
Ana itu seperti seseorang yang Andes kenal, cara ia yang tak takut menatapnya, cara bicaranya yang ceplas ceplos. Bedanya Andes ingat wanita itu tidak suka marah marah malah suka manja dan merajuk beda dengan ana yang tidak manja dan suka marah-marah. Karakter yang sama tapi ada juga yang beda.
Andes ingat jika yang sering ia ingat berwajah ceria dan selalu bahagia di setiap saat. Ana juga tapi bedanya ana cerewet sekali.
Tapi siapa? Andes tidak tau itu siapa, tapi andes yakin jika wajah ini familiar. Andes menyentuh wajah ana, tapi belum niat itu terwujud ana sudah membalikan wajahnya dna tangan andes mengambang.
Andes mengerjab sejenak menatap tangannya., andes mengusap rambutnya kebelakang.”loe apaan si Des??” gumamnya pelan menyakahkan diri sendiri sebelum pergi. Andes bergegas pergi meninggalkan ana.
Tanpa ia tahu ana belum sepenuhnya tidur.
Sedangkan Ana yang setengah sadar hanya melanjutkan tidurnya. Ana tidak bernbohong, ia mengidap darah rendah yang jika bangun langsung berdiri saja ia akan jatuh apalagi dibangunkan secara paksa dan di seret oleh andes seperti tadi. Itu hal buruk, membuatnya kehilangan keseimbangan.
Di dunia lain, Lingling menatap langit yang gelap, disini selalu gelap langitnya. Dan juga ia baru tau jiwa saat ini ia berpijak di tempat paling aman di hutan utara. Lingling tau dari bik Kira, istri Rain. Lingling belum menemukan identitas apapaun dari Qira, tapi yang pasti ia dengar Qira adalah istrinya sejak lama dan sudah memiliki dua orang anak, satu laki laki dan satu perempuan, dua duanya sedang di akademi.,
Selain itu Qira istri Rain yang memiliki wajah yang sama, mereka memiliki kebiasaan yang juga sama, kesukaan yang sama serta samahal kuatnya, semuanya nyaris sulit di bedakan. Lingling sangat sulit menelaah dibuatnya. apa yang ibunya sembunyikan?
Mereka bak pinang dibelah dua.
__ADS_1
“ Nona Lingling. Apa yang kamu lakukan di sini?” Tanya Wanita yang mendekatinya menggunakan mantel putih bulu serigala halus dibagian lehernya dan bagian bawah mantel berwarna hijau seirama dengan warna rambut dan juga bola matanya,. baju yang ia kenakan sangat kontras dengan warna kulitnya. Lingling menoleh tiga pulih drajat menatap wanita yang tak lain adalah istri Rain, wanita mirip ibu kandungnya. Wanita itu tersenyumlah mendekati Lingling yang terlihat menatapnya tertegun.
Qira ini sangat cantik, seperti dewi yang turun dari langit, kulitnya lembut dan halus, wajah yang bergurat sayu dna tegas. Mata yang bersinar biru snagat berirama dengan gelombang rambut miliknya. Lingling juga bisa tau apa lagi beda ia dengan ibunya,. Wanita di hadapannya ini lebih lembut dari ibunya. Lingling bahkan lupa berapa kali ibunya tersenyum kepadanya karena Qira sangat jarang tersenyum lembut, wajahnya sering datar tidak berekpresi, atau hanya sekedar tersenyum hanya senyum tipis, ibunya selalu bersikap anggun dan juga bijaksana.
Qira itu benar benar gambaran Dewi agung yang sulit untuk ditatap sangat lama. akh Lingling jadi merindukan ibunya.
Wanita idihadapan Lingling menepuk bahu Lingling yang sepertinya sedang melamun. “Apa ada yang aneh di wajahku?” Tanya wanita ini dengan tatapan Tanya kentara dikeningnya, sungraut garis samar terlihat dikening putih miliknya menatap Lingling penuh tuntutan jawab.
Lingling mengerjab, menggeleng dan berdehem. Lingling kembali menatap kedepan dan berdehem.”aku hanya bingung mengapa kalian tinggal disini, dimana jauh dari pradaban manusia lain, kalian seperti mengasingkan diri di sini. Disini padahal bahaya loh.” Jawab Lingling melirik sejenak mencari jawaban yang ia butuhkan." Katanya di sini banyak monster dan binatang buas." Lanjut Ling-Ling.
Lingling melirik wanita dihadapannya ini,, mengangguk paham apa yang dimaksud olehnya. “Tapi ini bukan masalah bahagia atau tidaknya kita dalam pilihan., tapi bukankah manusia itu mahluk sosial? Di sini bukan hal lumrah Monster dan juga banyak hal berbahaya yang jauh lebih bahaya yang di bayangkan. Apakah tidak ada alasan lain kalian berada di sini? Seperti sembunyi dari orang lain? Biasanya orang yang bahagia dan tenang ditengah hal yang membahayakan itu karena sembunyi.” Lingling menekan kata Orang di kalimatnya untuk menegaskan pertanyaan.
Yang artinya. apa kalian sembunyi dari seseorang?
