
Sebagaimana janji mereka kemarin jika mereka akan melakukan taruhan., andes dan Lingling sudah siap didekat laut. Lingling hanya mengenakan kaos dalam berwarna hitam short dan Andes yang juga sama hanya saja ia tak mengenakan baju dan mengenakan boxer saja. Lingling itu sangat tepos jadi mau pakai atau tidak tetap saja ia tak memiliki buah dada. Tak akan ada yang tau. Mungkin ada si sedkikit tapi tetap sangat kecil dan tak terlihat.
“Mulai..”Ujar Lingling dan Andes mulai menyelam, mereka mulai menangkap banyak ikan dan juyga apa yang mereka temukan. Beda hald engan Lingling yang terlalu terlena akan isi lautan yang begitu indah. Ketika ia hendak mengambil ikannya ia menjadi tak tega. sebab ikan-ikan disini sangat cantik dan berkeluarga.
“Putri cantik sekali..”Gumam salah satu ikan menyadari Lingling. Lingling disanapun mengabaikanya dan mulai mennyelam lagi melihat isi lautan. Disana ia bisa melihat banyak ikan yang menyapanya membuat ia semakin tak tega pula. Kemarin ia juga bisa mendengar mereka menyapa tapi hari ini mereka sudah berkumpul dan mengetahui keberadaan Lingling.
Hingga jam sudah berlalu. Lingling hanya menangkap dua ikan ekor yang sombong padanya. Selain itu semuanya sangat ramah. Ketika ia keluar disana ada Andes yang sudah mengekang tujuh ikan ukuran cukup besar.
Lingling mengerjab baru ingat.”Sialan.. aku lupa kalo sedang taruhan. Apa aku kembali lagi aja yah.”Gumamnya hendak kembali menceburkan diri.
“Mau kemana hmm??” Baju dalam belakang ingling ditarik dari belakang. Lingling disana meneguk Saliva kering dan tersneyum masam.”Mau curang? Udah satu jam lebih lebih..'' Ujar Andes dengan wajah kemenangannya. Ia bisa melihat Lingling yang hanya membawa dua ikan yang ukuran sedang pastilah ia menang.
Lingling menghela nafas.” Oke file. Aku kalah. “Ujarnya lalu menatap Andes dnegan tatapan malas.” Apa hukumanya dan apa yang kau mau dariku?”Tanyanya disana dengan menantang. Ia tak akan lupa perjanjiannya.
Andes menarik pinggangnya Lingling. Lingling semakin dekat dengan Andes dibuatnya. Bahkan perutnya menempel dengan kulit perut bawah Andes. Lingling bisa merasakan tonjolan disana. Andes mendekati wajahnya kewajah Lingling. Lingling mundur tapi Andes menahannya. “Aku mau kau tak pergi kemanapun, aku mau kau tetap bersamaku selamanya.”Ujarnya berbisik ditelinga Lingling.
Glegh.
Lingling merasa gelenyar aneh ditubuhnya mendengar suara seksi Andes ditelinganya. Ia kakuh disana, geli dan merinding itulah yang ia rasanya. “Ng-nggak bisa gitu. Akukan udahh bilang alasnya semalam, aku akan pergi dari sini. Lagi pula kau tak taukan aku siapa?”Tanya Lingling mengelak..
Andes disana meremas perut Lingling. Lingling menahan tangan Andes. Mata mereka saling tatap dengan dalamnya.”Mau kamu dari mana saya tidak peduli. Saya akan melepaskan kamu jika tunanganmu menjemputmu jika tidak maka kau harus ada selalu didekatku. Aku mau kamu.” Ujar Andes dengan suara rendahnya kepada Lingling.
Lingling terdiam. Ia bahkan bisa mendengar suara jantungnya dan Andes yang bersahutan. Ia mengeleng.”Sudah ada perjanjiannya. Kamu tidak bisa mengelak lagi karena kamu sudah berjanji tidak akan menolaj apapun itu.”Ujarnya Andes. Lingling ingin mengelak lagi tapi tertahan ketika Andes yang menutub bibirnya Lingling dengan bibirnya. Lingling kaget lalu mendorong Andes. Andes lebih sigap dan menahan tengkuk Lingling.
