
Ana mengangguk.” Baik pak. Maaf.” Ujar ana. Mike menghela nafas dan Keyna mengeleng pelan melihatnya. Mike ini terus bersikap buruk ke siapa yang tidka ia kenal, takutnya nanti dia malah menyesal lagi melakukan hal buruk begini. Mike sangat tidak terkontrol.
“Lanjut.” Ujar Alka makan keduanya. Mereka pun lanjuti makan tanpa bersuara. Ana yang tidak selera makan dan Mike yang melanjutkan makan biasa saja. Tapi ana akui jika orang orang di dekat Keyna ini sangat sangat jauh dari kata ramah., Ana tersenyum masam, ia mlah belum bertemu sama yang ramah sama sekali. Andes hanya diam di tempatnya., di sebelahnya ada Airon yang duduk menatap meteka bingung.
“ Airon sayang mau makan apa?” Tanya Keyna menarik perhatiannya. Airon tersenyum dan mulai menunjukan ia mau makan apa. Lili segera mengambil susu dan memberikan Lili makan saja. Dan berakhir keadaan kembali ke semula.
“ Jadi gimana Haris? Kamu sudah menemukan dimana cucuku?” Tanya kakek yang rambutnya sudah memuti menatap sang tangan kananya tegas.
Sang tangan kanannya mengangguk.” Sudah pak, cukup sulit untuk kami mendapatkan kabar beliau, sebab beluar benar benar menutup rapat akses rumah dan juga akses apapun itu. dugaan pertama kita benar, dia berada di rumah sahabatnya Keyna tuan,.” Tegas tangan kananya.
Sang tuan berdecih mendengarnya.” Perempuan itu terus saja mengikat cucuku.” Ujarnya dengan tidak suka. ia menduduki kursi kebesarannya dna menatap tangan kananya yang duduk di depannya tapi tidak berani menatapnya. “ anak itu juga kenapa selalu menempel dengan perempuan itu? saya pikir seusia wanita itu menikah dia akan tidak menenmpel lagi. jangan jangan dia mencintai wanita itu dan menjadi suami keduanya.” Tegas si tuan dengan kesal.
Tangan kanannya meloot menatap tuannya.” Tidak tuan, tuan andes kemarin kecelakaan mangkanya dia kembali ke rumah tersebut. Tuan andes tidak menikah dengan nona Keyna kok.” Jawabnya gelagapan.
Tuannya menatapnya sengit.” Oke, tapi masalah hati tidak bisa di bohong kan? seusai dengan wanita jelek itu dia kembali lagi kesana. “ tegas tuannya malas.
Tangan kananya hendak angkat suara tapi yang keluar hanya angina. Ia mengerjab sejenak dan menatap tuannya. “ Nanti siang aku akan kerumahnya si wanita itu untuk mengambil cucuku. Sudah saatnya dia kembali dan tidak melakukan kesalahan lagi.”tegasnya dan memutar kursi pelan.
tangan kanan hanya diam dan ikut saja. Sebab dirinya tidak di mintai pendapatkan?
...----------------...
Lingling mengibas ranbutnya yang basah, baru saja mandi di telaga yang ia buat kemarin, ia mandi dengan riang dan berendam di danau khidmat. Tidak lupa pula sembari mencari ikan untuk ia makan sekarang. satu jam ia selesai mandi, menggunakan alat seadanya, baju untuk menggusuk tubuh, rambut tidak si sampo atau pewangi, dan beberapa dedaunan yang tajam untuk mengguguk giginya, ia juga menggunakan pasir awalnya untuk menggosok gigi. Lingling sudah bersih dan mengambil tempat untuk keluar. Masih dengan baju yang sama dan dalam hitungan detik baju tu sudha kering karena ia menggunakan kekuatannya.
Lingling menghela nafas dan mengambil ikan hasil tangkapannya. Ia segera mendekat ke lahan yang kering dan mengambil dedaunan yang kering, mengambil beberapa ranting dan membuat gundukan di dekat sana. Ia mengambil posisi di bawah pohon dan duduk di atas batu. Menghidupkan api dan tersenyum. Akhh makan akhirnya ia makan. Ikan itu berukuran cukup besar empat ekor ia dapatkan, ia mengambil jeruk nipis yang di dapatkan dan melumburi di atas ikan itu. ia segera menancapkan ikan di dahan yang ia temui tadi, segera ia bakar dan ia duduk disana.
