Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)

Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)
Menikahlah


__ADS_3

“ Ana..!!!! Lili pup, bersihin popoknya..!!!!!” Teriak keyna melihat Lili buang air besar mengernyit jijik saat ini mereka sedang berada di meja makan malam bersamaan ada alka, ada andes juga dan ada ayahnya Keyna Jaya. Dia kemari untuk menjenguk cucu pertamanya, kemarin kemarin dirinya belum bisa ke sini dikarenakan sempat terkena covid jadi tidak bisa dan harus di isolasi. Dan sekarang ia berada di tengah tengah mereka semua yang ada di sana tersenyum bahagia melihat anak Keyna.


Jaya melihat anakmnya kesal.” Yo anak mu sendiri gantiin lah key. Masa harus nyuruh pengasuh buat gantiin popok.” Ujar Jaya ketus kepada Putrinya yang malah memanggil pengasuhnya Lili hanya untuk menggantikan Lili popok karena buang air besar. Padahalkan simple.


Keyna menggeleng pelan.” yo kalo papa mau yah papa aja yang ganti. Key nggak mau.” Jawab Keyna dengan malas.


Jaya melotot menatap Putrinya.” He kamu sama papa gitu. Durhaka kamu.” Ujar jaya.


Keyna menunjukan cengirannya.” Bukan begutu pa. aku nggak tahan sama pup Lili. Bauk, lagi pula biarin lah ana aja yang gantiin, dia udah Pro.” Jawab Keyna lagi agar jaya tidak memakinya dan mengatakan dirinya anak durhaka.


Jaya mendengus.” Dasar. Ibu macam apa kamu ini, dari Airon sampai Lili tidak mau gantiin popopok anak. Sini papa saja, kasih Lili ke papa.” ujarnya. Keyna berdecap dan memberikan anaknya kepada Jaya.....


jaya disana tersenyum menatap Lili yang terkekeh melihatnya.” Yaampun cucunya kakek Itu lucu sekali. Pupnya aja halum. Uwuwu uwuw.” ujarnya dengan tersenyum semangat. Kakek mana sih yang tidak bahagia punya cucu cantik begini.


Keyna mencebikkan bibirnya melihat tingkah ayah ya. Jaya membuka celana Lili dna mulai membersihkan pupnya. “ Hmm halum sekali.”


“ pa sumpah nggak lucu, mana ada harum.” Ujar keyna. Andes dan alka terbahak melihat kedua anak dan bapak itu. Jaya yang selalu menggoda Keyna dan Keyna malah menatap ayahnya aneh.


" Emang harum Kok. kamu aja dasar." Ujar Jaya. Key mendengus.


Ana yang tadinya dari dapur membersihkan alat makan Lili datang dengan tangan yang sudah bersih. Menatap Lili yang ada di kakeknya.” Eh pak biar saya saja tidak apa apa.” Ujar Ana segera.

__ADS_1


Ana pikir dirinya terlalu lama dibelakang./


” maaf tadi cuci piring sebentar. Mau di tinggalin tapi udah mau selesai.” Ujar Ana lagi mencoba menjelaskan.


“ iya tidak apa apa. Seharusnya ini memang tugasnya si punya anak. Ini mau buatnya saja tapi tidak mau mengurusnya. Edan emang.” Ujar Jaya menyindir Keyna lagi.


“ Pa... aku udah ngurus LIli lah.” Jawab keyna frustasi. Kenapa selalu di salahkan padahalkan hanya menggantikan popok?


Jaya mendelik.” Yah kalo tidak ada Ana siapa yang bersihin Pupnya Lili? “ Tanya Jaya lagi melotot.


“ yah di sini ada banyak orang loh. Ada Andes juga, ada Alka juga. Andes sering tu bersihin pup Lili.” Ujar Keyna menunjuki andes.


Jaya melirik Andes yang diam saja dari tadi.” Nah ini, kamu tu mulai dari Airon, Lili kayaknya udah manteb nih jadi bapak. Kenapa belum nikah dna punya anak sendiri? Nannti biar papa jadi yang jadi wali kamu.” Ujarnya Jaya segera menyuruh Ana membersihkan bokong Lili. Ana mengangguk mendekati mereka. Sedangkan Keyna mengusap dada bersyukur Jaya terkecoh.


Jaya melotot.” Ini sama aja. Ini syukur syukur Alka mau sama Keyna. Kalo nggak bisa aja nih Keyna nasihnya sama kayak kamu. Jomblo sampek udah keriput.” Ujar Jaya kesal.


Andes mendengarnya terkekeh.” Yah mau nikah ada calonnya loh pa. ini nggak ada calonnya gimana mau nikah?” tanyanya Alka mengejek kepada Jaya. Andes memutar bola mata malas mendengar Alka yang mengejeknya. Setiap ada kesempatan pasti dia akan mengejeknya.