__ADS_1
Andes mengecupnya dalam dan **********. Lingling menggeleng andes tak peduli. Ia masih tetap melakukan apa yang ia inginkan. Lingling tau ini salah tapi ia suka hal ini. ia tak bisa munafik Andes sangat bisa membuat ia terlena. Andes memeluk Lingling erat hingga Lingling diam dan membiarkan apa yang Andes inginkan.
Otak Lingling bercabang. Ia tak tau harus apa, ia rasa mulai mencintai Andes, tapi ia tau ia sudah memiliki Liong sebagai tunangannya. Ia sadar ia salah dan murahan bisa mencintai dua lelaki dalam waktu yang bersamaan. Ia juga tak punya resiko, jika ia mengkhianati Liong maka Liong dan dirinya akan mati. Ia tak mau hal itu terjadi.
Andes mengusap bibir Lingling yang tadinya pucat karena laut sekarang memerah dan membengkak. Ia mencium kedua bola mata Lingling yang tertutup dan juga mencium pipi Lingling. Menghisapnya pelan dan menjilatinya. Rasanya sangat enak baginya.” Kamu milik saya sekarang, dan tak akan saya biarkan pergi dari hidup saya semudah yang kamu inginkan. Kamu yang datang dan kamu harus tanggung jawab.” Gumam Andes disana berbisik pada Lingling.
Lingling membuka matanya menggeleng.”Jika saya tidak bisa stay disini bagaimana? Saya tidak mau kamu terluka Andes..”Batinnya. ia diam menatap Andes dengan lirih.
Bukan tak mau membalas perasaan ini, tapi ia tau mencintainya bagaikan menancapkan paku dalam hati, semakin dalam maka semakin terluka pula hatinya. Dan semakin lama dan semakin dalam akan berakibat fatal. Lingling tak mau hal itu.
Lingling mengusap pipi Andes. Andes memejamkan matanya dengan pelan menikmati elusan itu.”Jika suatu saat nanti ada sesuatu tragedy atau apapun itu, kamu harus ingat. Kamu harus mempercayai aku.. Aku akan selalu berada disisi kamu meskipun sudah tak lagi ada didunia ini Andes... tolong percayalah padaku nanti.. Hanya itu...”Ujarnya Lingling dan membalas pelukan Andes. Andes terdiam disana merasakan pelukan itu. Entah kenapa ia merasa sesuatu yang Lingling simpan. Tapi tak apa yang penting sekarang Lingling berada disisinya.
Disisi lain ada Mike yang mengepalkan tangan. Wajahnya tersenyum mengejek dan berkata.”Plinplan banget. Katanya semalem udah ada tunangan dan enggak bisa sama-sama. ini apa? Masih sama Andes? Cihhh munafikk.”Ia melihat semuanya, dari Andes dan Lingling ciuman sampai mereka berpelukan satu sama lain. Hatinya panas dan juga merasa sesak.
Boy mengangguk setuju.”Lagi pula gue yakin kenapa Lingling menolak kalian. Dia lebih tau kalo persahabatan kita lebih utama, terutmama Alex dna loe Mike. Kalian lebih tau gimana jahatnya hidup Andes. Gimana bisa kalian ngerebut dia. Biarin Andes nentuin jalannya. Kalopun Lingling dan dia salah.. tapi seengaknya mereka punya jalan buat bahagia.”Ujar Boy sendu.
Ia sangat tau kehidupan Andes yang kelam. Orang tua yang bercerai dna meninggalkannya sendiri. Andes dibesarkan oleh kakehknya dengan keras ayahnya dna ibunya bahkan tak mau mengakuhinya. Andes hidup dengan kakinya bertopang pada kakeknya hingga ia lupa akan rasanya pelukan hangat.Sejujurnya Boy tak tau jika Andes menyimpang, mencintai lelaki. Ia tak tau Lingling perempuan membuat ia berparadigma jika Andes memiliki trauma yang mendalam tentang pernikahan diakibatkan orang tuanya.Atau trauma pada perempuan.
Mike disana menghela nafas mengepalkan tangannya.”Sejujurnya di itu cewek bukan cowok.”Ujarnya..
Boy dan Mike membelalak kaget dibuatnya. Ia menatap Mike dengan tatapan mendelik dan tak Terima,”Maksud loe dia bukan Cewek dan Andes enggak belok gitu?”Tanyanya Mike disana.
