
Lingling kembai berdecih. Kamar Andes sungguh gelap, seperti wajahnya, datar dan suram. Bahkan masa depan nya juga kali yah haha...
Lingling kurang ajar memang. Bahkan sekarang ia terkekeh sendiri dengan pemikiran konyolnya tentang Andes itu..!
kamar inibMasa tak ada warna lain selain gelap. Dan kalian tau isi kamarnya apa? Hanya ada satu lemari, toilet dan juga kasur. Tidak lebih dari itu. Lingling bahkan hanya mampu menggeleng melihat hal aneh itu. Sungguh miskin sekali Andes. Jika melihat kamarnya sepolos ini ia tambah yakin jika Andes hanyalah pekerka biasa disini,
Malang sekali cek.. cek.. cek..
“Ini pakaianmu..”Ujar Andes membuang baju dan celana dihadapan Lingling hinga menimpah wajah Lingling yang kucel itu. “Dan itu kamar mandi, kau bisa mandi disana.”Ujarnya menunjukan kamar mandi dibelakang punggung Lingling.,
Lingling mengerjab dan mendengus. “Ih Andes, bisa tidak beri baik-baik enggak perlu lempar-lempar.”Ujar Lingling memeluk bajunya dan mengambil celana yang jatuh dikakinya. “Boleh enggak aku langsung tidur saja? Aku sangat lelah soalnya. Dan bisakah kau tunjukan dimana kamarku?”Tanyanya polos disana.
Andes menatapnya menyeringai dan menjawab. “ Kamu siapa nya aku mau aku baik-baikkin?”Tanyanya. Lingling diam mendengarnya.
Lah benar juga..! Lingling pikir Andes itu pelayan nya apa?
“Dan disini kamar kamu, ini untuk kamar aku tapi aku punya kamar lain buat kerja. Jadi kamu disini saja dan aku disana. Kamu pikir aku mengajakmu tidur bersama disatu kamar begitu?”Tanyanya. Lingling memerah malu dibuatnya dan melengkungkan bibirnya kebawah ”Minpi aja terus.”Ujarnya sinis.
“Andes bisa tidak bicara itu lembut sedikit. Nanti kamu cepat tua loh kalo marah marah terus.”Ujarnya mencebik tak suka. “Lagiaan kan aku hanya bertanya.. kamu hanya perlu menjawab saja. Dasar kuda nil.”Gumamnya disanma lirih. “Eh iya.. ini celana dal4m siapa?”Tanya nya mencicit menunjukan kolor hitam ukuran XL itu.
Andes mendelik melihatnya dan langsung merebutnya. Namun langsung dialihkan Lingling kearah lain dan menatapnya lagi. “Ini sangat besar. Ini untuk aku? dan apakah ini bekas punyamu?”Tanyanya memanjangkanya dihadapan Andes membuat Andes malu sungguh..!!
“Bu-bukan, itu belum pernah ku pakai dan dibeli oleh orang. Kau pakai saja aku yakin yang kamu sudah tidak layak pakai karena basah. “Ujarnya memerah malu ,menahanya. Sungguh ia malu.
“Tapi ini kebesaran..”Geritu Lingling memainkannya membuat Andes berdecap dan merebutnya.
__ADS_1
“Ih mau diapain?”Tanya Lingling menyembunyikannya dibelakang.
“Katanya enggak mau karena kebesaran.”Ujarnya Andes berdecap kesal.
"Ia Pelit...! " Linglling mencebik. “Yah dibanding engak ganti. Bauk.”Ujarnya lalu melengang pergi meningalkan Andes yang mengangah.
Lingling sialan memang..!!
Tak lama setelahnya ia mendengar teriakan...
“Andes bagaimana mandinya disini?!!?! Aku tidak tahu caranya.. Ada Ular tolong..!!” Tereiakan Lingling kemballi membuat Andes berdecap kesal. Sekarang apa lagi yang dilakukan gadis itu. Selain bisa membuat ia malu, gadis itu juga sangat mampu membuat harga dirinya jatuh. Lihatlah sekarang, ia seperti pelayan saja..!
Dengan cepat ia masuk. Ular apa? Namun ketika ia membuka pintu ia tertegun melihat Lingling hanya mengenakan pakaian dalam saja. “Kyak.. apa yang kau lakukan Lingling..!! Pakai bajumu..!”Teeiaknya sembari membalikkan tubuhnya. Ia memijit pelipisnya tak paham. Ia bisa gila..! sungguh ini kesalahan terbesar dirinya membawa manusia ini,
Lingling memeluk bajunya dan menunjuk selang shower dan berkata. “Ada ular.. Dan disini tidak ada air. Bagaimana cara mandinya Andes. Mandi dengan cara apa? Pakek debu gitu atau pakek mata batin?”Tanyanya disana berteriak..