Lingling menatap sekeliling hutan. “ ini jika siang hari kenapa terlihat hutan biasa? Kenapa hanya malam hari saja ia banyak hantunya?” gumam Lingling dengan linglung, ia menatap ikanya melotot, hampir hangus. Ia sgeera meniup api dan menghela nafas, ia kembali mengipas api agar tidak semakin menghanguskan ikan, ikan itu harusnya matang bukan hangus.
Ktreess.. Lingling melirik ke kiri, mendengar suara ranting patah. Lingling tetap pada pekerjaannya dan menatap kearah danau buatannya, tersenyum bangga, kemarin airnya belum sepenuh ini tapi ini sudah penuh, bahkan ukurannya sampai satu setengah meter dalamnya, Tapi tidak banyakk ikan dan sangat jerni, dibawahnya memang banyak danau belum banyak bebatuan tetapi ini cukup bagus dan juga bersih kok,
__ADS_1
“ kalian tidak ada niatan keluar? Mengapa mengintip di sana? Sudah hampir dua jam loh.” Tanya Lingling mengeraskan suara.
Suara itu terhenti dan Lingling menguap. Dibalik belahar rumput terdapat empat orang yang sudah mengintip sejak satu jam yang lalu. Sekarang keempatnya menegang mendengar suara Lingling yang bicara. Tapi tetap pada posisi mereka karena takutnya Lingling hanya pura pura tau.
“ empat orang yah..” Tanya Lingling lagi berteriak. Mereka saling tatap di semak belukar, salah satu menatap mereka dan mengangguk untuk keluar. Lingling diam menatap salah satunya keluar, pria yang mengenakan baju warna merah dan beberapa tulisan kuno di baju belakangnya, itu baju cukup kuno, lalu di susuk oleh pria yang cukup berumur menggunakan baju kebesaran berwarna hitam kusam dan di ikuti dua lagi lelaki yang menggunakan baju serbah hitam dan baju anti senjata tajam bak jendral. Lingling menatap mereka dengan tatapan Tanya, satu alisnya terangkat dan mengangkat dagunya.
Salah satunya mengangkat satu tangan dan melambai, tapi kakinya di injak oleh lelaki di sebelahnya. Leno. Ia meringis menatap ayahnya tajam, iya itu ayahnya. Lian, Lian menatap Ling;ling penuh penyelidikan, berbeda dengan dua tatapan lain yang menatapnya penasaran. Lingling mengambil satu ikan yang ia masak tadi dan mengunyahnya.” Kenapa kalian mengintipku? Apa kalian memang pengintip seorang gadis?” Tanya Lingling remeh. " Atau memang pekerjaan kalian adalah sebagai pengintip???" Tanya Lingling mencemooh mereka. Lingling sadar dan tau sedari awal, tapi ia memang tidak bicara atau mencegah mereka sebab Lingling malas.
Lingling terlalu malas bermasalah dengan orang lain, jumlah mereka juga 4 orang dan dirinya hanya sendiri, bukan karena takut tapi kali ini Lingling tidak memiliki siapa yang bisa mendukungnya. tidak ada yang bisa membantu nya.
“ LANCANG..!!” lian berteriak, ditahan oleh Demeg. Demeg menatap Lingling tersinggung. , mereka kesini seusia mendapatkan kabar sang anak, jam 4 pagi mereka segera ke sini untuk menemui Lingling dan gangga yang mereka katakan.
Sekecil apapun itu mata air atau harapan mereka sangat membutuhkan hal tersebut. Mereka awalnya tidak percaya tapi ketika melihat Lingling dna gangga yang di katakana mereka mulai memiki kepercayaan.
Ehemm.. Demeg angkat bicara, melangkah mendekati Lingling. Meski raja dari kerajaan kecil, aura dari nya masih benar benar kentara dan terlihat wibawah yang menguar. Lingling meliriknya dengan ekor mata. “ kami minta maaf nona, kami hanya musafir yang sekedar lewat. Rupanya kami bertemu nona, maaf kami tidak bermaksud mengintip. Kami hanya bersembunyi.” Jelas Demeg pelan
Sedangkan Demeg terbahak mendengarnya. Ia menggeleng.” Tidak bertujuan hal buruk.” Ia mengiyakan perkataan Lingling,
Lingling mendenggus mendengar jawaban Demeg.” Tetap saja penguntit. Mau apa kalian mengintip?” Tanya Lingling menunjuk wajah si Demeg dengan ikan yang ia makan.
Demeg melotot menatap Lingling yang terlewat barbar. Dari matanya saja dia terlihat cantik. Demeg yakin wajah Lingling sangat cantik. Demeg berdehem pelan mendengarnya ucapan Lingling.” Kami tidak sengaja,.” Jawabnya lagi dengan pelan..
