
Jika didunia Eliza ditubuh Lingling Eliza berubah menjadi antagonis sedangkan Lingling yang ditubuhnya Lingling pun menjadi antagonis..
Yah yah yah..
Semuanya karena gundukan perut dan juga batin kok kalo Lingling...
Lingling yang mencuri dan memberontak membuat sapapun sedikit heran... sosok yang lemah berubah menjadi pembangkang.. ? Dan menjadi kuat san apatis?
Hanya saja pagi ini Lingling pulang disubuh hari karena meninggalkan temanya Andes dihutan sendirian, ralat, bersama Dogi karena ia terluka dan Lingling mlalas mengkhawatirkanya.
Dan ternyata, dikalah ia pulang tentara banyak yang sedang pergi kesana kemari membuat ia yang memakan buah pir dari dipetik dihutan itu menatapnya heran, kenapa? Ada apa ini? Namun itu bukan urusannya kan..?
Kruk... Kruklk ..
Perut Lingling berbunyi karena sedari kemarin belum makan, ini batu makan satu buah pir. Ia pun menghela nafas dibuatnya.
Ahahhhaa. . "Aku punya ide... "Gumam Lingling licik.
Lalu ia memilih kedapur untuk kembali mencuri. Akh ia lapar, sedangkan makanan untuk kucing dan anjingnya sudah diberi tadi. karena ia tadi membakar daging bab1 dari hasil ia memanah sahutan jadi yah langsung saja ia beri....
Sekarang ia lapar dan ia mau makan nasi, kan dia tidak diberi makan oleh ayahnya karena ia membangkang tu,
sekarang ia harus mencuri, baginya ia bukan mencuri, ia hanya mengambil makanan yang tak adil baginya saja..
Didapur Lingling mengintip disela sela dimana ada tirai untuk melihat orang yang ada didapur, dan ternyata disana semuanya sudah masak dan ditaruh diatasi meja membuat ia mengusap perutnya dan terkekeh, ia harus masuk dan makan bukan?
Dan yah, ketika semua orang keluar ia pun masuk dengan menyelip dan bersembunyi... dan melihat semua makanan Penuh binar.
__ADS_1
”Waw.. tumben banyak makanan enak dan lezat.”Gumam Lingling... ia pun terkekeh menutupi mulutnya dan mengambil satu piring besar. Dan ia meletakkan makanan diatas piring tersebut.. ikan, ayam, lopster, daging dan sebagainya. Sampai pada buah anggur dan buah semangka satu buah ia ambil ..
Tap... Tap.... Tap...
Krek...
Ia terkejut dikalah pintu itu dibuka membuat ia meruduk dan cepat cepat bersembunyi dibawah meja tempat sayur dan makanan.
Disana ia gugup dibuatnya. “ Semuanya sudah siap untuk penyambutan jendral Gung dan jendral lainnya .. Mereka tamu istimewa karena dari perbatasan sebela? Kita akan makan siang bersama sebentar lagi untuk penyambutan nya ?” Ujarnya seseorang tersebut yang ternyata adalah ayahnya Eliza membuat Lingling mingkem dengan mengunyah pekan buahnya...
“Su sudah komandan... Semuanya sudah sel—“Ucapanya terhenti dikalah melihat makannya itu disana banyak yang kosong.
"Makanan apa ini Josun?!!! "Bentak komandan You.
”Eh Eh kok?” Tanyanya gugup disana, bahkan ikan yang seharusnya dua penuh jadi hanya satu potong , ayamnya belepotan karena Lingling memilih potongan yang paling besar dan bagian dada membat makanan itu tatananya rusak.
“Kucing siapa yang kau massud ha? Disini tidak ada kucing Josun..!!! ” Tanya komandannya membentak membuat pelayan itu terdiam gugup dan Lingling yang menahan tawa.
"Kucing kepala hitam ini... "Batin Lingling dengan gelaknya tertahan. Bahagianya membuat ayahnya panik.
”Saya ingin semua siapkan secara baik dalam hitungan tigapuluh menit dari sekarang, jika tidak kalian yang akan saya masak...!!”Ujaran komandan You membuat pelayan itu gugup dan menunduk.
Hal itu membuat Lingling yang disana terkekeh, karena memang meja itu tertutup sekali dengan kain putih sampai dibawah membuat ia bisa makan dengan leluasa.. ahkk Lingling rasa ini syurganya dunia. Sudah lama ia tak makan makanan selezat ini..
