
“Dimana ibu yah?”Tanya Eliza pelan, apa Qira tak mengkhawatirkan dirinya yang sakit hingga taka da menjenguknya??? Atau ia tak mengangapnya anak seperti Zauhan??? Pikiran itu membuat ia takut. Takut jika tak disayang dan tak diterima meski saat ini ia sudah sadar diri jika bdirinya bukanlah siapa-siapa disini, dia hanya orang asing yang beruntung bisa merasakan bagaimana rasanya punya keluarga begini. Benar bukan?
sisi lain rasa kelam dunia yang dibawanya dari dunia dulu membuat ia enggak merasakan rasa sakit yang sama. Ia tak mau.
Zauhan disana menatap anaknya dengan kasih sayang.”Dia ada tugasnya.. mungkin minggu depan dia pulang, maafkan yah.”Dimata Zauhan sesungguhnya ia keberatan selalu ditingal istrinya untuk kembali keduunia langit menjalamnkan tugasnya, tapir rasa syukurnya lebih besar karena diberikan kesempatan hidup bersama istrinya. Ia sudah kehgilangan istrinya berkali-kali dan kali ini ia tak akan membiarkannya.
Eliza tak tau tapi ia mengangguk saja. Qiira atau yang lain tak ada yang mengatakan dan memberitahu padanya jika Qira itu siapa, karena rasa kepercayaan itu sudah hilang. Dan qira jugalah yang meminta semua orang menetima Eliza. Baginya yang menunjang dia menjadi baik atau jahat itu adalah lingkungannya. Yang menunjang mentalnya adalah orang terdekat dan orang terkasihnya. Dan yang merubah wataknya adalah watak dari orang sekitarnya. Andai ia dilingkungan watak yang keras patsi ia menjadi keras.
Ibaratkan ada satu anak yang polos melakukan suatu kesalahan lalu dibentak dan dimaki, maka ia akan merasa itu bukan tempatnya meksipun itu tempat dimana orang beribadah pada Tuhan sekalipun yang menunjukan mereka orang baik!, tapi andai jika ketika ia disuatu tempat kelam ketika membuat suatu kesalahan malah dibimbing dan juga dirangkul maka ia akan menerima lingkungan iblis tersebut. Yang awalnya baik berubah jadi jahat.
Karena lingkungan yang mendukung dan mendorong nya kejurang yang tak kasat mata. Jadi jika karakter anak itu jahat jangan salahkan anaknya saja tapi juga salahkan bagaiana didikan kedua orang tua kenapa tidak becus mendidik anaknya.. sebab turunnya anak dimuka bumi itu diawali dengan kesucian tanpa cela, yang memberi warna dan coretan adalah orang tuanya untuk anaknya.
Tapi meski begitu Qira salah satu orang tua yang sudah memberikan yang terbaik dan contoh yang paling baik untuk anak-anaknya, tetapi ada saja yang gagal seperti Lingling? Tapi sebagai orang tua ia tak menjauhi anaknya, malah ia mencari cara lain untuk anaknya supaya tau arti kehidupan. Bahwa sebenarnya hdup itu bukan sebagaimana yang ia bayangkan. Bagaimana yang ia inginkan saja
Ada banyak yang harus dilewati oleh makhluk hidup tak bisa terus bergantung dan meremehkan apapun. iia gagal mendidik Lingling tapi tidak untuk dua anaknya.. yang artinya tidak semua hal yang bisa disalahkan orang tua ataupun anak,, tetapi keadaan dan juga pikiran terhadap individu itu tersendiri.
...----------------...
__ADS_1
Disisi lain sosok Lingling dengan wajah masamnya menatap wajahnya yang memerah dan rasa perih yang tersisa. Matanya menatap Keyna kesar karena bukan hanya wajahnya yang merah tapi juga rambutnya. Sedangkan sang empu yang ditatap malah memotretnya sebanyak-banyaknya dna terkekeh geli.,”Yaampun ling... Loe lucu banget.” Ujarnya dengan gemes.
Mereka sedang dalam perjalanan pulang. Mereka menghabiskan waktu selama delapan jam disalon bayangkan seberapa lama tu..!! bahkan sampai sudha mau malam mereka baru pulang sekarang. Saat ini mereka dada dimobil Keyna yang dibawa oleh supir. Mereka dijemput ok..
