Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)

Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)
Desa terpencil


__ADS_3

Ana mendenggus.” Tapi bau mulut bapak bau es dawet saya.” Ujarnya polos.


Andes menegang disana, Andes semakin gelagapan.” Mana ada. Mulut saya itu wangi. Udah lah. Ngomong sama kamu kampungan bikin kepala saya sakit. Habisin tu es nya.” Ujar andes kesal kepada ana.


Ana mendenggus.” Santay toh pak kalo nggak,. Enggak usah ngegas. Ini jantung saya cenat cenut,” gumamnya dengan memelas,.


Andes mendengus menaiki tangga. Mata andes memejam kesal dan menghela nafas marah. Kenapa bisa dirinya teledor sekali. Andes mengusap pipinya dan juga mulutnya. Andes malu. Bisa tidak ia menghilang dimuka bumi?


Sedangkan Ana yang melihat Andes menjauh menghela nafas, menatap es yang ia beli tadi tinggal satu.” Kok bisa hilang yah es nya?" gumamnya kesal. Ana menghela nafas membuka esnya untuk di taro di dalam gelas untuk ia makan lagi. ana menghela ikhlas saja. Mungkin memang bukan rezekinya.


Ngomong ngomong lagi yah, tadi tu bau mulut andes tadi benar benar bau es Dawet loh. Ana tidak berbohong, suer.


Hari berlalu begitu cepat. Ana menjadi semakin sibuk karena mengurusi Lili yang sudah bisa membuka mata lebar dan menatapnya, keyna yang kadang sibuk dengan perusahaan yang ia pimpin jadi sedikit kurang waktunya di rumah. Ana senang jika begini, ia bisa merasakan hidup selayaknya hidup., ia jadi tidak hutang budi.,


masalah andes? Sepertinya dia parmanen yah di rumah ini. Ana kadang sangat eksal melihat andes yang malah terus tinggal disini. Berkali kali ia bertanya pada Keyna kapan ia pulang tapi Keyna malah menjawab santai kapan Andes ingin saja. Apa keyna tidak hitung makanan mereka berkurang jika andes di sini...!!!


Kan rugi yah kasih makan Andes. Andes banyak maunya. milih-milih juga.


Lingling menghela nafas menatap kedepan. Maish ditempat pengasingan ini, ia melangkahkan menuju desa yang berada di seberang ini, dimana desa tepat orang orang terbuang dna juga berkhianat. Saat lingling memasuki desa ia terkaget dan tertegun. desa ini sangat mengerihkan, berada di tengah hutan gelap. Ia menatap jijik air air di sekitar berwarna hitam. Orang orang juga tidak ada disini. Dimana desa yang di sebut kaisar langit itu?


“ tidak ada yang bertahan selama lebih dari dua bulan yang tinggal disini LIngling. Disini iti tidak ada matahari, air nya juga beracun dan mengandung alga hidup dalam usus jika di konsumsi. “ tegas Rian kepada Ling-Ling dari belakang.


Lingling menoleh dan bertanya.” Loh katanya tidak begitu?”Tanya Lingling heran. Kata kaisar atau orang lain ini hanya tempat pengasingan mereka bukan mematikan mereka. Jika mematikan itu kan berbeda dengan melarat. Jika begini kan mereka melarat lalu mati. hahaha apa bedanya malah lebih parah.


Rain menghela nafas pelan.” bukan masalah itu LIngling. Tapi biasanya penghukuman pengasingan ini dilakukan karna tingkat atau derajat orang yang melakukan kesalahan fatal jadi para tetinggi sulit memilih hukuman. Jika memberi hukuman gantung atau mati maka bisa jadi itu menyebabkan perang.,. jika hukum penjara maka takutnya akan da penyusup. Karena ini penghukuman di negeri pengasingan ini terjadi. Pengasingan ini sama hal dengan hukuman mati tapi di halusi oleh para tetua kerajaan. Barang siapa yang hebat mungkin bertahan tapi bagi yang tidak maka tidak mampu bertahan maka akan segera mati.” Tegas Rain.


Lingling melebarkan mata.” Jadi maksud mu aku di usir disini karena kaisar langit hendak membunuhmu? Dia tidak bisa memberikan aku hukuman mati karena derajatku yang tinggi?” Tanya Lingling tidak percaya.


Rain mengangguk kepalanya.” Iya bisa jadi sih. “ jawabnya prihatin dan sulit di percaya.


