Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)

Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)
Kantor


__ADS_3

Keyna menatap jam ditangannya.” Aduh kamu antarkan makan siang andes gih. Dia baru udah sembuh pasti itu kerja nya lembur bagai kuda Sampek lupa waktu dia tu. Dia bakal lupa makan siang. Nanti dia sakit lagi. saya mau ke kantor alka untuk nganter dia makan, Sana.” Ujar keyna pada ana.


Ana mendengus.” Nggak mau laah bu. Nanti di usir gimana? “Tanya ana tidak mau mengantar makanan kepada Andes. Ana sangat menghindari berurusan dengan Andes yang ujung ujungnya akan membuat dirinya debat dan dirinya yang kalah. ana tidak suka.


Keyna mendelik. “nggak akan, nanti kamu bilang aja orang suruhan nyonya Keyna. Pasti dikaish lift VIP kamu dan di kawal Sampek ruangannya Andes. Andes itu baru sudah sembuh loh. Kalo dia sakit lagi kamu yang bakal ngurusin dia. “ tegas keyna pada Ana. Sekalian mau comblangi kedua manusia ini. lelah juga Keyna melihat Andes yang terus terusan di rumahnya ini. seperti tidak ada rumah lain saja


Ana mendengus.” Nanti Lili siapa yang jaga?”Tanya ana pelan.


Keyna menggeleng.” Bisa saya yang jaga. Tenang itu, kamu pergi sana.” Ujar Keyna geregetan.


“ saya aja deh yang nganbter makan pak alka. Ibu yang andes.” Ujar Ana masih berusaha menolak.


“ngawur kamu.” Sahut Keyna tidak terima.” Suami saya kan alka bukan andes, bisa kiamat dunia kalo Alka tau. Kamu belum tau aja gimana cemburuannya alka. “ ujar keyna.


Ana tersenyum masam mendengarnya. Dia lupa alka kan suami bu Keyna. Mau tidak mau ana mengangguk menuruti ucapan keyna.


Berakhirlah disini sekarang, di depan gedung besar yng entah berapa tingkat. Ana mengerjab kagum melihatnya. Ternyata iini perusahaan milik andes, ana dulu selalu melewati gedung ini biasanya sangat kagum dan juga tercengang. Tapi kali ini ia tidak percaya jika berpijak di gedung ini.


Ana sampai gugup mendekati scuiry berbaju hitam di depan pintu. Ana merapihkan baju nany miliknya, sebenarnya Keyna tidak mewajibkan tapi Ana mau, Ana suka melihat aju nany. Bagi ana ini lucu mangkanya dia punya. Bahkan dia sendiri yang menempa. Baju nany bewarna hitam dan bergaris putih. Bandoo hitam putih berbentuk pita. Ih seperti Nany yang ada di film kartun yang sering ia tonton. Lucu.


Sendalnya pun juga hitam putih. Dia memang suka dnegan hal hal berbau imut begini.


“permisi kaka ada yang bisa kami bantu?” security menatap ana.


Ana gugup menggaruk pelipisnya.” Anuh pak, saya orang suruhan nyonya Keyna. Saya nanynya Lili anaknya ibu Key disuruh nemuin pak andes.” Jawab ana gugup kepada Scirity.


Scurityu menatap Ana menyidik.” Maaf apa ibu bisa beri saya bukti? Maaf jika kurang nyaman tapi ini prosedur perusahaan, takutnya ada penyeludup.” Tegas scirity.


Ana mendadak gelisa, mengeluarkan hp miliknya. Iia menujukan isi pesan pada security.” Pak tadi nyonya Keyna kasih ini, katanya kalo saya nggak di suruh masuk saya harus kaish chat ini. kalo bapak nggak percaya keasliannya bapak bisa cek nomornya.” Ujar ana sopan memberikan hpnya. scurity menerimanya dan membacanya.’ Dia utusan saya. Biarkan atau kamu saya pecat..!!

__ADS_1


sciurity mendadak gugup memberikan hp tersebut,.”maaf yah nona. Saya tidak tau dan maaf sudah membuat Mona tidak nyaman dengan pelayanan kami . Mari saya antarkan ke ruangan pak andes.”ujarnya membawa ana.


Ana mengerjab takjub. Wah nyonyanya sangat dihormati. Ia merasa berada di dunia novel jika begini. Ia melangkah mengikuti security sampai di dekat ruang resepsionis scirity ditanya oleh kariyawan.” Dia siapa pak? Pacar barunya yah?”Tanya perempuan berbaju seksi itu kepada scurity.


Scurity menggeleng dan berkata.” Urusan nyonya Keyna.” Jawabnya.