“ tidak sengaja sampai dua jam. Situ waras?” Tanya LIngling bengis.
“ He..!!! jaga bicaramu.
anak Muda, itu tidak sopan.!!!” teriak dari Lian kepada Lingling.
“ apa kau? Teriak teriak, kau sendiri teriak sama aku, dan mengenai tidak sopan kalian lebih tidak sopan, mengintip gadis mandi, kalian pikirkan saja sendiri, “ bentak Lingling dengan wajah nyolot. Lian meloot menatap Linglingm, reflek ia menarik pedangnya dan mengacuhkannya pada Lingling.
__ADS_1
Lingling mendengus.” Pedang tua, tumpul untuk di jadikan senjata. Menyedihkan.” Ujar Lingling sama sekali tidak takut. Lian menatap Lingling semakin merah dan semua yang tersinggung.
Demeg menahan Lian yang hendak meledak, ia mendekati Lingling dan berkata “ Maaf nona, kami sama sekali tidak ingin mencari perkara atau bahkan darah yang jadi sasarannya,. Apakah kita bisa bicara secara dingin?” tanyanya Demeg. Lingling menghela nafas, berdehem makan ikan lagi. mereka menatap Lingling gemas dan geram bersamaan.
Demeg melirik semuanya mendekat. Lian membuang muka dan berjalan tidak rela mendekati Lingling. Lingling melirik mereka dan menatap demeg. Demeg tersneyum menatap ilkan yang Lingling makan, terlihat lezat. Lingling melihatnya, ia melempar dua ikan yang tersisa pada demeg. Demeg kaget reflek menangkapnya.” Wajahmu seperti kucing kelaparan, karena aku baik jadi aku bagikan. Makanlah.” Ujar Lingling tanpa melihat demeg.
Demeg mendengarnya mengerjab malu. Demeg tersenyum masam, Tuhan ini harga dirinya rusak dihadapan Lingling yah. Lian dan yang lain malah menahan tawa melihatnya. Lingling berdiri dan menatap lagi gangga yang ia cari ikan tadi, mengambil bambu untuk menangkap ikan. Menatap gangga dan menyusuri beberapa menit. Srap... cas.... ia tersenyum, menarik lagi Bambu itu,. dua ekor di dapatkan ikan cukup besar. Mereka menatapnya kagum dan juga menggeleng.
Lingling mendekati mereka dan berkata.” Karena jumlah kalian empat dan sisa ikannya hanya dua, masak sendiri yah.. “ ujar Lingling. Demeg melebarkan senyum tanpa suara.
Akhirnya ia tidak malu sendirian,Orge dan Leno tersenyum mengangguk iku mengambil ikan yang diberi. Lingling kembali duduk di posisinya dan mengambil buah pisangnya. Memakan dengan nyaman dan menatap mereka yang menatapnya. Lingling terlihat tidak terganggu,
“ hmm jika kami boleh tau kenapa nona berada di sini?” Tanya Orge. Lingling menatap orge, lelaki yang paling tampan dari yang lain, tapi Leno paling manis, ia tinggi, bola mata biru, dagu terbela, lesung pipi yang manis, bulu mata lentik. Tapi masihg ganteng suaminya.
Lingling mengangguk.” Hanya berkeliling dan mencari suasana baru.” Jawab Lingling seadanya.
“ hanya sendiri?” Tanya Demeg smebari memakan ikan pemberian Lingling.
Lingling mengangguk.” Memang kau lihat aku dengan siapa?” tanyanya malas Demeg bisa bisa darah tinggi bicara dengan Lingling. Yang lain terkekeh.” Maksudnya itu kan mungkin saja temannya itu sedang kemana kan. “ ujar dari Orge.
Lingling berdehem saja dna menyandarkan tubuh. Tidak sopan. “ mengapa hanya sendiri? Apa kau sebatang kara?” Leno menyerobot bicara polos segera melotot ketiganya.
Lingling menatap Leno tajam membuat si empu gugup. “ sembarangan.” Jawab Lingling meemparkan kulit pisang pada Leno.
“ aku punya keluarga lengkap. Ibu dan ayahku kaya raya asal kalian tau, kakakku juga kaya raya semua, apalagi suamiku.” Ujar Lingling sombong.
“ suami?” Tanya Demeg kaget.
Lingling mengangguk.” Iya. Kenapa mau daftar jadi suami kedua?” Tanya Lingling menyerobot.
__ADS_1