Wanita ini yang tadinya mengangkat dagu tinggi menatap kedepan sekarang secara berlahan melirik Lingling. “ Manusia lebih mengerihkan dari monster. Monster hanya bisa menyerang dengan cara bersih, datang, serang dan bunuh, menerkam dan menghancurkan. Sedangkan orang orang? manusia ? mereka akan melakukan kamuflase hidup, memberi mimic wajah suka dan senang padahal membatin memaki dan mencaci, berkata manis dan sedap padahal dalam hati hanya ada sampah serapah kotoran. Terlihat baik padahal ada penvapaian menghancurkan lawann yang terobesional. Munafik dan menjadi domba berbulu serigala mengerikan lagi. melakukan kesalahan tapi membalik telapak tangan. “jawabnya tenang. Sangat tenang. Sampai tidak banyak yang bisa mengetahui emosional nya.
Lingling mendengar jawaban wanita ini kagum, ia itu seperti bagian dari ibunya, mungkin ia terlihat lemah lembut lebih dari ibunya. Tapi tata bicaranya sangat sama, menjawab bukan tanpa ideology, “ Manusia menyeramkan, tapi diri sendiri lebih menyeramkan karena memandang orang lain buruk. Bukankah kita bisa memulai pada diri kita sendiri untuk mengubah orang lain terhadap kita? katanya jika kita baik pasti akan dibalas baik, mungkin bukan dibalas langsung dari orang yang kita baiki, tapi orang lain yang di utus dari Dewa. “ Lingling bicara secara yakin dan tegas.
__ADS_1
Wanita ini tersenyum tipis mendengar jawaban Lingling.” Baik atau tidak itu urusan pribadi, tapi bukankah antagonis datang dari manusia yang baik tapi terasingkan? Bahkan tokoh baik atau prontagonis pun juga manusia paling jahat,, telah membunuh tokoh figuran agar ia terlihat berkilau dan menyiksa tokoh buruk agar kisahnya menjadi semakin menarik.” Jawab wanita ini tegas.” Lingling di dunia ini ada banyak hall yang tidak aku sukai, banyak juga yang tidak ingin aku suka, aku nyaman di sini, aku sudah memiliki cita cita dari dulu untuk hidup di dalam hutan bersama keluargaku dengan nyaman dan tenang . Disini aku bisa menemukan jiwa tulus dan suci.” Wanita ini tersenyum bangga pada Lingling.
" Jadi apakah kamu memang sedang bersembunyi dari kejahatan???" Tanya Linglung lagi karena jawaban Wanita ini terlihat seperti berputar dan menghindar.
Wanita ini terlihat diam sejenak. " Bisa jadi, tapi yang pasti aku nyaman di sini. " Jawab wanita ini gamblang.
Lingling mengangguk saja sejenak.”ibuku juga suka tempat yang jauh dari pradaban manusia, “ jelas Lingling. Wanita itu menatap Lingling menarik, seperti sangat tertarik.
Lingling mengangka bahu acuh.” Katanya udara di tempat sepi tanpa gangguan itu nyaman, tapi aku beda dengan ibuku, aku suka hal hal baru meksipun aku malas, suka berpetualang eh ibuku juga suka tapi aku lebih suka..” ujar Lingling bangga padda dirinya sendiri.
Wnaita ini tersenyum mendengarnya.”Ibumu terdengar menarik. Apakah dia sangat serupa denganku aku jadi ingin bertemu dengannya, apa dia secantik diriku?”tanyanya tenang, tenang? Bukankah tenang artinya sedang menyembunyikan sesuatu hal besar?
Lingling melangkah, mendekati bunga mawar hitam di depannya.”ibuku sangat suka bunga mawar hitam dan lavender, sama denganmu, “ uja Lingling memetiknya. Wanita itu hendak menghentikan Lingling.”dan ibuku juga suka memarahiku saat aku memetik bunga kesukaannya, ibu suka membuat aroma mawar untukku., akh ibuku suka lavender, wanginya menenangkan dan itu kebun yang tidak bisa diganggu siapapun.” Ujar Kingling tegas. Wanita ini diam mendengar Lingling.
Lingling mengingat wajah ibunya.”Ibuku lebih muda dari mu, tapi kamu tidak kalah cantik. Aku dan ibu jika berjalan berdua akan banhyak yang bilang kami saudara, padahal ibu jauh lebih Tua, aku merasa wajahku sangat boros.” Lingling kesal mengatakan hal itu.”Dan lagi ibu sangat baik, mudah memaafkan tapi juga tegas. Kalian mirip,, hanya ada beberapa perbedaan, tapi jikapun itu ada aku merasa perbedaan itu adalah pecahan sikap yang membagi tubuh, saling melengkapi dan bertolak belakang dari sikap alami manusia.” Lingling Melirik wanita dibelakangnya dalam.”apa kalian membeladiri menjadi dua sehingga kalian benar benar mirip?”Tanya Lingling dengan wajah serius kepada wanita di hadapannya ini, tatapannya sangat dalam saat bertanya.
Sedangkan perempuan itu terlihat diam menegang dihadapan Linglung.
__ADS_1