
Uhuk...ukhukk...
“Yang Mulia..” Teriak beberapa dari orang sekitarnya menatap sang tuan yang lagi-lagi memuntahkan darah hingga dikagetkan dengan darah yang juga keluar dari hidungnya. Nampak sang tuan disana mengerang kesakitan memegang dadanya.
Tangan sang tuan yang tak lain adalah jendrall perang terkuat dari langit itu mengangkat tangannya menandakan jika ia baik-baik saja.. penjaga dan juga beberapa pelayan disana menatapnya khawatir dan juga gugup. Tak ada yang berani menatapnya terlalu lama membuat mereka segera merunduk meremas baju sendiri,
Jendral perang ini tersebar kabarnya jika ia tak suka disentuh selaion orang-orang yang ia bolehkan, tak boleh terlalu dalam ditatap karena ia akan mencongkel matanya detik itu juga jika berani menatapnya begitu. Jendral perang yang tak lain adalah Liong Xing... ia adalah lelaki yang sudah terikat dengan Lingling sedari awal mereka bertemu.
Liong disana memegang dadanya dan menatap ketangannya, ia terdiam menatap kelopak bunga sakura melayu dan gugup. Dadanya bergemu ditengah rasa sakit. Rasa cemasnya melewati batas manusia, tampa ia sadari ia menggengam tangannya erat hingga kelopak bunga itu hangus dimakan api yang entah dari mana asalnya. Semua orang tak berani menatapnya.
“Yang mulia izinkan hamba membawa anda ketabib yang mulia. Kami sangat khawatir akan keadaan yang mulia. Kami takut yang mulia diracuni.”Ujarnya hgugup. Ia menahan dada berdoa supaya tidak ditebas kepalanya saat ini juga. Tetapi itu hanya nomor dua, yang paling ia takutkan saat ini adalah kehilangan yang mulianya, sosok tuannya yang terdengar kejam namun baginya adalah orang yang bijaksana.
Brak.. semua berlutut dikalah Liong berdiiri, bahkan tangan kananya juga, Liong melangkah dan mengusap bibir dan wajahnya tak terhitung detik semuanya bersih, yang ada hanya wajah pucatnya saat ini akibat rasa sakit yang ia toreh. Langkah lebarnya keluar menyeruakkan aura yang gelap.
Bahkan langit menggelap dengan petir yang mulai mengemuru. Semua pelayan menjadi takut saat ini. pernah terakhir kali Liong teramat marah ditahun lalu membuat dunia langit sangat kacau diombang ambing angin topan. Jangan sampai nanti terulang lagi, kalian tau alasan Liong marah dulu? Itu hanya karena Lingling terluka karena bertarung dengan raja di academiknya. Sungguh memuakkan bukan?
Tak ada kata-kata yang keluar, tak ada mimic wajah, yang ada hanya aurah kelam, mata yang menyayu membuat siapapun takut. Langkah Liong terhenti tepat dihadapan rumah Qira. Ia disana mampu melihat Qira sedang duduk diatas teras rumahnya sembari memejamkan mata. Sangat-sangat sejuk itulah yang ia lihat dari wajah Qira.
Srak... Qiira yang sedari tadi sedang bersantai ria dikagetkan dengan lehernya yang dicekek kuat oleh seseorang. Kenapa bisa ia tak mampu mengetahui aura ini... ini terlalu cepat.. tangan Qira dengan cepat menepis tangan Liong membuat tangan Liong terlepas dari leher putihnya. Qira berputar dan..
Brak.. ia menendang meja yang berada disampingnya tadi hingga beberapa kudapa dan tehnya terhempas menuju Liong.
Liong disana hanya mengangkat tangannya dan meja itu sudah berlawan arah hingga ppatah membentur pohon disana. Qira memegang lehernya yang sakit, andai ia tidak cepat pasti lehernya akan patah. Ini saja rasanya urat lehernya seperti ada yang putus.
__ADS_1
Tangan Liong semengerikan itu.
“Apa-apaan kau Liong..!!!!” Teriak Qira memburuh mentap Liong. Liong sahabatnya dari dunia langit. Dan bagaimana bisa ia tiba-tiba ingin membunuhnya? Ia salah apa?
Tak banyak bicara Liong menghempaskan lengan hanfu Putihnya. Selurainya terbang membuat wajah tampannya terpampang jelas, andai saja wanita lain yang melihatnuya. Mungkin ia akan segera mimisan.. wajah malaikat kematian ini memang menyesatkan..
Brak... Qira berbalik ketika Liong menghempaskan ilmunya yang bewarna biru. Hampur saja membunuh Qira. Qira tak kalah melawan. Ia segera menghempaskan hanfunya mengeluarkan ilmu anginnya. Semua yang ada disana terhempas menyeruak menerjang Liong. namun tak sampai mengenai luong semua yang hampir menimpanya terhenti dan terbakar.
