Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)

Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)
Cemburu


__ADS_3

Setelah selesai bermain air Lingling dan Andes memilih mendarat lagi dan membakar hasil buruan Lingling., tadi Andes pun belajar bagaimana mendapatlan ikan, dan yah. Ia bisa, ia bahkan mendapatkan tuga ekor meski bukan ikan yang ukuranya besar tapi baginya itu sudah menjadi hal yang menabjubkan.


Hidupnya dipenuhi dengan kemewahan membuat ia tidak pernah turun tangan mencari hewan untuk dimakan begini, ia biasanya jika mau makan yah tinggal beli.


“ Dari mana kau belajar begini hm?”Tanya Andes menatap Lingling yang menghinduplakan api mengenakan batu dan juga mulai membakar ikan-ikan yang ada.


Lingling menatapnya dnegan tanda Tanya."Begini apanya? "


” Hmm menangkap ikan contohnya, itu menakjubkan.”Ujarnya Andes gugup. Wajah. Seorang Andes memuji lawannya...! Perlu diancungi jempol kawan..!


Lingling membulatkan bibirnya paham. “ Oh..”Gumamnya mengangguk paham.”Itu aku sudah terbiasa, aku memang suka berburu untuk makan.”Ujarnya Lingling jujur disana. Ia memang suka berburu ditengah malam untuk makan, ia juga suka berlomba dengan para kakaknya menunjukan siapa yang paling kuat dan paling cepat dalam menangkap ikan.


Namun Andes salah tanggap, ia pikir memang hidup Lingling sengsara hingga membuat ia dewasadan hidup berjuang keras untuk makan. Ia tersenyum miris disana dan mengangguk.”Kamu hebat.”Ujarnya disana dengan gumaman.


“Emang..”Ujar Lingling.


“Kau mendengarnya?”Tanya Andes kaget.


“Memang.”Jawan b lingling.


Andes tambah melotot. Padahal ia bergumam sangat pelan, bagaimana bisa Lingling mendengarnya. Ia mengerutu dibuatnya. Bagaimana bisa ia menjadi bodoh begini.


" Kau terlalu percaya diri.?!!" Ujarnya mengelak tak mau malu.


“Kau tau.”Ujar Lingling sembari membakar ikannya. Andes menatapnya. “Kadang hanya diri sendiri yang bisa memuji dan menguatkan diri kita. Jangan mengharapkan pujian orang lain jika diri kita tak mampu memuji diri kita. jadi kita harus kuat dengan diri kita maupun didepan orang lain.”Ujarnya tersenyum polos.


Andes menghela nafas dibuatnya. Lingling benar, ada banyak orang yang berharap akan pujian orang ain sampai lupa memuji diri nya sendiri. Orang yang haus pujian biasanya memiliki hati yang iri dan dengki. Dan ketika hati iri dan dengki kita akan lupa memuji diri kita bahkan jati diri kita sendiri. Kehilangan kesenangan dan kenyaman pada diri kita.”Ujarnya Lingling lagi.


Andes mengangguk saja dibuatnya. “Ngomong-ngomong ku lihat kau jarang sekali bicara dan tersenyum. Ada apa teman?”Tanya Lingling kepada Andes disisinya dan duduk menatapnya tersenyum.”Ayo tersenyum. Aku rindu tauk, soalnya senyum kamu manis sekali.”Ujarnya menarik pipi Andes keatas,

__ADS_1


Andes menatapnya dnegan tatapan Tanya. Hingga senyum Lingling menyipit membuat Andes disana tanpa disadari tersenyum."Hmm... "


”Yeeyy... aku suka.”Ujarnya Lingling bertepuk tangan dihadapan Andes. Andes menatap Lingling dengan senyumnya.”Jangan hilangin, aku suka.”Ujarnya Lingling dan kembali masak.


Sial Lingling membuat jantungnya tak berhenti berdegub kencang.


“Masak.. sekarang kamu harus pisahkan tulangnya untukku.”Ujar Lingling kepada Andes memberikan ikan dihadapan nya yang ada daun pisang yang cukup lebar. Andes mengerkab dan mendelik.


”Kenapa harus aku? Kau tidak bisakah?”Tanyanya disana dnegan heran. Hey dia itu orang yang ditakuti bagaimana bisa ia disuruh-suruh begini, dimana ia meletak harga dirinya nanti jika teman-temanya tau..!