Kaisar langit mengapa ingin membunuhnya? Bukankah itu terlalu kejam untuk dikatakan hukuman dirinya?

__ADS_1


Rain mnenghela nafas dna berdehem.,” yah memang sebenarnya kesalahan apa yang kamu lakukan ?”Tanyanya pada Lingling


Lingling terdiam sejenak menatap Rain.” Tidak ada kesalahan, hanya karena kecerobohanku.” Ujar Lingling pelan. mengambil tempat untuk dijadikan tempat duduk, ia menguap dan mengambil tali yang ada di sana, ia menatap dahan pohon dan melempar tali tersebut dan tali terbuat melingkar di dahan pohon menjadi untaian. Lingling menguap dan meniduri tali tersebut.


Rain menatap Lingling kaget, ini sama seperti Qira. Tidak banyak yang mengetahui teknik ini. dari mana Lingling tahu? “ sebenarnya kau ini siapa?” Tanya Rain dengan tertegun.


lingling menggaruk pelan lehernya dna menatap Rain dengan malas.” Aku sih raja hutan haha canda raja hutan.” Gumamnya terkekeh.


“ aku yah Lingling.. “ ujar Lingling pelan.


Rain menghela nafas.” apa masalahmu hingga di asing kan di sini?” Tanya Rain pelan


Lingling mengerjab sejenak. ” yah karena aku pergi dari dunia ini menuju dunia modern, hanya itu.” jawab Lingling.


Rain melebarkan matanya, dunia modern. Mulut rain hendak terbuka tapi terkatup kembali. Lingling Melirik sejenak lalu menidurkan diri. Tidak ada yang harus ia helaskan. Rain orang asing yang tidak harus tau tentang dirinya.,Lingling memikirkan hidupnya yang di asingkan selama satu tahun di sini. Ia tersenyum dengan kekehan.


” Kau tau desa yang terpencil di sini? Kau tau kerajaan kecil yang katanya paling miskin di benua ini? “ Tanya Lingling pelan.


Rain menaiki satu alisnya. Ia tidak paham mengapa Lingling sampai di jatuhi hukuman pengasingan, seakan Lingling menutupi akses pertanyaan dirinya. Lingling menyembunyikan sesuatu darinya. Lebih tepatnya ia berhati hati padanya. “ ada.. kau jika menggunakan telepotasi hanya sekitar satu jam, di sana tempatnya sangat tandus karena kekurangan mata air.” Ujar Rain.


Rain menahannya.” Jangan, itu sangat berbahaya. Katanya disana sangat kekeringan sampai burung pun menunggu bangkai manusia yang hampur mati, disana tidak banyak tumbuhan yang bisa ditanami. Rajanya bahkan sudah hendak menyerahkan kerajaanya pada raja lain yang lebih besar dan lebih kuat tapi kerajaan lain tidak menerimanya. Kerajaan ini terkenal sangat miskin. disana juga ada gas beracun sehingga beberapa orang tidak bisa hidup di sana.” Tegas Rain lgi.,


Lingling menatap Rain dengan tatapan serius.” Karena itu, aku semangt tertarik kesana.. haha ini sepertinya menyenangkan.” Ujar Lingling segera mendekati Rain. Rain menganaga lebar. Menyenangkan? Hey ini pertaruhannya nyawa bukan main main loh tapi ia berkata sangat seru?


Lingling melangkah mendekati rain.” Terimakasih paman atas informaisnya. Btw paham sangat mirip dengan pamanku namanya Wolf.” Ujar Lingling terkekeh. Ia melangkah menjauh.” Sampai jumpa paman, kapan kapan aku akan kesini.” Ujar Lingling meninggalkan Rain.


Rain yang hendak beryteriak tertahan karena Lingling sudah melangkah di atas angin dan menjauh dari sana. Rain mengernyitkan dahinya. “ Wolf? Woolf nama buatan Qira untuk adikku?” gumamnya pelan.


Rain tersentak menatap Lingling yang sudah menghilang.” Apa katanya tadi??? Siapa dia sebenarnya?” gumamnya dengan nanar. Rain memiliki firaasat buruk dalam hidup. Rain menatap sejeliling dan kembali menuju gubuknya saja. Ini tempat sangat berbahaya.