Qira terdiam menatapnya. Liong bukan lawannya. Dan...
bUgh.. ughukk... ia terdiam merasakan dadanya diterjang. Liong sangat cepat tanpa ia sadari Liong menendang dadanya kuat...
Bugh.. tubuh Qira menabrak rumahnya keras hingga rumah bagian depannnya runtuh.
Dan BUgh. Sekali lagi Liong menendang Qira namun Qira sudah mengelak.
buss.... ia menghempuskan ilmu apinya namun
Hus... tak mengenai Liong sedikitpun, yang ada hanyalah anginnya menerpa wajah tampan Liong. Wajahnya Liong sangat dingin. Qira menarik nafasnya tak mampu bicara..
Ukhukkk... ia memuntahkan lagi darah akibat hentakan keras tadi..Ia tersenyum sinis menatap Luong yang diam saja.
Liong disana menghempaskan hanfu dilengannya dan berjalan menatap kedepan, dimata Qira tatap dan bersantai tadi. Memang sangat indah, itu menjurus ke pegunung salju.
__ADS_1
Semuanya sangat cantik, apalagi dibawah rumah Qira ini ada bunga-bunga yang hidup dengan sangat subur. Ada air terjun yang indah dengan airnya yang berwarna biru. Ini bagai syurga dunia bukan?
“Dimana Lingling? Kau menyembunyikannya?” Tanya Liong dingin. Suaranya sangat lembut bagaikan kapas. Siapapun yang mendengarnya terasa akan ingin tidur. Sungguh Liong adalah racun dari semua racun yang ada dimuka bumi. Ia mampu membius siapapun, bahkan laki-laki sekalipun akan berbelok arah karena fitnah keindahan yang ada didirinya.
“lingling dibawa oleh para kakaknya Heqi dan Qeqe kege—“
“ JANGAN MEMBOHONGIKU QITA.. DIMANA LINGLINGKU....!!!!” Bentak Luong memotong ucapan Qira yang menjelaskan dimana Lingling.
“ Aku tidak berbohong..!!! ada apa Liong..!!!” Bentak Qira tak kalah kuat. matanya menatap wajah Liong yakin, tak tau bilang apa. Apa ia harus menjelaskan jika tidak ada lingling didunia ini. apa ia harus menjelaskan hal itu?
Slap.. Liong berada didepannya Qira dengan sekejap kilat. Mata Luong menatap Qira dalam.
Qira membalasnya tak kalah dalam.”Kau lupa aku siapa hmm?”Tanya Liong disana dengan pelan menyergap telinga Qira. Qira disana diam menatapnya. Bahkan aromah mulut Liong memabukkan bagaikan syurga. Hampir saja qira hilang akal..
” Aku tau jika dia bukan Linging. Bahkan jiwanya gelap tidak seperti jiwa Linglingku.. kau tidak ingin mati bukan?”Tanya Liong maju dengan dingin..
Qira tak mundur,, ia hanya menatap kelain arah tak tau harus menjelaskan bagaimana. Jika ia bilang maka renananya untuk Lingling tak akan berjalan lancar bukan? Ia Ingin anaknya hidup sebagaimana gadis lain. Liingling terlalu malas dan terlalu bergantung pada dirinya dan pada kakaknya hingga melupakan jati dirinya. Ia ingin anaknya dewasa.”Aku tidak berbohong.”Ujar Qira yakin.
Srap.... Qira terdiam merasakan pipinya panas akibat cengkraman Liong. Liong menatap dalam Qira.. dan Srap..
Qira menendangnya kuat. namun Liong sudah duluan menahan kakinya disana. “Aku tidak suka dibohongi..!!!! dia milikku..!! milikku. Aku tidak akan membiarkan dia diambil oleh siapapun dari tanganku..!! tiak akan pernah Qira..!! jadi beri tau aku dimana dia...!!! atau kau akan mati.!” Teriaknya menekan setiap kata-katanya.
“Dia anakku asal kau tahu..!” Ujar Qira sinis tanpa memberikan warut sakit dipipinya yang Nampak memerah.”Dan kau bukan siapa-siapanya. Kalian baru bertuangan.. jangan berlagak seolah kau adalah Tuhan Liong..!!! sembarangan mengklime anakku..”Ujarnya disana membuang muka.
__ADS_1
Bukanya ia tak merestui hubungan Liong dan anaknya bukan..! Liong lelaki baik, hanya saja ia tak akan memandang siapapun jika sudah marah dan menyangkut masalah Lingling.
Bibir Liong menyungging smirknya. Matanya menyayu tambah sayu menatap Qira. ia kembali berbisik.”Kau tidak lupakan Qira? Jika bukan karena aku kau sudah mati... kau tidak lupa bukan jika bukan karena aku, kau bahkan tak akan pernah melihat anakmu sebesar itu?”Tanyanya mengingatkan Qira