Mike disana mengangguk pelan dan berkata.”Iya dia cewek. Dia nyamar jadi cowok karena Andes si katanya. Andes enggak mau orang lain tau dia cewek jadi begitu.”Ujarnya disana.” Gue akuin gue tertarik sama dia, tapi gue engak ada niatan buat ngambil dia dari Andes karena gue tau Andes lebih berhak dari gue. mangkanya gue berusaha ngomong kasar dan jauh dari dia. Itu semua gue lakuin biar Lingling jauh dan berfikir buruk tentang gue dan gue tetap jauh dari Lingling. Gue selalu berfikir jelek tentang dia. Contohnya dia penyusuplah., dia jelek dan sebagainya. Tapi pikiran itu selalu ditepis karena senyumnya yang kelewat tulus dan juga perilaku dia yang apa adanya bukan ada apanya. Dia istimewa.:”Ujar Mike jujur. Semua tetap diam dengan tatapan kaget.
__ADS_1
“Dia baik, dia selalu berusaha ngelindungin gue ditengah gue yang bersuara lasar dan berkata jahat sama dia. Dia selalu mendahuluin nyawa kita dibandingkan dia. Dia punya segala yang gue suka. dia perhatian, suka masak, cerewet dan juga ceria. Dia terlalu istimewa ditengah kekurangan dia. Tapi lagi-lagi gue nyadarin diri gue buat enggak suka sama dia biar Andes dan dia bisa bersama.”Ujar Mike tersneyum miris.
“Jadi gue normal gitu? Gue engak suka batangankan es? Beneran Mike?”Tanya Alex dengan wajah kaget dan juga wajah menuntut jawaban.,
Mike disana mengangguk “Yah loe enggak belok kok. Da memang cewek.:Ujarnya tersenyum miris.
“akhh sialan. Gue kira pulang dari sini gue harus kepisikolog buat periksa otak gue. gue pikir gue gila anjing.”Ujar Alex disana dalam karena kaget dan tak terima.
Mike dan Boy disana terkekeh melihatnya.” Gue pikir gue gila tau nggak.”Ujarnya disana semangat.
Mike menggeleng.”Gue awalnya kuga kayak loe. Gue kira gue enggak normal, tapi memang Lingling cewek dan kita normal. Andes nyembunyiin dia sangat rapat kan? dia takut kita tertarik sama dia. Awalnya gue ngeremehin Andes gimana bisa dia takut kita bakal suka sama lingling yang bahkan nggak ada cantik-cantiknya. Ternyata eh ternyata kita tetap tertarik padahal udah tau dia cowok sekalipun. Dia memang semenarik itu yah kan? Bshkan mau Andes nutupi nya sekalipun.?”Tanyanya disana lirih.
“Tapi Mike kok dia enggak ada ini.....” Boy menunjukan dadanya dan memperagalan bentuk buah dada.
Mike menggeleng dan berkata.”Dia memang sedari kecil kurang gizi dan perhatian mengakibatkan dia kurang pertumbuhan sedari bayi, dia juga nggak ngerasain pertumbuhan selayaknya pertumbuhan. Gue si yakin itu faktornya. Kalian bisa liat bukan kalo dia baru kali ini berisi, dulu pertama kita liat dia jauh lebih kerempeng dan dekil.”ujar Mike disana.
Boy dan Alex disana mengangguk.”Iya juga si.”Ujarnya Boy dengan lirih.
Alex disana tersneyyum masam.”Ternyata jalan hidup Lingling jauh dari yang bagus yahkan. Tapi gue kagum sama dia, dia tetap bisa tersenyum dalam keadaan apapun. bergerak bagaimanapun keadaannya. dia punya pesona yang nggak bisa ditolak. Andai dia tumbuh selayaknya sedari bayi, pasti dia sangat cantik. " Ujarnya pelan.
“Gimana kalo kita tawarin oplas aja buat Lingling pulang dari sini. Gue yakin dia suka kalo ditawar oplas dan jadi cantik. “Ujar Boy disana menarik uturn alisnya.
” Gue takut sekali jatuh cinta kalo dia cantik. Dia jelek aja gue suka apalagi cantik.”Ujarnya Alex miris diangguki miris juga oleh Mike.
__ADS_1