Tidak ada yang salah si. Hanya mengenakan tangtop, bahkan itu lapisan baju dalam, Bisa dikatakan juga Lingling itu tepos jadi tidak akan menggoda, tentang celana? Lingling mengenakan celana hingga diatas lutut si. Apa salahnya? " Apa salahnya? Kau saja ayang mesum...! " Ujar Lingling mencebik.
Andes mengusap kepala lasar dibuatnya lalu berlalu meningalkan Lingling. “Andes mau kemana kau..!” Teriak Lingling mengejarnya dan menarik tanganya. “Kau menyuruhku mandi. Cepat ambilkan aku air.. aku mau mandi..!” Teriaknya.
“Bisakah kau tidak teriak? Kupingku bisa pecah mendengar suara jelekmu itu... Cukup wajah saja yang jelek..!” Ujarnya lalu melayangkan kepalan tangan diatas kepala Lingling. Andes mejamkan matanya erat dan menguempas tangannya sendiri. Ia memilih pergi.
Lingling memejamkan mata dibuatnya. Namun ternyata Andes hanya menertak dan menjauh. Lingling mengusap dadanya dan mencebik. Ia memilih melihat bagaimana cara Andes membuka keran air dan menyiapi dia air. Benda aneh
Wih ia sangat senang dibuatnya. Ternyata Ular itu mampu mengeluarkan air. Bauh sampo dan sabun sangat harum dan lembut. Dia juga bisa berendam membuat ia nyaman hingga ia tertidur dikamar mandi dan juga sedang berendam. Sunguh aroma terapi bercampur tanah yang basah akibat hujan yang sangat ia sukai itu memenuhi rongga dadanya. Ia tertidur tanpa tau jika dirinya sedang mandi.
__ADS_1
Dilain sisi sosok Lien yang sedari tadi mengawasi rumah yang ditempati Lingling dibalik pohon yang Lingling siapkan tadi terdiam meliriknya. Disana ia harus menunggu Lingling dan Chun.
Masalah makanan? Lingling sudah menyiapkan dua monyet untuk menyiapkan kebutuhan makanannya. Setiap pagi dan sore monyet selalu mengantarkan dia makanan buah buahan dan juga banyak hal. Jadi Lien disana tak perlu khawattir masalah makanan. Begitu juga minuman, sudah disiapkan monyet lain.
Lien jadi heran.. Bagaimana bisa Lingling bicara mengenakan bahasa hewan yah kan?
Namun karena ia bosan disana terus ia memilih keluar untuk mandi, ia harus keluar untuk membersihkan diri dan menyelidiki sekitarnya. Namun ketika ia keluar dari goa ia terhenti dan tertegun melihat sosok wanita yang datang dengan baju serbah merah merona dan riasan wajah tebal. Bibir tebal dan juga mengenakan senjata tajam membuat ia semakin tajam. Lien disana meneguk saliva kering melihat nya. Apalagi bodynya yang bak gitar sepanyol. Waw..
Bajunya sangat menjiplak tubuh menghoyah iman.. Eh ralat.. Ruangnya lien punya iman hahah?
Namun satu hal yang membuat ia tertegun. sosok itu datang bersama banyak orang dan mendekati para buaya yang tak lain para temannya Lingling.
Disana teman-temanya memberikan buaya buaya itu banyak makanan membuat Lien disana tertegun.
“ Ayo makan sayang. Kalian harus besar supaya bisa memakan manusia lebih besar dibanding kalian..!” Ujar wanita seksi dan juga bahenol itu.
Lien meneguk saliva orang dikalah seseorang mengangkat kepala manusia dengan darah disekitar lehernya. “Akhh kalian kasih dengan Rigi saja yah itu. Itu kepala khususu untuk dia. Sebab dia sedang Ulang tahun.”Ujarnya tersenyum menunjukan buaya yang ukurannya masih ada yang jauh diatasnya.
Namun sayangnya dia lebih bersih dan putih. Stop Lien..! bukanya saatnya kau mengagumi para buaya yang ada bukan?!!! Dan dari sini dia bisa tau jika para binatang disini memang dirawat dan diberi makan terutama manusia.
Lantas kepala siapa yang diberi? Kepala Vuang atau Wulankah karena mereka sudah kenyusup mereka?”T anyanya tertegun.. astaga ia melupakannya..!!
.
.
__ADS_1
...Jangan lupa tinggalkan jejak...! ...