Sedangkan Jendral You marah akan pelayan yang sudah menyiapkan makanan secara tidak becus dan pelayanpun kesal karena mereka sudah masak dari jam empat pagi tapi harus bagaimana ini?
Bahan masakan harus mereka masakan lagi, mereka harus kembali mencuci piring yang berantakan dan kembali masak.. dan Lingling yang dibawah meja makan itupun membela semangka yang ia makan tadi dan memakanya sampai lupa keluar..
__ADS_1
Cup cup cup.. ia menjilat jari jarinya yang manis karena air semangka dan terkekeh.
Ekkkhhh.
Ia kenyang dibuatnya membuat ia mengantuk, sifat masalas tetaplah lengket ditubuh Lingling membuat ia mengeleng karena kantuk yang menyerang. Lingling mengintip kedepan namun ada banyak orang yang berlalu lalang karena panik akan waktu yang sudah hampir habis.
Jika dirinya keluar dirinya pasti ketahuan dan dia akan dirajam oleh ayahnya membuat ia memeluk kaki meja makan itu dan menyandarkan kepalanya. Sisa makannnya ia abaikan saja dan memejamkan matanya.
Niat awal untuk menghilangkan kejenuhan tapi menjadi kantuk membuat ia tertidur disana tanpa terasa diluar sedang gaduh dan juga sibuk akan penyambutan tamu yang akan datang.
Lingling terbang kemilau mimpi tanpa tau apa yang akan kenimpanya nanti.
Dilain sisi jendral Lian sedang mengerang dikalah persenjataan mereka berkurang banyak dan juga para perajurit tidak tau apa-apa.. itu membuat dirinya marah kepada siapapun yang ada.”Jika begini bagaimana kita membuat pelaporanya. Ditambah senapan yang hilang itu jenis Lcx 768 yang sangatlah langkah dikemiliteran kita karena kecepatan dan ketepatannya yang sangat bagus.” Ujar jendral Lien disana membuat penjaga disana menunduk takut. Kan Lien sudah menduga malam tadi.
Disana ada Jendral Chun dengan rahang patah dan tangan patahnya itu hanya diam saja menatap mereka kasihan.. jendral Lien disana menghela nafas dan kembali berkata.”Kabarkan kabar ini pada komandan You supaya kita bisa mengatasinya dan menghadapi secepatnya. ”Ujarnya lagi membuat semua orang mengagguk.
“Bisa bisanya kita kecolongan dan siapa yang berani beraninya mencuri dimarkas kemiliteran kita? Cari mati rupanya..”Gumam jendral Lien disana membuat jendral Chun diam dengan rahang patah nya yang sakit tu, bicara saja sakit membuat ia diam memikirkan masalah ini.
“Eli-za mu-ngkin dia yang mencuri, kau taukan jika sekarang dia berbeda?”Tanyanya jendral Chun sudah payah disan membuat jendral Lien menatapnya tajam. “Eliza memang bodoh, tapi dia bukanlah seorang pencuri, mana berani dia mencuri, dia pasti takut dengan kau dan ayahnya.”Ujar jendral Lien membuat jendral Chun disana menghela nafas saja. Ia yakin jika Eliza yang mencuri barang barang yang hilang.
Sampai pada semua prajurit disiapkan untuk menunggu didepan lapangan, penyambutan disini beda dengan penyambutan raja raja, disini tidak ada penyambutan besar besaran, hanya makanan dan para prajurit untuk memberi hormat pada para tau yang berjumlah empat orang tersebut.. itu para jendral ditetangga untuk mengawasi kemiliteran disini, jika ada yang salah dan sebagainya..
Jendral You disana malah tersenyum menyambut mereka, disana juga ada Hera ibunya Eliza dan Wulan yang menunggu. Mereka mengenakan baju serbah putih berjenis dres. sedangkan semua berbaju tentara dan juga baju pelayan tergantung pangkat...
"Beri penghormatan.... "Semua tentara memberi gerakan san penghormatan dengan tatanan penyambutan... Hal itu terjadi selama lima menit...
Jendral You disana tersenyum dibuatnya.”Selamat datang jendral Gung.. jendral Zau.. Jendral Hoang jendral Viang.. jendral Feng...”Ujarnya hormat kepala para jendral yang baru keluar dari mobil hitam berjenis jep tentara itu. Keluar mengenakan atribut lengkap termasuk kaca mata hitam..
__ADS_1
“Oh terimakasih You..!”Ujarnya jendral Guang disana terkekeh dan menyambut pelukan hangat dari jendral You yang menyambutnya hangat sedangkan yang lain hanya menunduk memberi salah saja.