Jaya menggeleng “ Muka ganteng., kaya raya, harta berlimpa. Apa lagi yang di cari. Cari cewek yang tulus, baik dan sayang. Saran papa carilah cewek yang sabar dan baik. Jangan lupa yang bisa merawat diri nak. Kamu kan kaya yah jadi pasti nanti akan dibawa kemana mana dan diberitakan besar besaran. Dan jika dia tidak setara sama kamu kasihan sama ceweknya yang akan dibuli masal sama netizen, dibilang nggak cocok lah, nggak setara lah. Cari juga yang kaya sama kayak kamu kalo bisa. soalnya kalo orang yang dari bawah tiba tiba banyak uang dan kaya raya susah penyesuaiannya.” Ujar jaya lagi tegas.


“ Yo papa matrek banget sih.” Ujar keyna mendelik kepada ayahnya. Padahalkan di sini ada ana. Ana bahkan mendengarnya terlihat tidak nyaman, tapi masih tetap memakaikan Lili celana telaten.

__ADS_1


“ mau dia miskin atau kaya, jelek atau cantik. Yang terpenting sayang sama Andes itu aja sih. Andes kan udah kaya jadi ngak apa apa lah.” Ujar keyna lagi menengahi.


Jaya menggeleng.” Bukan masalah kaya atau enggaknya. Tau kebiasanya keyna yang berbeda, kebiasaan hidupnya. Kamu pernah dengar tidak pepata yang berkata jika sikap seseorang akan terlihat jika dia diberikan karunia banyak uang.” Ujar Jaya kepada andes dan Keyna. “ jika orang kaya yang memang sudah bisa melihat uang banyak maka mereka tidak akan tamak, mereka juga merasa akh mereka juga punya uang, mereka tidak akan haus beli ini dan itu sebab sedari kecil memang diberikan ini itu sama orang tuanya. Mereka sudah biasa. Berbeda sama yang belum atau dari kalangan bawah. Diibaratkan mereka belum pernah melihat banyak uang maka saat melihat mereka akan kaget. Pasti apapun yang merek inginkan selama ini mereka akan beli dan menjadi serakah dan sombong. Yah tidak apa apa kalo sombong tapi takutnya warna asli sih dia berubah seiriing berjalan waktu karena uang ini.” ujar Jaya.


Andes tercenung mendengar jaya. Keyna pun sama, sebab selama ini tidak pernah terfikir. Bagi mereka mau nikah sama sih miskin atau sih kaya. Jaya menghela nafas.” papa ini sudah banyak makan garam, kamu sendiri sudah tau kan hidup papa ini gimana dan kamu jaid korbannya, itu juga karena papa ngambil perempuan miskin. karena itu papa nggak mau Andes salah pilih.” Ujar Jaya tenang. “ papa udah menganggap Andes itu anak papa, kalian tumbuh bersama sama dan saling mendukung. Papa mau yang terbaik untuk dia.” Lanjutnya lagi. Andes tersenyum tipis. Akhhh terimakasih papa.


Sedangkan ada Ana yang diam diam menatap Lili masam, kenapa dirinya sakit hati sih dengan perkataan Jaya?


kan kata Jaya itu benar jika yang kaya nikahnya sama yang kaya bukan sama yang miskin. hehe. Ana mengepalkan tangan,


Seusai bicara dengan Jaya Andes memilih pergi ke club. Berjanji kepada rombongannya kesana dan berkumpul, sudha lama andes tidak main ke sana. Andes juga sedikit rindu dengan minuman yang ada di sana. Langkah kaki andes membuat setiap mata meliriknya,, baik kaum hawa yang terpesona akan tampangnya dan para kaum hawa yang iri akan ke gagahanya saat keluar.


Andes mengusap pelan jasnya yang terlihat kusut lalu melangkah lebih dalam dengan mata tajamnya. Brak,,, Andes terkaget, belum terlalu jauh berjalan tubuhnya ditabrak kuat seorang perempuan. Perempuan itu melihatnya kaget lalu melihat kedepannya.


Perempuan itu menatap lelaki di depannya dnegan tatapan bengis dan tajam., plak plak...” sialan loe..!!! mati aja loe.” Teriaknya kepada sosok lelaki menmggunakan jas merah marun bersama perempuan yang jug menggunakan dress maroon super saxy di sana. Perempuan itu nafasnya naik turun meengambil bir juga sembarang di sana,


byur. Ia lempar bir itu ke wajah mereka berdua yang di hadapannya menantang.


Semua menatap mereka dnegan tatapan penasaran. Lelaki dan perempuan yang diperlakukan oleh dia tidak terima, lelaki itu mendekati si perempuan dengan tatapan marah.” Loli.. aku bisa jelasin, aku sama temen kamu Cuma jalan bareng. Aku bisa jelasin.” Mereka pikir lelaki itu akan marah. Ternyata dia mendekat untuk menjelaskan hal itu kepada Loli.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2