Astaga Rain bahkan lupa mengatakan kepada Lingling jika tempat yuang akan ia datangi ini akan banyak binatang buas yang suka menghancurkan tanaman para petani. Rain berdecak pelan.

__ADS_1


Sedangkan Lingling menghela nafas dan mengusap kepalanya nanar. Ia sangat lelah berjalan di hutan. Ia menatap buah yang ada di atas kepalanya. Buah ketupak. Asam manis dan berair. Ia mengambil dua dan memakannya pelan. Manis. Ia tersenyum dan mengambil kantong di balik bajunya yang sudah terisi beberapa buah yang tadi ia ambil dan memungut buah tersebut. Ia memungut cukup banyak barulah melangkah kembali.


Ia menatap air yang mengalir di dekatnya. Ia segera turun dan mengambil air tersebut untuk ia minum, ia mengambil tabung air di sisi bajunya dan menaruhnya di dalamnya.. luar biasa ia cukup lelah disini memang sangat jarang mata airnya.


Lingling menatap sekeliliung.” Wahhh ini harus aku tandai..” gumam Lingling. Ia segera memainkan tangannya membuat pola... ia menghentakkan kakinya dan beberapa bagian tanah retak dan longsor.


Air yang tadinya jernih menjadi kotor dan melebar ke beberapa tempat yang sudah membesar. Lingling menarik tubuh hingga melayang di udara. Ia memainkan angin dan memutar di arah air. Air tersebut bergelombang dan melebar menjadi lebih jernih meski masih sedikit belum penuh.


Lingling membentuk bibirnya hurup oh. Wah ini cukup menarik, ia bisa melebarkan air yang tadinya sangat kecil menjadi lebih luas, seluas kolam. ia melihat mata air yang mengaliri danau.


Cukup banyak dan juga deras. Lingling tersenyum.” Gangga Lingling. Ingat ini adalah kolam ku hahaha.” Lingling memainkan tangannya di dekat pohon sebelah danau buatannya dan menulis kecil hurup menggunakan api kecil ditangannya dengan tulisan gangga Lingling. Lingling tersenyum dan kembali melangkah menjauh. Tanpa di sangka itu semua dilihat oleh lelaki yang tak jauh dari sana.


“ dia dewi..??” Tanya temannya dengan kagum dan takjub. Di sebelahnya diam menatap Lingling yang menjauh meninggalkan danau buatannuya dalam kilatan menit. mereka berdua mendekat dan melihat danau itu dengan binar terang.


Keduanya turun dari kuda masing masing dan kuda mereka pun mendekati air dan menikmati air yang sudah jernih dan besar itu. kuda meminum air dan merekapun juga sama, temannya menggeleng takjub.” Ini air.. kita kedatangan dewi.. kita kedatangan Dewi.,” teriaknya bahagia.. ia sangat bahagia sampai ia tertawa sangat keras,.


Temannya disana tersenyum tipis. Wajah gadis itu sangat cantik dan juga kepiawaiannya yang luar biasa.” Yah dia sepertinya dewi... mari kita beri kabar gembira pada raja. Bahwa kita mendapatkan mata air baru.” Ujarnya dengan tegas.


“ Baik putra mahkota.. kita harus memberitahu ini kepada baginda raja.” Ujar temanya tegas. Mereka segera mengisi air dibotol minum mereka sebelum melangkah meninggalkan danau. Putra mahkota menatap tulisan yang dibakar. Ini salah satu yang membuatnya kagum. Gangga Lingling.. lingling? Ia tersenyum lebar.


Baik ia akan mengingat nama ini sampai di kemudian hari . Dan akan menemukan Linglung untuk di takdir kedepannya. ia pastikan itu.


Lingling adalah harapan bagi rakyat dan ia yakin jika Lingling adalah Dewi yang di utus untuk membantu kerajaan.


...----------------...


Lingling melangkah memasuki desa yang memang sangat buruk. Lingling mengerjab menatap tempat ini, sebagian dari warga sangat kurus, rata rata disini orang orang sangat kurus dan tidak terawatt. Ia jadi prihatin. Lingling melangkah lebih dekat dan menatap warga yang menjual beberapa milik mereka. Lingling tidka punya uang atau apapun saat ini, hanya punya dua baju dan buah yang tadi ia petik.


Saat ini Lingling sampai tak lupa ia menggunakan cadar dan melangkah kejalanan. Langkah Lingling di tatap warga penasaran dan Lingling acuh akan hal itu.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2