Lingling menghela nafas.”Kamu jauh-jauh aja deh Key. Aneh tau nggak,. Kalian yang bikin anak aku yang kena imbasnya., kalian yang enak-enak nak aku juga yang ternistakan.”Ujarnya pelan tak suka dan tak terima. Hey harga dirinya speerti diajak bercanda oleh Keyna. Bagaimana jika para teman Dirinya melihat? Apa tidak ia diolok-olok sampai dunia hancur? apalagi Mike yanhg melihatnya begini. Bisa sampai tujuh turunan lelaki itu akan meremehkannya bukan?
Keyna hanya tersneyum mesem melihat Lingling. Tanpa ada rasa bersalah ia hanya mengusap perutnya saja. Tapi dijalanan mereka melihat ada penjual kelinci.”Pak berhenti pak berhenti..”Ujar Keyna. keduanya kaget disana ketika mobil berhenti. Keyna dengan semangat keluar.
”Mau ngapain ?”Tanya Lingling kaget melihatnya keluar. Ia menahan tangan Keyna.
Keyna menepis tangannya.”Mau beli tikus.”Ujarnya pelan pada Lingling mengerjab polos/. Lingling mnatapnya dengan nanar.
“Udah tau kan kelinci masih nanya. Bodoh.”Ujar Kryna. Lingling kicep dibuatnya. Keyna keluar dengan semangat melihat penjual kelinci dibelakang mobil mereka
Lingling pun menyusul setelah mengenakan masker dna topinya. Sampai ditempat penjual Keyna disana melihat penjual kelinci penuh binary.”Ihh pak kok tikusnya bagus banget?”Tanyanya pelan menatap kelinci.
Namun setelahnya ia mengernyit merasa ada bau-bau tak sedap.”Tapi bau.”Gumamnya.
__ADS_1
Penjualnya meringis.”Maaf mbak tapi ini kelinci bukan tikus.. dan itu bau kelincinya karena dia baru beberapa bulan dan belum boleh dibersihkan, Jadi yah gitu bau.”Jujurnya pada Keyna pelan. Menggeleng akan keyna yang terlihat barbar.
Keyna mendelik. ”Ih bapak saya maunya dia ganti nama jadi tikus bukan kelinci.. jadi dia tikus dimata saya.”Ujar Keyna mendengus lalu menatap kelinci yang warna putih penuh binar lalu mentp lelinci warna hitam yang gelap membuat ia menatapnya tajam.
Penjual melongo mendengar ujaran Keyna.”Mana bisa gitu mbak? Namanya dari zaman dinosaurus dulu kelinci mana bisa diganti-ganti aja sesuka jati mbak. Yaya-aya wae si eneng geulis.” Jawabnya pada Keyna tak percaya. Emang nama binatang nama anak yng bisa dicipta dan diganti seenaknya saja
Keyna disana Menggeleng cepat.” Pookonya dia tikus mas, jika bikan aku ngambek nih.”Ujar Keyna. Penjaga penjualnya menatapnya cengo.”Tikuskan? tikus?”Tanya Keyna lalu dibelakangnya disusul Lingling.
Lingling menghela nafas mendengar percakapan Keyna tadi. Memang Keyna tak bisa ditebak katanya si karena semenjak ia hamil, dulu ia tak begini, tapi juga pernah deng begini.
“Iya terserah mbak ajalah. Mau tikus, mau ayangmaung. Mau macang, Mai b4b1 atau lainya terserah mbak, kepala saya pusing.”Gumamnya. keyna disana terkekeh melihat kelinci putih.,”Ini cantik yah Ling. “Ujarnya menunjukan kelinci putih dihadapanya itu.
Lingling menganguk ,melihatnya.” Mau beli yang ini mbak? Harganya murah ok, hanya 80 satu ekor tapi mending beli sepasang aja soalnya kalos epasang dia bisa berkembang.. da nada temennya.,”Ujarnya membujuk Keyna penuh binar.
” Kalo sepasang harganya 150 aja karting buat mbak.”Selanjutnya lagi.
Keyna disana menganguk.”Saya mau satu pasang.”Ujarnya semangat.
__ADS_1
Penjaga itu mengambil kelinci putih tadi.”No bukan yang itu tapi yang ini.”Ujar Keyna menunjukan kelinci warna gelap, bahkan mata nya saja hitam.. lalu menunjukan kelinci hitam satunya lagi, sama persis dengan yang tadi ia tunjuk.
“Loh mbak tadi perasaan katanya yang putih lucu kok malah milik yang areng toh?”Tanyanya tak percaya dan tak menyangka. Kok bisa yah mood perempuan itu beda, yang dibilang lucu yang mana yang dipilih yang mana. Ini namanya penistaan terhadap hewan. Akh tepatnya PHP terhadap hewan. Sudha dibaperin eh malah ditingalin kayak yang nbaca wkwk