Lingling menatapnya dengan mata cutenya. “ Aku tak bisa. mangkanya aku suruh kamu. Kau mau kamu yang bantu aku.”Ujarnya memainkan tanganya sendiri.


“Kok tidak bisa?”Tanya Andes heran.


Lingling mengangguk.”Kan banyak tulangnya. Tapi jika kau tak mau tak apa, paling aku sedikit ketulangan.” Ujar Lingling mengambil ikan yang ditanganya.


Danbl hap—


Lingling malah menatap Andes yang memisahkan tulangnya dan dagingnya dan menyuapinya. Lingling tersenyum memakan ikannya.


”Kau tau, aku sedari kecil tak bisa makan yang bertulang. Kan aku sukanya makan roti keras dan juga kaldu.”Ujar LIngling berbohong. Jika ia bilang ia selalu makan yang selalu sudah siap dan juga enak pasti Andes akan bertanya kok bisa?


Andes diam menatapnya. “Roto Keras, kaldu?”Tanyanya heran.


Lingling mengangguk.”Iya. itupun sehari satu kali, kaldunya hanya kuahnya saja. dan itu sisa. Mangkanya aku suka berburuh. Dulu temanku yang suka membantuku memisahkan tulangnya, tapi sekarang dia tak ada.”Ujar Lingling mengibah.


“Laki-laki atau perempuan?”Tanya Andes dingin.


Lingling mengerjab.”Apanya? ikannya? Mana ku tau/”Ujarnya LIngling polos.

__ADS_1


Andes mengepalkan tangan menatap Lingling.”Temanmu.”Ujarnya bertanya namun menekan kata-katanya.


Limngling mengerjab dan menatapnya paham.”Oh itu. Dia laki-laki, namanya Jo.”Ujarnya Lingling serius.”Dia teman yang selalu membantuku dikalah susah. Dia sangat baik.”Ujarnya lagi. andesit mengernyit tak suka. Bisa-bisanya gadis jelek didepanya itu malah memuji lelaki lain dihadapannya.


Hap.. Upp..


”Doa ju— Upppp... Up..“


Lingling kaget dan menatap Andes tajam dikalah mulutnya disumpal dengan banyak ikan dengan kasar. Ia melototo tak terima namun Andes malah bicara.”Makan yang banyak supaya tubuhmu berisih. Jangan bicara terus.”Ujarnya dingin.


Lingling malah menatapnya dengan malas dan mengunya makananya.. uhukk uhuk..” ada tulang membuat ia terkecekik.. andes disana menatapnya kaget.


Ehekk. Ehek.. Lingling batuk dengan darah yang keluar, Andes tambah kaget menatapnya.” Hey kau tak apa?”Tanyanya disana khawatir. Lingling disana menghela nafas dan menunjukan mulutnya yang ada tulang kepada Andes.


Andes menatapnya dan mencari. Ternyata Lingling ketulangan ditenggorokannya. Cukup besar membuat ia ingin segera mengambilnya.


Memasukan tanganya kelulut Lingling, namun ditepis oleh Lingling panic. “Diam.”Ujar Andes mengapit dan rahang bibir Lingling kuat hingga ia mangap. Ia segera menaronya dan mengorek tanpa jijik.


Hueek.. Lingling muntah karena tulang sudah keluar dan Andes bernafas legah.


Lingling menatap Andes dendam.” ANDES...!” Teriaknya dan.


Bugh.. ia memukul perut Andes membuat Andes menahan teriakan kuat karena tak tahan. Sangat sakit perutnya membuat ia menatap Lingling nanar. Lingling disana pun menatapnya dengan tatapan musuh. Annldes hanya bisa mengerutu. Ia kok bisa berbuat tak teliti si?


Di lain sisi ada sosok Lien yang menatap semuanya, kalian ingat Lien kan? Teman angkatan Linglling yang bersembunyi dan menunggu Lingling. Ia mengepalkan tangan menatap itu semua,, ia tak rela.


Jam berlalu begitu cepat. Tanpa disadari kita sudah terlalu jauh dari hari kehari. Malam ini Lingling sudah siap dengan bajunya dan juga topengnya. Ia disana mengikat topengnya erat dan juga mengambil arang untuk menghitamkan lingkaran dimatanya dan juga bawah dagunya untuk menutupi identitasnya, ia juga mengenakan jubbah merah itu dengan erat.


.

__ADS_1


.......


... Jika banyak yg Like dan komentar serta Vote. nanti subuh sudah sahur aku Up lagi... ...


__ADS_2