadamu terkena luka. Kau bisa menaruhnya sendiri.”chun berpaling dengan wajah merah karena merasa ia bicara sangat frontal.
__ADS_1
Grace disana menatap dadanya. Dan benar. Bahkan bajunya sudah sangat tak layak. Kulit putihnya, dada sintalnya Nampak disana membuat ia mengumpat daam hati. Ia malu membuat ia disana menatap Chun.”Kau tak mau memberikan bajumu untukku?”Tanyanya disana dengan sinis. Ingin minta tapi harga dirinya jauh lebih tinggi.
Chen disana menggeleng.”Ini baju dari kekasihku, dan sudah dua minggu tak ku cuci. Terdapat banyak bakteri dan sudah tak sedap lagi bauhnya.”Ujarnya jujur. Ini memang dari Eliza tunangannya membuat ia sangat menjaganya. Entah kenapa ia sudah menyayangi perempuan itu yang menjaga dan membiarkan dirinya terluka, menjaganya dan memberikan dirinya yang terbaik seperti singa-singa ini. sungguh hatinya tersentil karena selama ini ia selalu menyakiti gadis itu tetapi gadis itu malah selalu melindunginya. Apakah terbalik sekali apa yang mereka lakukan?
Grace terdiam mendengarnya. Ia mengerkab dan juga meliriknya dalam diam. Siapakah gadis yang memenangkan hati lelaki dihadapannya ini? pakah sangat cantik hingga baju saja sampai tidak dicuci selama dua minggu hanya karena itu pemberian dari kekasihnya? Hahqha grace tidak tau saja jika itu baju satu-satunya Chun. Jadi jika ia cuci ia mengenakan apa? Apa ia harus tel4njang selama seharian penuh menungguh baju itu kering?
“Kau dari mana? Kenapa berada dihutan ini? Hutan ini sangat berbahaya. Kau penyusup yah?”Tanyanya semebari menaruh obat dibagian dadanya. Malu namun ia tetap mengobatinya dihadapan lelaki itu. Nampak Chun mengalihkan pandangan menatap kedepan. Grace tertegun.
Apakah tubuhnya sangat jelek hingga pria dihadapannya ini tak mau melihat syurga lelaki? Atau karena ia sudah mempunyai kekasih?
Disisi lain Chun mengumpat pada perempuan murahan dihadapannya ini. bagaimana bisa ia melakukan tanpa beban? Ia lelaki normal..! ibaratkan kucing. Kucing mana yang tidak akan tergiur jika diberi ikan asin? Meski dalam kadaan kenyang sekalipun?
“Ak-aku mencari kekaishku dihutan ini karena dia dibuang oleh keluarganya. iya aku mencarinya.”Jawan Chen dengan pelan. Ia ingat ucapan linglng jika ia tertangkap. Jika ia tertangkap ia harus bilang ini supaya ia tidak dihabisi..!!!
Chun tidak tau apa yang akan ia hadapi didepannya jika tak menuruti apa yang ujar oleh Lingling, ia yakin Lingling punya maksud lain.
Grace terdiam menatap Chun. Cukup kaget” Siapa kekasihmu?” Tanyanya pelan.
__ADS_1
Chun disana melriiknya terdiam sebentar lalu berkata.”Lingling.."
Grace melotot menatapnya.. apakatanya tadi? “Kau G4y?!!” Teriaknya kaget...