Tiba tiba wanita terdiam menatap ana dengan takut, segera pergi membuat Ana menatap mereka bingung. Kenapa mereka seperti sangat ketakutan? Wajahnya tidak sejelek itu loh melihat wajah ana yang bingung membuat sciriry terkekeh.”itu dia takut karena nyonya Key dipandang sangat kejam. Jadi mereka takut.” ujarnya pada ana.


Ana menatap tajam scurirty.”kejam? sembarangan. Nyonya Keyna sebaik itu dibilang kejam.. kamu kamu ngomong jangan sembarangan dong,,!!!” tegas Ana dengan melotot kepaa security.


Scurity yang dipelototi sedikit salah tingkah. Mengharuk tengkuk, enggan melanjutkan lagi pembicaraan mengenai keyna. Siapa yang tidak mengenal keyna sih di kantor ini? dia itu dikenal angat dermawan dan juga kejam, kantor yang ia bangun itu bekerja sama erat dengan kantor andes ini, bahkan bisa dikatakan mereka itu saling berhubungan.


.


Meksi begitu banyak orang yang betah bekerja di perusahaan andes dan juga Keyna. Siapa yang tidak betah coba jika gaji besar, tempat kerja yang nyaman, konsumsi di sediakan, bahkan tunjangan cuti mereka sampai 8 bulan dan biaya persalinan yang ditanggung perusahaan. Mereka sangat memberikan eport kepada pekerkja mereka.


Ana di antar menggunakan lift VIP beneran seperti yang dibilang Keyna. Ana kagum melihat bagian bagian kantor ini. karyawan biasa hanya dibatasi petakan biasa dengan komputer masing maisng, lantai yang ia naiki ini cukup sepi, hanya ada beberapa ruangan yang di depannya ada ruang tunggu, ada sekretaris dan yang terakhir itu ruangan paling ujung ruangan yang terlihat paling megah. Ana di antar menuju ruangan tersbeut, ternyata lantai ini juga ada scuritynya. Scurity disini perempuan, tapi lihat perempuannya. Luar biasa gagah dan juga dingin. Bisa dikatakan dia setara dengan lelaki jika dilihat dari perawakannya.


Saat ana hendak masuk, ia ditahan oleh scirity. Scurity tersebut menahannya sejenak.” Maaf nona, apa ada yang bisa kami bantu?” Tanya wanita itu dingin. Ana menjadi gugup ditanya begitu oleh security ini. ia berdehem menatap ana tajam.s ebenarnya tidak tajam, memang mata scurity nya aja matanya yang sangat tajam.


Ana jadi salah tinghkah dan gugup.” Saya di suruh antar makanan ini sama pak andes oleh bu Keyna. “ ujar ana dengan gugup, menahan diri agar tidak meledak tangisan takut.


Acurity itu mengangguk paham mendengarnya.” Tunggu sejenak yah bu, di dalam masih ada tamu. Ibu bisa duduk di kursi.” Ia mempersilahkan Ana duduk di kursi sofa di depan ruangan andes, ana mengangguk paham dan duduk di sofa yang di suruh. Ana menepuk sejenak sofanya dnegan pelan.


uh sofa kantor ini saja sangat halus dan lembut. Ana jadi berfikir, dulu saat ia bersama orang tuanya bahkan tidur di atas papan yang beralaskan kasur tipis yang dikasih oleh tetangga yang pindahan. Jika bangun tubuhnya akan pegal pegalk seperti digebuk oleh orang sekampung. Tapi lihat sekarang. dirinya malah iri melihat metreka yang duduk begitu empuknya.


Ana menatap jam yang ada dan memandang jam yang ternyata sudah jam 1, ia menatap lain arah dan mengetuk ngetuk kotak nasi yang ia pegang. Sejenak ia merapikan masker yang ia kenakan sebab Keyna menyuruhnya untuk bersembunyi. Jadi ia harus menyembunyikan wajahnya. Hampur satu jam ia menunggu membuat ia mengantuk. Ana menghela nafas menatap scurity.


Satpam meliriknya dengan tersenyum tipis menyuruhnya sabar.” Gini banget yah orang sibuk. Masih lama mau ketemu mbak? Saya tidur dulu yah.” ujar Ana pelan. satpam mengangguk membuat ana menguap. Ana memejamkan mata dan memeluk kotak nasi yang ada ditangannya. Tak butuh waktu lama, ia tertidur lelap. Lupa jika dirinya bukan berada di ruimah dan duduk di sofa. Sofa ini sangat nyaman dan halus. Jika dulu ia harus tidur di papans ekarang ia tidur di sofa mana tidak nyaman?

__ADS_1


Satu jam dia tidur tamu bartu keluar membuat scurity mendekat dan menatap ruangan pak Andes dengan pelan, di depannya ada sekretarisnya membuat ia bertanya “ pak andes apa bisa di temui? Tadi ada orang suruhan mbak key kesini buat ketemu beliau.” Tanyanya.


" Bentar yah saya tanya pak Andes nya dulu. " Ujarnya dengan formal. Scurity mengangguk dan keluar dari ruangan. Ia menunggu sembari menatap Ana yang sudah tertidur dengan mulut yang terbuka dan liur yang sudah menetas kemana mana. ia tersenyum masam jika begini kan sofa itu harus di cuci. takutnya nanti ada tamu.akan.membuat aroma tak sedap.


Berselang beberapa menit Sekretarisnya menganguk menyuruh tamu menemui andes." Silahkan mbak."


Barulah satpam mendekati Ana dan menepuk pelan lengan Ana.” mbak,. Pak andes sudah bisa ditemui.” Ujarnya.


Ana menguap dan membuka mata linglung., ia mengerjab pelan menatap liunglung satpam. scurity tersneyum tipis.” Silahkan masuk mbak.” Ujarnya kepada ana. Anna mengangguk linglung, mengingat dirinya dimana. Tiba tiba matanya melotot. Ia ingat dirinya berada di kantornya Andes, tatapannya menuju jam ternyata ia sudha tidur satu jam lebih. Huh andes sibuk sekali rupanya hingga harus menunggu dua jam baru bisa bertemu.


Saat masuk, ia ditemui ruangan full ac.


Dingin sekali, tempat duduk bsar di dalam, ada dua, satu sofa dan satu meja bundar berisi kursi lain, lalu kursi untuk andes duduki dan duduk di depan andes. Andes melirik Ana yang datang heran. Ana gelgapan melirik scurity tadi. Tapi ia sudha pergi meningalkan ana disana sendiri. Ana membuka mmastkernya dan tersenyum cengengesan pada andes.” Halo pak, saya di suruh nyonya Key buat nganter bapak makan siang. Katanya takut bapak lupa minum obat juga. Bapak lupa bawa obat kan? “ ia memilih duduk di salah satu sofa yang ada di ruangan. Ana menaruh kotak makan di atas meja, melirik ruangan yng banyak buku dan juga mab mab tersusun, lemari kaca yang juga berisi bnyak arsipan, piala piala membuat ia tercengang kagum


Andes melihat dan mendengar Ana pun mengangguk paham, ia kembali melanjutkan pekerjaannya tidak mempedulikan Ana. Ana yang tidak di jawab atau dipedulikan menatap andes dengan kesal.” Pak saya udah kesini loh, terus nunggu bapak dua jam biar bisa ketemu, terus disini saya di kacangin? Pak sombong banget nanti jatuh miskin tau rasa.” Ketus ana kesal. Dari kemarin diinya di diami terus. andes ini bukan dingin di matanya, tapi sombong..!!! sedingin dinginnya orang tidak ada yang seperti andes ini.


Andes itu sombong bukan dingin.


Andes mendengar ucapan ana tidak menanggapi sejenak, tapi saat ana ingin bicara lagi ia baru angkat biara pelan.” kamu bisa pulang sekarang.” ujarnya. Sudah hampir tiga minggu dirinya tidak di kantior, sangat banyak kerjaan yang menumpuk, yang harus dirinya kerjakan, dank arena itu dirinya tidak sempat jika hanya untuk berdebat dengan ana.


Ana mendengar ucapan andes mendelik tidak suka.” tapi nyonya Keyna nyuruh saya buat pastiin bapak makan atau tidak bekalnya. sekarang udah jam dua bapak belum makan. Jika saya pulang tanpa lihat bapak menghabiskan makananya saya bukan orang yang amanah. “ tegas ana dengan polos dan juga geregetan kepada Andes ini.


Andes menghela nafas. keyna keyna keyna. Andes pusing mendengarnya, ia menatap ana dengan tajam.” Taro di sana nanti saya makan.” Ujar andes tegas tak mau di bantah.


Ana menatap andes tidak setuju.” Pak makan, bukan Cuma taro disini. Saya mau lihat dan laporan sama nyonya bapak makan,. Kalo nggak katanya bapak bakal di usir dari rumah.” Tegas ana. Kata Keyna tadi begitu jika andes menolak makan siang yang di siapkan.


Andes mengepalkan tangan. Ia menutup berkas dan menduduki diri di dekat ana, ia mengambil bekal tak banyak bicara dan menatap bekal yang di sediakan. Ada udang, ikan dan juga sayuran lain. Andes mengambil nasi dan memakanya tampa bicara pada Ana. Ana disana diam menatap andes yang makan di depannya. Benar benar sombong, kenapa dirinya tidak ditawarkan? Atau bicara sedikit begitu kan? ana mendengus melihat andes yang songong.


Ana membenci Andes yang sombong.

__ADS_1


__ADS_2